• Login
Bacaini.id
Saturday, February 21, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Profil Mochtar Lubis, Jurnalis “Penggonggong” Rezim Penindas

ditulis oleh Editor
10 January 2025 07:00
Durasi baca: 2 menit
Profil Mochtar Lubis, Jurnalis “Penggonggong” Rezim Penindas. (foto/ist)

Profil Mochtar Lubis, Jurnalis “Penggonggong” Rezim Penindas. (foto/ist)

Bacaini.ID, KEDIRI – Sejak remaja sudah menggauli dunia tulis-menulis. Cerpen dan esai-esainya banyak menghiasai surat kabar lokal. Namanya Mochtar Lubis.

Lahir 7 Maret 1922 di Padangsidempuan Sumatera Utara, Mochtar Lubis kemudian dikenal sebagai jurnalis dengan karya liputan yang tajam dan kritis.

Karir jurnalistiknya diawali sebagai reporter Kantor Berita Antara setelah Indonesia merdeka. Ketajaman tulisannya membuat Mochtar kerap berbenturan dengan kekuasaan.

Pada tahun 1957 Mochtar Lubis ditahan rezim Pemerintahan Soekarno lantaran tulisannya yang kelewat kritis. Ia menghirup udara bebas pada tahun 1961.

Mochtar yang pernah bergabung dengan Partai Masyumi pada masa revolusi kemerdekaan 1945 itu, memang kepala batu.

Udara pengap penjara tidak membuatnya jera. Pantang bagi Mochtar Lubis menjadi gedibal kekuasaan.

Pendiri sekaligus Pemimpin Redaksi surat kabar Indonesia Raya yang merangkap redaktur majalah Horison itu tetap tajam dan kritis.

Pada masa rezim Orde Baru, Mochtar Lubis kembali dijebloskan bui lantaran tulisannya yang mengeritik tajam pemerintahan Soeharto.

Mochtar juga dikenal sebagai seorang sastrawan. Salah satu karyanya yang kesohor adalah novel berjudul Jalan Tak Ada Ujung (1952).

Kemudian Senja di Jakarta (1963), Harimau! Harimau! (1975) serta Maut dan Cinta (1977). Buah penanya yang paling terkenal adalah Tahun-tahun yang Tak Pernah Dihapus (1962) dan Catatan Subversif (1980).

Ceramahnya di TIM pada 6 April 1977 yang kemudian dibukukan dengan judul Manusia Indonesia, menghebohkan.

Mochtar Lubis terang-terangan menyebut sisi lain pada diri Manusia Indonesia yang ia rangkum ke dalam 6 sifat yang menonjol.

Yakni, munafik atau hiporit, enggan atau segan bertanggung jawab atas perbuatannya, bersikap dan berperilaku feodal, percaya tahayul, artistik atau berbakat seni dan lemah watak atau karakternya.

Pada tahun 1978 Mochar Lubis telah menerima penghargaan bergengsi Ramon Magsaysay untuk bidang jurnalisme.

Penghargaan yang sama diketahui juga diterima sastrawan asal Blora Jawa Tengah, Pramoedya Ananta Toer.

Mochtar Lubis juga dikenal sebagai pejuang kebebasan pers dan sekaligus pendiri Yayasan Obor Indonesia pada tahun 1970.

Seperti halnya Seymour Hersh, jurnalis kawakan Amerika Serikat. Bagi Mochtar Lubis jurnalis yang baik harus selalu bertanya, mempertanyakan dan mengungkap kebenaran.

Jurnalis yang dihormati kawan maupun lawan ini tutup usia pada 2 Juli 2004 di Jakarta.

Penulis: Solichan Arif

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: jurnalismochtar lubisprofil mochtar lubis
Advertisement Banner

Comments 1

  1. Pingback: Mengenang Soe Hok Gie Sebagai Sejarawan yang Jernih

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Program rumah subsidi. Foto: istimewa

650.000 Nasabah PNM Mekaar di Lampung Berpeluang Akses Program Rumah Subsidi

Peserta BPJS PBI JK di Tulungagung mengurus reaktivasi kepesertaan setelah dinonaktifkan Februari 2026

18 Ribu Peserta BPJS PBI Tulungagung Mendadak Nonaktif, Baru 77 Orang Ajukan Reaktivasi

Suasana belanja takjil saat Ramadan

Mengapa Pengeluaran Ramadan Justru Naik? Ini Penjelasan Inflasi Musiman dan Efek THR

  • Ilustrasi penggeledahan toko emas oleh Bareskrim. Foto: bacaini/AI

    Jejak Pencucian Uang Rp 25,8 Triliun di Balik Penggeledahan Toko Emas Semar Nganjuk

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkab Blitar Tabrak KDMP, Tolak Alih Fungsi SDN Tlogo 2 karena Masih Dipakai 182 Siswa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Viral Worldwide Latina Belt, Benarkah Orang Indonesia Berkarakter Latin? Ini Penjelasannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Istri Kapolres Bima dan Seorang Polwan Positif Narkoba, Tidak Ditetapkan Tersangka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pembangunan Koperasi Merah Putih di Trenggalek Diusulkan di Kawasan Hutan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In