• Login
Bacaini.id
Monday, May 18, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Cerita Pemerintahan Soekarno Rahasiakan Kematian Tan Malaka

ditulis oleh Editor, Solichan Arif
10 December 2024 20:08
Durasi baca: 4 menit
Cerita Pemerintahan Soekarno Rahasiakan Kematian Tan Malaka. (foto/ist)

Cerita Pemerintahan Soekarno Rahasiakan Kematian Tan Malaka. (foto/ist)

Bacaini.ID, KEDIRI – Kabar kematian Tan Malaka di Selopanggung Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri Jawa Timur pada tahun 1949 sejak awal sengaja disembunyikan.

Pemerintahan Soekarno tidak memberikan keterangan resmi apapun. Istana terkesan tutup mulut, sengaja membiarkan kabar kematian Tan simpang siur di masyarakat.

Bahkan pimpinan tertinggi militer Jawa Timur membuat pernyataan di Radio Republik Indonesia (RRI) Solo, tidak ada tokoh republik yang terbunuh di Jawa Timur.

Panglima Besar Jenderal Sudirman yang mendengar kabar kematian Tan Malaka dari Kolonel Sungkono, Panglima Divisi I Jawa Timur, justru meminta tetap merahasiakannya.

Dihimpun dari berbagai sumber, Sudirman khawatir timbul gejolak dari pengikut Tan Malaka, terutama di Jawa Tengah di mana pengaruhnya begitu kuat.

Tan Malaka diketahui dieksekusi pada 21 Februari 1949. Sebelum dieksekusi, pejuang revolusioner asal Minang itu hendak ke Trenggalek.

Hal itu setelah markas di Belimbing Kediri, diserbu. Tan jadi buruan tentara Belanda sekaligus dianggap musuh oleh tentara republik anti komunis.

Kebencian tentara republik kepada kaum kiri, terutama kaum komunis dipengaruhi peristiwa Madiun Affair September 1948.

Dikutip dari buku Tan Malaka Gerakan Kiri dan Revolusi Indonesia Jilid IV, bersama 6 orang pengikutnya, Tan Malaka yang bengkak pada kaki kanan hendak ke Trenggalek.

Harapannya di sana akan ada pasukan TRIP yang menyiapkan tempat lebih aman ketimbang di Kediri. Tan melakukan perjalanan selama dua hari dua malam.

Namun di tengah jalan, Letnan Dua Soekotjo dan 3 anak buahnya yang bermarkas di Selopanggung Kabupaten Kediri, menyergapnya.

Kediri merupakan wilayah Brigade 2, Divisi I Jawa Timur. Komandan Brigade 2 Kediri adalah Surachmad yang memiliki bawahan Letnan Satu Sukaji Hendrotomo selaku Komandan Batalyon Sikatan.

Letnan Dua Soekotjo merupakan perwira staf bawahan Sukaji Hendrotomo.

Soekotjo diketahui pembenci komunis. Di matanya Tan Malaka komunis berbahaya yang kerap merecoki kebijakan politik diplomasi pemerintah.

Ia memutuskan mengeksekusi Tan Malaka dan pengikutnya sesuai hukum militer dan dimakamkan di tengah hutan di Selopanggung Kediri.

Dalam buku Suara Tan Malaka Dari Penjara ke Penjara, peneliti asing Helen Jarvis menyebut Surachmad sempat bertanya kepada Sukaji Hendrotomo.

Hendrotomo menjawab Tan Malaka sudah ditembak mati dan ditanam setelah melalui proses pengadilan singkat di lapangan.

Namun rahasia kematian Tan Malaka di Selopanggung Kediri itu bocor, termasuk muncul dalam pemberitaan media asing. Salah satu sumber pemberitaan adalah Sultan Hamengkubuwono IX (HB IX).

Melalui Kepala Dinas Tentara RI Letkol Zukifli Lubis, Sultan HB IX mendapat kepastian kabar kematian Tan Malaka.

Entah apa yang terjadi, pada September 1949 Panglima Divisi I Jawa Timur Kolonel Sungkono juga membuat pernyataan kematian Tan Malaka di koran Kedaulatan Rakyat Yogyakarta.

Ia mengatakan Tan Malaka sudah mati, namun eksekusi bukan atas perintahnya. Pernyataan yang disampaikan untuk menepis kabar Sungkono yang mengeksusi Tan Malaka.

Dalam pertemuan dengan Perdana Menteri Moh Hatta di Yogyakarta, Sungkono mengakui eksekusi Tan Malaka atas perintahnya lantaran situasi perang dan Tan kerap bikin kekacauan.

Sebab dalam pertemuan itu Hatta mempertanyakan, kenapa Tan Malaka tidak ditangkap dan diadili di persidangan saja.

Pada sisi lain para pengikut Tan Malaka mulai menelusuri kebenaran kabar itu, di antaranya Djamaludin Tamim dan Komarudin adik Tan Malaka.

Sementara usai bertemu Hatta, Sungkono meminta Pimred koran Kedaulatan Rakyat membuat berita sanggahan terkait kematian Tan Malaka, tapi ditolak.

Sungkono memutuskan datang ke RRI Solo dan membuat pernyataan yang intinya tidak ada pemimpin republik yang tewas di wilayah Jawa Timur.

Spekulasi yang berkembang, bungkamnya pemerintahan Soekarno terkait kematian Tan Malaka disinyalir terkait dengan kepentingan politik diplomasi.

Yakni memanfaatkan apresiasi blok Amerika Serikat yang anti komunis untuk memberi dukungan politik dalam Konferensi Meja Bundar.

Dalam perjalanannya, kabar kematian Tan Malaka yang sejak awal disembunyikan itu terulang pada hasil tes DNA pada sampel kerangka jenazah yang diambil pada tahun 2009.

Hingga kini Pemerintah Indonesia juga tidak pernah secara resmi mengumumkan hasil tes DNA pada sampel kerangka jenazah Tan Malaka di Selopanggung Kediri.  

Penulis: Solichan Arif

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: bacainibung karnoKediriRahasia Kematian Tan Malakasoekarnotan malaka
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Argentina Hadirkan Sepak Bola Sebagai Diplomasi Budaya di Kampus Moestopo

Massa Maki Blitar Raya berunjuk rasa menolak pencalonan Muh Samanhudi Anwar sebagai Ketua KONI Kota Blitar 2026-2030 di depan Kantor KONI Kota Blitar

Massa Tolak Samanhudi Anwar Jadi Ketua KONI Kota Blitar 2026-2030

Penampilan siswa Sekolah Alam Ramadhani. Foto: istimewa

Suarakan Wong Cilik, Mahanani Book & Art Festival 2026 Hidupkan Ruang Literasi di Kediri

  • Maia Estianty memakai perhiasan red ruby di pernikahan El Rumi

    Red Ruby Maia Estianty Jadi Sorotan di Pernikahan El Rumi, Ini Mitos Merah Delima dalam Tradisi Nusantara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Rasanya Sekolah Zaman Penjajahan Belanda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Peta Dukungan Ketua KONI Kota Blitar: Samanhudi Kantongi 23 Cabor, Tonny 10 Suara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Blitar Disebut Dalam Bau Busuk Limbah Peternakan Ayam CV Bumi Indah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In