• Login
Bacaini.id
Monday, April 20, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Buka Festival Tari Kreasi Tradisional, Pj Wali Kota Kediri Zanariah Harapkan Menjadi Wadah Pelestarian Seni Budaya Tradisional

ditulis oleh
6 July 2024 13:41
Durasi baca: 2 menit
Buka Festival Tari Kreasi Tradisional, Pj Wali Kota Kediri Zanariah Harapkan Menjadi Wadah Pelestarian Seni Budaya Tradisional. Foto : Dok. Pemkot Kediri

Buka Festival Tari Kreasi Tradisional, Pj Wali Kota Kediri Zanariah Harapkan Menjadi Wadah Pelestarian Seni Budaya Tradisional. Foto : Dok. Pemkot Kediri

Bacaini.ID, KEDIRI – Pj Wali Kota Kediri Zanariah membuka Festival Tari Kreasi Tradisional, Sabtu (6/7) di Kawasan Goa Selomangleng. Kegiatan ini dalam rangkaian Hari Jadi Kota Kediri ke-1145. Festival Tari Kreasi Tradisional ini diikuti 16 peserta dari sanggar tari.

“Seiring dengan beroperasinya Bandara Internasional Dhaha dan pembangunan jalan tol Kediri Tulungagung tentu akan semakin membuka lebar peluang kunjungan di Kota Kediri. Maka kami terus berbenah termasuk dalam memaksimalkan potensi budaya yang dimiliki. Sehingga masyarakat dapat memanfaatkannya untuk kemajuan dan kesejahteraan yang lebih baik,” ujarnya.

Zanariah mengungkapkan selaras dengan tema Hari Jadi Kota Kediri ke-1145 tahun ‘Merajut Asa Dalam Keharmonian, Satu Tekad Kota Kediri Menuju Globalisasi’, Pemkot Kediri membawa konsep Festival Tari Kreasi Tradisional. Harapannya event ini bisa menjadi wadah generasi muda menyalurkan bakat sekaligus melestarikan seni budaya tradisional. Kegiatan ini dilaksanakan di Kawasan Goa Selomangleng yang menjadi ikon sejarah dan budaya Kota Kediri. “Saya kira ini kombinasi yang tepat menjadikan acara ini sebagai acara tahunan untuk menarik pengunjung. Mungkin ke depan kita bisa undang berbagai sanggar tari dan sekolah di wilayah Mataraman untuk berkolaborasi mengikuti acara ini,” ungkapnya.

Pj Wali Kota Kediri merasa bahagia sebab melihat semangat dan antusias dari para peserta. Dimana para peserta sudah berias sedemikian bagusnya, untuk menunjukkan penampilan terbaiknya. Harapannya selain mengikuti lomba, para peserta juga mendapat pengalaman belajar yang berbeda dari dalam kelas. “Saya berpesan teruslah giat berlatih dan jangan cepat berpuas diri. Menang kalah adalah hal biasa kalian bisa sampai di tempat ini sudah jadi kemenangan sesungguhnya. Saya sampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang bekerja keras menyelenggarakan acara ini semoga bisa menjadi pilar kelestarian seni budaya yang akan dikenang,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Disbudparpora Zachrie Ahmad menambahkan kegiatan ini memberikan fasilitasi kepada sanggar tari untuk terus melestarikan seni budaya Kota Kediri. Selain itu juga menggali potensi seni tari di Kota Kediri. Peserta yang mengikuti ini mulai usia 13 tahun hingga 24 tahun. “Kami juga mengundang seluruh OPD di sini bukan tanpa alasan kami mengajak seluruh pihak untuk melestarikan kebudayaan. Langkah konkret dari Disbudparpora akan membuat katalog sanggar dan tari-tari. Nanti teman-teman OPD dapat menampilkan tari-tari ini ketika memiliki acara,” imbuhnya.

Para peserta Festival Tari Kreasi Tradisional ini dinilai oleh tiga dewan juri. Yakni, Yasinta Desi dari Yogyakarta, Djarot Budi dari Surakarta dan Very Andrian. Turut hadir, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Ferry Djatmiko, Kepala OPD, Camat, dan tamu undangan lainnya. (ADV)

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: BUDAYAkota kediripemkot kediritradisional
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

RA Kartini tokoh emansipasi perempuan Indonesia

Kritik Kartini terhadap Poligami: Suara Perempuan Jawa yang Mengguncang Zaman

Ilustrasi simbol bendera merah, hijau, beige, dan hitam sebagai tanda hubungan ala Gen Z

Ragam Simbol Bendera yang Dipakai Gen Z: Red Flag hingga Black Flag dalam Hubungan

Munas IKAPETE di Ponpes Tebuireng Jombang membahas harapan Muktamar NU 2026 bebas politik uang

Alumni Ponpes Tebuireng Jombang Minta Muktamar NU 2026 Bersih dari Politik Uang

  • Jatmiko Dwijo Saputro adik Gatut Sunu saat memberikan pernyataan terkait pemeriksaan KPK di Tulungagung

    Adik Gatut Sunu Akhirnya Angkat Bicara: Saya Jaga Jarak Sejak Awal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ponorogo dan Panggilan Sejarah: Dari Daerah Agraris Menuju Penyangga Kedaulatan Pangan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemblokiran TPA Klotok Picu Krisis Sampah di Kota Kediri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepemilikan tanah dengan Letter C, Petuk D, dan Girik mulai tahun 2026 tidak berlaku. Mulai urus sekarang juga !

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In