• Login
Bacaini.id
Friday, February 20, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Imlek di Zaman Bersiap yang Mengerikan

ditulis oleh Editor
24 January 2025 10:41
Durasi baca: 2 menit
Imlek di Zaman Bersiap yang Mengerikan. Foto perayaan imlek di Surabaya. (foto repro/ist)

Imlek di Zaman Bersiap yang Mengerikan. Foto perayaan imlek di Surabaya. (foto repro/ist)

Bacaini.ID, KEDIRI – Perayaan tahun baru Imlek 2025 sudah di depan mata.

Di tempat peribadatan Klenteng Tjoe Hwie Kiong Kediri Jawa Timur, ritual memandikan rupang atau patung dewa-dewa, sudah mulai digelar.

Umat bersiap-siap menunaikan sembahyang Sam Seng, atau ritual untuk arwah leluhur dengan tiga macam kurban yang itu digelar setiap Imlek. 

Yang tidak banyak diketahui masyarakat Tionghoa di Indonesia, tahun baru Imlek atau Sin Cia pernah tidak digelar, yang itu bukan lantaran adanya pelarangan.

Tapi lebih karena situasi sosial politik yang kurang mendukung. Peristiwa itu berlangsung pada masa awal kemerdekaan Indonesia 1945.

Perayaan Imlek ditiadakan karena menganggap pada waktu itu masih banyak masyarakat yang menderita, imbas dari penjajahan Jepang.  

Pada sisi lain, situasi sosial politik di awal kemerdekaan juga belum kondusif dan karenanya tidak pas sekaligus kurang pantas menggelar Imlek.

Pada masa pendudukan Jepang (1942-1945) diketahui banyak orang-orang Tionghoa yang ditangkap, dipenjarakan, dan kemudian tidak jelas nasibnya.

“Situasi negara ketika itu belum tentram dan di Jakarta masih terjadi zaman “siap-siapan,” demikian dikutip dari buku Hari-Hari Raya Tionghoa.

“Siap-siapan” atau “masa Bersiap” merupakan istilah yang merujuk pada peristiwa serangan mendadak dari kolonial Belanda yang ingin kembali menjajah Indonesia.

Setiap serangan datang dari tentara kolonial, orang-orang Indonesia selalu berteriak Siap!Siap!.

Situasi awal kemerdekaan yang belum sepenuhnya kondusif itu membuat banyak orang Tionghoa tidak berani berziarah ke makam leluhur.

Situasi carut marut itu berlanjut hingga awal tahun 1947. Terjadinya insiden-insiden pada medio tahun 1946, membuat Imlek kembali tidak dirayakan. 

Orang-orang Tionghoa menghormati saudara-saudara mereka yang sedang tertimpa kesusahan, tidak elok kalau memaksakan bergembira merayakan Imlek.

Pada tahun 1948 itu, di Tiongkok juga sedang dilanda kecamuk perang saudara. Cita-cita “Satu Tiongkok” makmur berantakan.

Situasi tidak menentu berlanjut pada 1949, di mana Belanda melancarkan agresi. Kembali banyak orang-orang Tionghoa di Indonesia yang jadi korban. 

Beribu-ribu orang berada dalam situasi mencekam sekaligus kekurangan sandang pangan. “Tahun baru (Imlek) masih dianggap tidak pantas untuk dirayakan”.

Pasca tahun 1949, seiring situasi yang berangsur-angsur membaik, Imlek mulai dirayakan, meskipun dilakukan tidak besar-besaran.

Penulis: Solichan Arif

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: imlekimlek 2025Klentengpatung dewaperayaan imlektionghoazaman bersiap
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Ilustrasi rokok elektrik atau vape. Foto: unsplash

BNN Rekomendasikan Vape Dilarang di Indonesia

Ilustrasi penggeledahan toko emas oleh Bareskrim. Foto: bacaini/AI

Jejak Pencucian Uang Rp 25,8 Triliun di Balik Penggeledahan Toko Emas Semar Nganjuk

AKBP Didik Putra Kuncoro dan istrinya Miranti Afriana. Foto: istimewa

Istri Kapolres Bima dan Seorang Polwan Positif Narkoba, Tidak Ditetapkan Tersangka

  • Gedung SDN Tlogo 2 Kanigoro yang masih digunakan 182 siswa

    Pemkab Blitar Tabrak KDMP, Tolak Alih Fungsi SDN Tlogo 2 karena Masih Dipakai 182 Siswa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jejak Pencucian Uang Rp 25,8 Triliun di Balik Penggeledahan Toko Emas Semar Nganjuk

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Viral Worldwide Latina Belt, Benarkah Orang Indonesia Berkarakter Latin? Ini Penjelasannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pembangunan Koperasi Merah Putih di Trenggalek Diusulkan di Kawasan Hutan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In