• Login
Bacaini.id
Tuesday, May 12, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Kamu Pecandu Film Porno? Waspadai Bahaya Ini

ditulis oleh
12 November 2020 08:00
Durasi baca: 2 menit
Ilustrasi pornografi. Photo by Dainis Graveris on Unsplash

Ilustrasi pornografi. Photo by Dainis Graveris on Unsplash

KEDIRI – Beredarnya video terduga Gisel Anastasia memicu kecemasan masyarakat, khususnya orang tua. Sebab kecanduan film porno bisa memicu depresi hingga emosional.

Kristika Sadtyaruni, M.PSi., psikolog Rumah Sakit Umum Daerah Gambiran Kota Kediri mengatakan dampak dari pornografi sangat berbahaya. Terlebih untuk remaja. “Remaja lebih rentan, karena usia remaja juga usia pubertas,” kata Kristika kepada Bacaini.id.

Menurutnya pornografi bisa merusak tiga aspek, yaitu aspek pikiran (kognisi), perasaan, dan perilaku. Aspek pikiran karena remaja yang terpapar pornografi akan mengalami penurunan tingkat konsentrasi.

Kristika mengatakan pikiran merupakan dasar masuk informasi dan ilmu pengetahuan. Ketika konsentrasi tidak bagus, maka informasi dan ilmu pengetahuan otomatis juga tidak akan terserap secara baik.

Jika dibiarkan, hal itu akan mempengaruhi aspek perasaan. Remaja yang terpapar pornografi akan kesulitan mengendalikan diri atau emosi. Mereka akan sulit mengendalikan hal-hal yang mereka inginkan. Sehingga menjadi lebih mudah frustasi, cemas, agresif, sering tidak merasa nyaman dan merasa tidak tenang.

“Itu nanti bisa terjadi secara bertahap, ketika sudah benar-benar tak terkendali, bisa menjadikan depresi juga,” tambahnya.

Ketika sudah sulit mengendalikan emosi atau perasaan, maka yang terjadi adalah sulitnya mengendalikan perilaku. Ketika itu terjadi, apapun yang dilakukan para remaja tersebut hanya berdasar pada dorongan-dorongan sesaat.

Menurut Kristika, hal itu tidak menutup kemungkinan untuk mengarah ke hal yang lebih jauh yaitu pada perilaku sex yang beresiko. “Karena masa pubertas hormon seksual sedang meningkat, jadi bisa mengarah ke free sex sebagai pelampiasan,” lanjut Kristika.

Ketiga aspek itukah yang menjadi dampak ketika seseorang  kecanduan pornografi. Bahkan secara kompleks tentunya mengarah ke tindakan kriminalitas. Misalnya sadisme, fetisisme dan pedofilia. Untuk dampak dari pornografi, remaja laki-laki bisa dikatakan lebih rentan. Itu juga berhubungan dengan hormon pada masa pubertas.

Resiko Pembelajaran Daring

Penerapan pembelajaran sistem daring (online) turut menjadi kewaspadaan Kristika dalam penggunaan gadget. Sebagai psikolog, Kristika menghimbau kepada orang tua untuk membuka komunikasi intens dengan anak.

Beberapa kasus yang sempat ditangani berawal dari ketidaksengajaan. Misalnya ketika bermain game, muncul beberapa iklan dengan konten dewasa. “Karena secuil cuplikan itulah yang  membuat penasaran dan akhirnya berkelanjutan,” ucapnya.

Di sinilah pentingnya membangun keterbukaan komunikasi orang tua dengan anak sejak dini. Hal itu akan membentengi anak untuk selalu terbuka dan bertanya pada orang tuanya ketika tidak memahami sesuatu. “Jawab apa yang ditanyakan, tanggapi apa yang diceritakan sesuai pemahaman anak,” pungkasnya.

Pemerhati anak dari Lembaga Perlindungan Anak Kota Kediri Ulul Hadi mengatakan ada banyak penyimpangan perilaku yang dipicu oleh film porno. Penggunaan gadget yang berlebihan saat ini turut menyumbang kasus pornografi pada anak.

“Tidak bisa ditawar lagi, penggunaan gadget pada anak harus dikendalikan. Kita tidak bisa menyerahkan masa depan anak-anak pada teknologi,” katanya.

Penulis: Novira Kharisma
Editor: HTW

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: giselgisela anastasiavideo gisel
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Ilustrasi tatto anggota Yakuza. Foto: istimewa

Mengenal Yakuza, Organisasi Kriminal yang Tak Lagi Menakutkan

Anggota Komisi II DPR RI, Muhammad Khozin. Foto: Bunga/Alma (dpr.go.id)

Anggota DPR RI Usul Seluruh Guru Honorer Diangkat PPPK

Muh Samanhudi Anwar calon Ketua KONI Kota Blitar

Eks Narapidana Korupsi Boleh Mencalonkan Ketua KONI Blitar, Samanhudi Lolos Syarat

  • Maia Estianty memakai perhiasan red ruby di pernikahan El Rumi

    Red Ruby Maia Estianty Jadi Sorotan di Pernikahan El Rumi, Ini Mitos Merah Delima dalam Tradisi Nusantara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Rasanya Sekolah Zaman Penjajahan Belanda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Yakuza Maneges, Kelompok Marginal yang Menjadi Poros Baru

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Blitar Disebut Dalam Bau Busuk Limbah Peternakan Ayam CV Bumi Indah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In