• Login
Bacaini.id
Wednesday, June 24, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Peneliti Temukan Ungkapan Cinta di Hati Sudah Ada 3000 Tahun Lalu

ditulis oleh Editor, Solichan Arif
17 December 2024 11:45
Durasi baca: 2 menit
Peneliti Temukan Ungkapan Cinta di Hati Sudah Ada 3000 Tahun Lalu. (foto ilustrasi/spurlock museum)

Peneliti Temukan Ungkapan Cinta di Hati Sudah Ada 3000 Tahun Lalu. (foto ilustrasi/spurlock museum)

Bacaini.ID, KEDIRI – Lempengan tanah liat dari Mesopotamia mengungkapkan, manusia telah menghubungkan ungkapan emosi dengan menyebut bagian tubuh sejak 3000 tahun lalu.

Ungkapan “cinta di hati” adalah salah satu kalimat yang sudah ada sejak jaman itu.

Menghubungkan anatomi tubuh dengan perasaan atau kondisi emosi tertentu faktanya telah ada sejak ribuan tahun.

Dalam sebuah studi baru yang diterbitkan di iScience, para peneliti membuat katalog kata-kata untuk bagian tubuh dan emosi yang dipakai orang-orang yang tinggal di Mesopotamia antara tahun 934 dan 612 SM.

Wilayah Mesopotamia ini sekarang mencakup Mesir, Irak, dan Turki.

Para peneliti kemudian membandingkan kata-kata kuno yang terukir pada lempeng tanah liat dan artefak lain dengan ungkapan yang umum digunakan di zaman modern antara emosi dan bagian tubuh.

Hasilnya, area tubuh tertentu masih digunakan dalam konteks yang sama di zaman modern. Misalnya, hati sering kali disebutkan untuk ungkapkan emosi positif seperti cinta, kebanggaan, dan kebahagiaan.

Orang-orang zaman dahulu yang hidup di Kekaisaran Neo-Asyur juga cenderung mengasosiasikan perut dengan perasaan sedih dan tertekan.

Namun tidak semua istilah memiliki makna yang sama hingga kini. Misalnya, kaum Neo-Asyur mengasosiasikan kemarahan muncul dari kaki.

Sulit untuk menguraikan dari mana asal mula asosiasi emosional tertentu atau bagaimana hal tersebut dapat menular dari satu populasi ke populasi lainnya.

Para peneliti menduga, menyebarnya istilah ini melalui teks, agama, atau praktik budaya yang sama. 

Penulis: Bromo Liem

Editor: Solichan Arif

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: hasil penelitianmesopotamiaungkapan cinta di hati
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Wisatawan menikmati perjalanan Jeep Adventure di kawasan pegunungan Wonosalam Jombang

Jeep Adventure Wonosalam Jombang, Wisata Alam Penuh Sensasi Petualangan

Petani hutan saat audiensi dengan Perhutani KPH Blitar membahas persoalan pengelolaan lahan SK HKm

Petani Hutan Blitar Desak Pemerintah Bereskan Hambatan Pengelolaan Lahan HKm

Pemulangan Michael Steven, bos Kresna Life ke Indonesia. Foto: Dok. Divhubinter Polri

Kabur ke Maroko, Bos Krisna Life Berhasil Ditangkap Interpol

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In