• Login
Bacaini.id
Saturday, May 9, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Asal-usul Seblak: Dari Kerupuk Sisa Jadi Jajanan Populer

ditulis oleh Editor, Solichan Arif
18 July 2025 19:22
Durasi baca: 2 menit
Asal-usul Seblak: Dari Kerupuk Sisa Jadi Jajanan Populer (foto/Pinterest)

Asal-usul Seblak: Dari Kerupuk Sisa Jadi Jajanan Populer (foto/Pinterest)

Bacaini.ID, KEDIRI – Seblak memiliki rasa pedas, gurih dan beraroma kencur. Begitulah masyarakat Indonesia mengenalnya.

Makanan khas Bandung ini sukses jadi jajanan kaki lima yang populer di Indonesia. Namun faktanya seblak bukanlah makanan baru.

Sejarah Seblak

Seblak diyakini berasal dari Bandung, Jawa Barat, yang ada sejak sekitar tahun 1940-an.

Awalnya seblak adalah makanan rumahan sederhana yang dibuat untuk memanfaatkan kerupuk sisa.

Kerupuk yang sudah tidak renyah biasanya akan direndam dan diolah dengan bumbu pedas dan kencur agar tetap bisa dimakan.

Di daerah Cianjur dan sekitarnya, sejak dulu masyarakat juga mengenal makanan serupa bernama ‘kerupuk leupas’ atau kerupuk basah.

Namun kerupuk leupas biasanya hanya diberi bumbu sederhana seperti garam dan kencur, tanpa campuran topping seperti seblak modern.

Kata ‘seblak’ sendiri dalam bahasa Sunda berarti terkejut atau mengagetkan.

Mungkin ini berkaitan dengan sensasi pedas dan aroma kencur yang begitu kuat sehingga membuat orang terkejut saat pertama kali mencicipinya.

Transformasi Jadi Jajanan Modern

Dulu seblak hanya berupa kerupuk basah berbumbu kencur yang dimakan saat hujan atau saat ingin ngemil di rumah.

Namun sejak tahun 2000-an, terutama setelah era media sosial berkembang, seblak mengalami transformasi besar.

Jajanan sederhana ini dimodifikasi menyesuaikan selera kekinian.

Aneka kondimen ditambahkan sebagai topping. Seperti ceker ayam, bakso, sosis dan lainnya.

Kepopuleran seblak seiring dengan maraknya tren makanan pedas di awal tahun 2000-an.

Makanan pedas ngetren seiring munculnya warung-warung tenda dan kaki lima yang menjual ayam geprek, ayam penyet sambal super pedas, dan pecel lele sambal korek.

Tren sambal pedas ini pun menjalar hingga muncul mie dengan level kepedasan tertentu dan termasuk juga seblak.

Menurut data dari GrabFood dan GoFood tahun 2024, seblak masuk dalam 10 makanan paling sering dipesan secara online di Indonesia.

Bahkan dalam setahun terakhir, pencarian kata kunci ‘seblak pedas’ di Google mencapai lebih dari 1,3 juta pencarian.

Seblak kini menjadi bagian dari budaya kuliner modern Indonesia.

Dari kerupuk sisa yang dimasak sederhana, kini seblak bertransformasi menjadi jajanan kekinian viral dan tetap eksis di tengah tren kuliner yang dinamis.

Penulis: Bromo Liem

Editor: Solichan Arif

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: asal usul seblakbandungjajanan populerseblakseblak dari kerupuk sisasejarah seblak
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Petugas KAI Daop 7 Madiun bersama komunitas railfans menggelar kampanye anti pelecehan seksual di area stasiun kereta api

KAI Daop 7 Madiun Gencarkan Kampanye Anti Pelecehan Seksual di Stasiun dan Kereta

Ilustrasi minuman sole water, baking soda dan makanan fermentasi sebagai tren kesehatan viral di media sosial

Tren Kesehatan Viral di Media Sosial, Mana yang Fakta dan Sekadar Hype?

Mohammad Trijanto saat memberikan pernyataan terkait pengunduran diri dari pencalonan Ketua KONI Kota Blitar 2026-2030

Mohammad Trijanto Mundur dari Bursa Ketua KONI Kota Blitar 2026-2030, Bebaskan Dukungan 14 Cabor

  • Maia Estianty memakai perhiasan red ruby di pernikahan El Rumi

    Red Ruby Maia Estianty Jadi Sorotan di Pernikahan El Rumi, Ini Mitos Merah Delima dalam Tradisi Nusantara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Rasanya Sekolah Zaman Penjajahan Belanda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Blitar Disebut Dalam Bau Busuk Limbah Peternakan Ayam CV Bumi Indah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mutasi Polri 2026, Dirreskrimum Polda Jatim Diganti Kombes Roy Hutton

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Murdaya Poo Alumni GMNI Asal Blitar, Marhaeinis Konglomerat Rp20 Triliun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In