• Login
  • Register
Bacaini.id
Sunday, November 30, 2025
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
No Result
View All Result
Bacaini.id

Kisah Polisi Jujur Yang Pensiun Dini Karena Melawan Arus

ditulis oleh Redaksi
5 January 2025 14:06
Durasi baca: 2 menit
Kisah Polisi Jujur Yang Pensiun Dini Karena Melawan Arus

Jenderal Pol Hoegeng. Foto: istimewa

Bacaini.ID, KEDIRI – Institusi Kepolisian Republik Indonesia terus menjadi sorotan masyarakat terkait penyimpangan personilnya. Hal ini membuat masyarakat rindu sosok polisi jujur seperti Jenderal Hoegeng.

Hoegeng Imam Santoso adalah sosok polisi yang dikenang sebagai simbol integritas dan kejujuran di Indonesia. Lahir pada 14 Oktober 1921 di Pekalongan, Hoegeng memulai kariernya di kepolisian dengan dedikasi tinggi untuk menegakkan hukum tanpa kompromi.

Sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) pada periode 1968-1971, Hoegeng dikenal tidak pernah memanfaatkan jabatannya untuk kepentingan pribadi, bahkan menolak segala bentuk suap dan gratifikasi.

Keteladanan Hoegeng terlihat dalam berbagai keputusan dan kebijakannya. Salah satu kisah yang paling terkenal adalah saat ia menindak tegas kasus penyelundupan meski pelakunya memiliki koneksi kuat dengan pejabat tinggi. Prinsipnya sederhana, “Tidak ada tempat bagi korupsi dan ketidakadilan.”

Hoegeng juga dikenal dengan gaya hidup sederhana dan disiplin. Di masanya, polisi dianggap sebagai simbol kepercayaan masyarakat.

Namun, perjuangan Hoegeng melawan korupsi dan ketidakadilan tidak mudah. Kepemimpinannya yang tegas sering kali membuatnya berhadapan dengan kekuatan politik. Hingga akhirnya, ia dipensiunkan lebih awal pada tahun 1971. Meski begitu, warisannya sebagai “Polisi Jujur” tetap abadi dalam ingatan bangsa.

Presiden RI keempat KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur adalah salah salah yang mengingatnya. Dalam salah satu guyonannya, Gus Dur pernah berkata, “Di Indonesia ini hanya ada tiga polisi jujur: patung polisi, polisi tidur, dan Hoegeng.”

Pernyataan ini menggambarkan betapa langkanya sosok seperti Hoegeng dalam institusi kepolisian. Meski berupa humor, ucapan Gus Dur ini memiliki makna mendalam tentang pentingnya kejujuran dalam penegakan hukum.

Hoegeng bukan hanya seorang polisi, tetapi juga seorang tokoh panutan yang menunjukkan bahwa kejujuran dan integritas adalah nilai yang harus dijunjung tinggi dalam profesi apa pun. Kisahnya menjadi inspirasi bagi generasi penerus untuk membangun institusi kepolisian yang bersih dan dipercaya oleh masyarakat.

Editor: Hari Tri Wasono
Disclaimer: Artikel ini ditulis dengan teknologi kecerdasan buatan (AI). Hubungi redaksi Bacaini.ID jika ada yang perlu dikoreksi untuk penyempurnaan tulisan kami

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: gus durjujurpolisipolisi jujurPolri
Advertisement Banner

Comments 1

  1. Megawati says:
    11 months yang lalu

    Saat ini mengharapkan polisi jujur selain Pak Hoegeng, hanya bisa kepada patung polisi dan polisi tidur saja 🙂

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

dbhcht 2025 di blitar

DBHCHT 2025 di Blitar Kuatkan Relasi dengan Industri Tembakau

Korban Meninggal Banjir Tembus 303 Jiwa, Wawancara Zulkifli Hasan Kembali Viral

Korban Meninggal Banjir Tembus 303 Jiwa, Wawancara Zulkifli Hasan Kembali Viral

Waspadai, Terorisme Modern Beralih ke Lone Wolf Digital

Waspadai, Terorisme Modern Beralih ke Lone Wolf Digital

  • almarhum gary iskak

    Gary Iskak Tutup Usia Setelah RX King Tabrak Pohon

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ibu PKK di Blitar Jadi ‘Spion’ Pemberantasan Rokok Ilegal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkab Rembang Hapus TPP, Nilai yang Diterima ASN Bikin Ngiler

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepemilikan tanah dengan Letter C, Petuk D, dan Girik mulai tahun 2026 tidak berlaku. Mulai urus sekarang juga !

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

© 2020 - 2025 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL

© 2020 - 2025 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist