• Login
Bacaini.id
Thursday, May 7, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Fenomena Ubur-ubur Telur Ceplok: Apakah Aman Dimakan?

ditulis oleh Editor, Solichan Arif
4 June 2025 20:09
Durasi baca: 2 menit
Fenomena Ubur-ubur Telur Ceplok: Apakah Aman Dimakan? (foto/Oceana/ist)

Fenomena Ubur-ubur Telur Ceplok: Apakah Aman Dimakan? (foto/Oceana/ist)

Bacaini.ID, KEDIRI – Banyak spesies laut yang bentuknya unik, salah satunya ubur-ubur Mediterania. Seringkali disebut sebagai ubur-ubur telur goreng atau ubur-ubur telur ceplok.

Bernama ilmiah Cotylorhiza tuberculata, ubur-ubur telur ceplok berenang bebas di laut dengan kubah kuning cerah yang dikelilingi oleh silia berwarna putih atau transparan.

Terlihat seperti telur ceplok yang hanyut di arus laut. Ubur-ubur telur ceplok dapat ditemukan di seluruh lautan terbuka, pada kedalaman hingga 50 meter.

Beberapa ditemukan di perairan hangat Samudra Atlantik dan Laut Mediterania, sementara yang lain biasanya ditemukan di cekungan dalam Samudra Pasifik.

Ada dua spesies ubur-ubur berbeda yang sering disebut ubur-ubur telur ceplok, dari famili yang berbeda yaitu Phacellophora camtschatica dan Cotylorhiza tuberculata.

Hewan invertebrata ini berenang di lautan dan menangkap mangsa dengan tentakelnya. Predator mereka adalah kura-kura dan burung laut.

Dikutip dari Fact Animal, sepanjang siklus hidupnya, ubur-ubur ini mengalami transisi antara dua bentuk tubuh, medusa dan polip.

Bentuk polip tampak seperti ubur-ubur yang terbalik. Ini adalah tahap siklus hidup yang terjadi setelah telur dan sebelum dewasa.

Setelah telur dibuahi, telur akan berkembang menjadi planula, larva yang berenang bebas.

Setelah beberapa hari ia akan menempel pada permukaan yang keras dan berubah menjadi polip.

Setelah itu bentuk yang biasa kita lihat adalah ubur-ubur dalam tahap dewasa yang disebut bentuk medusa.

Menurut para ahli, populasi ubur-ubur diperkirakan akan meningkat.

Hal ini karena mereka dapat bertahan hidup dengan oksigen yang lebih sedikit daripada kebanyakan makhluk laut, bahkan plankton.

Karena kadar oksigen di perairan laut lebih rendah, ubur-ubur diperkirakan akan hidup lebih lama dari sebagian besar spesies.

Ubur-ubur telur ceplok bereproduksi secara seksual dan aseksual sepanjang hidupnya.

Selama bentuk medusa, ubur-ubur bereproduksi secara seksual dengan cara bertelur atau mengeluarkan sperma ke laut dan pembuahan terjadi di perairan terbuka.

Namun, ubur-ubur juga bereproduksi dalam bentuk polip. Proses ini disebut tunas, di mana polip membelah menjadi dua untuk menciptakan polip baru yang secara genetik identik.

Ubur-ubur ini bisa dimakan seperti namanya telur ceplok dan aman.

Orang-orang Tiongkok yang tinggal di lepas pantai telah memakan ubur-ubur setidaknya selama 1700 tahun terakhir.

Penulis: Bromo Liem

Editor: Solichan Arif

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: ubur-uburubur-ubur aman dikonsumsiubur-ubur bisa dimakanUbur-ubur telur ceplokubur-ubur unik
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Audiensi ALMAS PUMA dengan Pemkab Trenggalek terkait Camat Pule

Camat Pule Trenggalek Dipaksa WFH, Pemkab Tunggu Rekomendasi Mutasi dari BKN

Tampilan aplikasi Friendster terbaru di iPhone dengan konsep media sosial anti algoritma dan desain minimalis

Friendster Kembali Hadir, Media Sosial Anti Algoritma yang Bikin Anak Warnet Nostalgia

Ratusan anggota PSHT Kabupaten Blitar menggelar aksi damai di depan Kantor Bupati Blitar dengan mengenakan pakaian hitam dan membawa poster tuntutan

PSHT Kabupaten Blitar Gelar Aksi Damai, Desak Pemda dan Polisi Tertibkan Kelompok Ilegal

  • Maia Estianty memakai perhiasan red ruby di pernikahan El Rumi

    Red Ruby Maia Estianty Jadi Sorotan di Pernikahan El Rumi, Ini Mitos Merah Delima dalam Tradisi Nusantara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Rasanya Sekolah Zaman Penjajahan Belanda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Blitar Disebut Dalam Bau Busuk Limbah Peternakan Ayam CV Bumi Indah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gibran Tinjau Bendungan Bagong di Trenggalek, Warga Sampaikan 5 Aspirasi Penting

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kedatangan KPK ke Blitar Picu Rumor OTT, Jubir Pastikan Hanya Sosialisasi Pencegahan Korupsi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In