• Login
Bacaini.id
Sunday, July 12, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Dukung Penurunan Stunting Melalui Mutu Pangan, Pemkot Kediri Gelar Pelatihan Fortifikasi Untuk IKM

ditulis oleh Redaksi
25 September 2025 19:09
Durasi baca: 2 menit
Dukung Penurunan Stunting Melalui Mutu Pangan, Pemkot Kediri Gelar Pelatihan Fortifikasi Untuk IKM. Foto : Dok. Pemkot Kediri

Dukung Penurunan Stunting Melalui Mutu Pangan, Pemkot Kediri Gelar Pelatihan Fortifikasi Untuk IKM. Foto : Dok. Pemkot Kediri

Bacaini.ID, KEDIRI – Sebagai upaya konkret untuk mendukung percepatan penurunan angka stunting di Kota Kediri, Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian menggelar Pelatihan Fortifikasi Industri Kecil Menengah (IKM) selama tiga hari, mulai Kamis (25/9) hingga Sabtu (27/9). Bertempat di Gedung Harmoni Kelurahan Banjarmlati, kegiatan ini  difokuskan pada peningkatan kapasitas pelaku usaha pangan, khususnya dalam menerapkan pengolahan pangan yang sehat, higienis dan bergizi.

Secara terpisah, Kepala Disperdagin Kota Kediri Wahyu Kusuma Wardani mengatakan kegiatan dimaksudkan untuk memberikan wawasan dan keterampilan para pelaku IKM dalam pengolahan pangan yang sesuai standar dengan menambahkan zat gizi mikro (vitamin dan mineral) ke dalam makanan pokok.

Disamping itu kegiatan ini juga bertujuan untuk menambah jumlah IKM yang mampu memenuhi persyaratan untuk mendapatkan Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi (SLHS). Sertifikat ini menjadi bukti legal bahwa produk yang dihasilkan telah memenuhi standar kebersihan dan keamanan pangan, sehingga layak dikonsumsi oleh masyarakat dan aman bagi kesehatan.

“Pencegahan stunting harus dimulai sejak dini, dari usia remaja, ibu hamil, hingga ibu menyusui. Salah satu caranya adalah dengan memberikan makanan yang sehat, bergizi, dan diproses secara higienis. IKM sebagai produsen pangan lokal memiliki peran strategis dalam mendukung hal ini,” jelas Wahyu.

Selama tiga hari pelatihan, peserta akan mendapatkan materi teori sekaligus praktik langsung terkait fortifikasi bahan pangan, tata cara pendaftaran Sertifikat Laik Higienis Sanitasi pada produk olahan pangan serta materi tentang menjaga nilai gizi pada produk olahan pangan. Narasumber berasal dari berbagai instansi terkait seperti BPOM, Dinas Kesehatan serta ahli gizi dari Universitas Negeri Surabaya (UNESA).

Wahyu berharap dengan pelatihan ini para pelaku IKM Kota Kediri tidak hanya mampu memproduksi makanan yang aman dan sehat,namun juga ikut berperan aktif dalam upaya mencegah stunting melalui produk yang bernilai gizi tinggi dan berkualitas. “Pelaku IKM juga bisa ikut ambil bagian untuk menurunkan angka stunting di Kota Kediri dengan menularkan ilmu yang sudah diperoleh ke ibu-ibu di lingkungannya. Selain itu para peserta juga bisa menyeleksi produk dan makanan olahan yang dijual di kantin sekolahnya  agar makanan yang dijual terjamin sehat untuk anak-anak,” harapnya.

Pelatihan ini menyasar sebanyak 25 peserta yang dipilih dari hasil pendaftaran dan seleksi. Mereka adalah pelaku IKM pangan olahan dan penjual jajanan di kantin sekolah. Salah satunya Nurul Hanafiah, peserta asal Kelurahan Banjaran yang memiliki usaha cookies, makanan frozen, dll.

Ia mengaku senang dan antusias mengikuti pelatihan dan menilai kegiatan tersebut sangat bermanfaat dan membantu pelaku IKM untuk menambah wawasan dan ilmu yang bisa diaplikasikan dalam usahanya. “Selain mendukung usaha pelaku IKM, kegiatan ini juga mendukung untuk mencegah stunting. Semoga kegiatan ini bisa diadakan secara berkelanjutan karena sangat membantu untuk meningkatkan kualitas IKM yang memiliki usaha makanan dan minuman dan semoga setelah ini tetap ada pendampingan agar usaha kita tetap berkembang,” harapnya. (ADV)

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: IKMkota kediripemkot kediri
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Infografik data BPS 2025 tentang jenis bacaan paling populer masyarakat Indonesia yang menunjukkan kitab suci berada di posisi pertama

BPS Ungkap Kitab Suci Jadi Bacaan Terpopuler di Indonesia, Buku Pengetahuan Tak Diminati

Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf saat berkunjung ke Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas Jombang menjelang Muktamar NU ke-35

Gus Yahya Pastikan Maju Lagi di Muktamar NU, Senang Digelar di Jombang

Baskoro (tengah) hidup memprihatinkan di rumah kontrakan. Foto: istimewa

Ironi, Putra Sayuti Melik dan Cucu KH Agus Salim Hidup Kekurangan

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In