• Login
Bacaini.id
Tuesday, January 27, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Kisah Polisi Jujur Yang Pensiun Dini Karena Melawan Arus

ditulis oleh Redaksi
5 January 2025 14:06
Durasi baca: 2 menit
Jenderal Pol Hoegeng. Foto: istimewa

Jenderal Pol Hoegeng. Foto: istimewa

Bacaini.ID, KEDIRI – Institusi Kepolisian Republik Indonesia terus menjadi sorotan masyarakat terkait penyimpangan personilnya. Hal ini membuat masyarakat rindu sosok polisi jujur seperti Jenderal Hoegeng.

Hoegeng Imam Santoso adalah sosok polisi yang dikenang sebagai simbol integritas dan kejujuran di Indonesia. Lahir pada 14 Oktober 1921 di Pekalongan, Hoegeng memulai kariernya di kepolisian dengan dedikasi tinggi untuk menegakkan hukum tanpa kompromi.

Sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) pada periode 1968-1971, Hoegeng dikenal tidak pernah memanfaatkan jabatannya untuk kepentingan pribadi, bahkan menolak segala bentuk suap dan gratifikasi.

Keteladanan Hoegeng terlihat dalam berbagai keputusan dan kebijakannya. Salah satu kisah yang paling terkenal adalah saat ia menindak tegas kasus penyelundupan meski pelakunya memiliki koneksi kuat dengan pejabat tinggi. Prinsipnya sederhana, “Tidak ada tempat bagi korupsi dan ketidakadilan.”

Hoegeng juga dikenal dengan gaya hidup sederhana dan disiplin. Di masanya, polisi dianggap sebagai simbol kepercayaan masyarakat.

Namun, perjuangan Hoegeng melawan korupsi dan ketidakadilan tidak mudah. Kepemimpinannya yang tegas sering kali membuatnya berhadapan dengan kekuatan politik. Hingga akhirnya, ia dipensiunkan lebih awal pada tahun 1971. Meski begitu, warisannya sebagai “Polisi Jujur” tetap abadi dalam ingatan bangsa.

Presiden RI keempat KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur adalah salah salah yang mengingatnya. Dalam salah satu guyonannya, Gus Dur pernah berkata, “Di Indonesia ini hanya ada tiga polisi jujur: patung polisi, polisi tidur, dan Hoegeng.”

Pernyataan ini menggambarkan betapa langkanya sosok seperti Hoegeng dalam institusi kepolisian. Meski berupa humor, ucapan Gus Dur ini memiliki makna mendalam tentang pentingnya kejujuran dalam penegakan hukum.

Hoegeng bukan hanya seorang polisi, tetapi juga seorang tokoh panutan yang menunjukkan bahwa kejujuran dan integritas adalah nilai yang harus dijunjung tinggi dalam profesi apa pun. Kisahnya menjadi inspirasi bagi generasi penerus untuk membangun institusi kepolisian yang bersih dan dipercaya oleh masyarakat.

Editor: Hari Tri Wasono
Disclaimer: Artikel ini ditulis dengan teknologi kecerdasan buatan (AI). Hubungi redaksi Bacaini.ID jika ada yang perlu dikoreksi untuk penyempurnaan tulisan kami

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: gus durjujurpolisipolisi jujurPolri
Advertisement Banner

Comments 1

  1. Megawati says:
    1 year yang lalu

    Saat ini mengharapkan polisi jujur selain Pak Hoegeng, hanya bisa kepada patung polisi dan polisi tidur saja 🙂

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Infografik daftar event Jawa Timur yang masuk Karisma Event Nusantara (KEN) 2026

KEN 2026 Jawa Timur: Kediri, Blitar, Tulungagung Gugur, Trenggalek Melaju

Ilustrasi gerai Koperasi Desa Merah Putih yang diusulkan menggunakan gedung sekolah dasar

Sekolah atau Koperasi? 9 SD di Tulungagung Diusulkan Jadi Gerai KDMP, 3 Masih Aktif

Ilustrasi Ratu Kalinyamat, Ratu Jepara abad ke-16 yang memimpin armada laut melawan Portugis di Malaka

Ratu Kalinyamat: Ratu Jepara yang Membuat Portugis Ketar-ketir

  • Angin kencang dan awan gelap melanda wilayah Jawa Timur saat BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem

    Cuaca Ekstrem Melanda Jawa Timur, BMKG Sebut Blitar Raya hingga Madura Jalur Utama Angin Kencang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bus Harapan Jaya Terobos Lampu Merah, Tabrak Mobil, Motor, dan Rumah di Kediri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tak Perlu Wisata Alam, Kuliner Khas Nganjuk Ini Bikin Orang Rela Balik Lagi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepemilikan tanah dengan Letter C, Petuk D, dan Girik mulai tahun 2026 tidak berlaku. Mulai urus sekarang juga !

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In