• Login
Bacaini.id
Wednesday, March 4, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Susis, Kisah Suami Takut Istri yang Pernah Menghebohkan Istana Raja Jawa

ditulis oleh Editor
18 May 2024 13:38
Durasi baca: 4 menit
Susis, Kisah Suami Takut Istri yang Pernah Menghebohkan Istana Raja Jawa. (foto/ist/www.flickr.com)

Susis, Kisah Suami Takut Istri yang Pernah Menghebohkan Istana Raja Jawa. (foto/ist/www.flickr.com)

Bacaini.id, KEDIRI – Istilah susis pernah meledak pada tahun 2010. Komedian Entis Sutrisna atau Sule sukses mengenalkan akronim suami sieun istri (Susis) atau suami takut istri dalam sebuah judul lagu album Prikitiew.

Sebagai bahasa prokem, susis viral di mana-mana, menjadi bahan “ghibah”sekaligus olok-olok di ruang-ruang sosial.

Terminologi susis dipakai menyerang para suami yang ketahuan “inferior” di hadapan istri. Di kafe, di warung kopi, di angkringan, di sawah, di pos-pos tongkrongan, susis dilekatkan kepada laki-laki yang “tidak bernyali” di depan pasangan.

Susis menyudutkan laki-laki yang hanya berani liar di luar: om-om genit, mas-mas ganjen, tukmis (batuk klimis) yang tak tahan melihat perempuan berbodi menawan. Laki-laki yang sesampai di rumah dan bersitatap dengan istri, buru-buru memasang tampang innocent.

Suami takut istri adalah realitas sosial. Dalam sejarah hubungan suami dan istri, susis bukan sesuatu yang baru. Pakubowono III, Raja Surakarta Hadiningrat (1749-1788) tercatat pernah dibikin lari terbirit-birit oleh Ratu Kencana, istrinya yang berdarah Madura.

Kisah “susis” Pakubuwono III dibeberkan dalam Babad Prayud karya pujangga istana, Yasadipura. Pakubuwono yang diiringi abdi dalem memilih kabur begitu melihat Ratu Kencana meradang.

Saking takutnya, Raja Jawa itu sampai nekat memanjat tembok istana. Celakanya, saat menaiki tembok istana sisi Timur, Pakubuwono III yang tergesa-gesa tidak sadar celananya telah ketinggalan.

“Seorang abdi dalem yang kecil diperintah meminjam celana,” demikian yang tertulis dalam buku Jawa On The Subject of Java (2003).

Sri Susuhunan Pakubuwono III merupakan Raja Jawa Pertama yang pelantikannya dilakukan oleh kompeni Belanda. Pakubuwono III menduduki tahta pada saat usianya masih menginjak 17 tahun.

Raden Mas Suryadi menggantikan Pakubuwono II, ayahnya yang sebelumnya sakit keras dan kemudian wafat. Pada masa pemerintahan Pakubuwono III keraton Surakarta Hadiningrat diketahui penuh dengan intrik dan konflik.

Pangeran Mangkubumi, adik Pakubuwono II tiba-tiba memberontak dan itu membuat. Pakubuwono III terdesak. Pangeran Mangkubumi yang dibantu Belanda berhasil mendapat wilayah kekuasaan di Yogyakarta.

Pakubuwono III diketahui menikahi Kanjeng Ratu Kencana asal Madura saat masih berstatus pangeran (1748). Persoalan yang timbul dipicu urusan anak yang tidak segera hadir. Selama 13 tahun bertahta, Pakubuwono III tidak kunjung mendapat keturunan yang diharapkan menjadi pewaris kekuasaan.

Raja menyiapkan skenario perceraian sekaligus mencari ratu pengganti, namun sayangnya Ratu Kencana diam-diam mencium gelagat itu. Hubungan rumah tangga Raja dan Ratu itu sontak tegang.

Begitu tahu hendak dipulangkan, ratu asal Madura melawan. Untuk urusan pemulangan ke Madura Pakubuwono III meminjam tangan pejabat tinggi kompeni Belanda Huprup Beman. Di halaman istana, di depan raja, Ratu Kencana mempertontonkan kenekatan khas Madura.

Ia menghunus keris kiai Bojiparang, kiai Urubjingga serta pistol kiai Kancaka Rupakinca. Ratu Kencana menantang suaminya bertempur sampai darah tumpah. Bukannya meladeni atau menenangkan, Pakubuwono III memilih kabur.

Setelah menuruni tembok istana dan mengenakan celana kembali, Pakubuwono III memilih sembunyi di tempat teraman. Raja masuk ke dalam Loji, benteng kompeni yang sekaligus tempat tinggal Huprup Beman.

Babad Prayud menceritakan, Raja Jawa gelisah, berjalan mondar-mandir tidak jelas. Huprup Beman yang sempat heran, kemudian menawarkan diri melakukan penyelamatan.

Petinggi kompeni Belanda itu mendatangi keraton dengan serombongan pasukan dan berteriak dengan nada gusar agar pintu keraton segera dibuka. Lantaran tak segera dibuka, pasukan kompeni Belanda mendobrak.

Tertulis dalam Babad Prayud, Huprup Beman sempat menendang pintu keraton tiga kali dan sontak engsel pintu rontok. “Pada tendangan keempat, pecah jadi empat dan pintu ambruk sebagian”.

Diiringi enam serdadu dengan Kapten Ajudan Bonggareken sebagai komandan, Huprup Beman merangsek masuk ke dalam istana. Apa yang ada di hadapannya? Ratu Kencana berdiri dengan posisi siap tempur.

Pada tangannya masih terhunus keris kiai Bojiparang. Tujuh orang abdi yang berdiri di sisi kiri dan kanan sang ratu, gemetaran. Huprup Beman yang terkenal banyak akal tidak mengimbangi kemarahan dengan kemarahan.

Ia memilih mengeluarkan jurus negosiasinya, yakni membujuk Ratu Kencana untuk bersedia keluar dari keraton. Upayanya sukses. Huprup Beman juga berhasil mengatur perceraian Pakubuwono III dengan Ratu Kencana yang pada akhirnya bersedia dipulangkan ke Madura dengan sebuah persiapan resmi.

Pakubuwono III diketahui menutup usia pada 26 September 1788 dengan pemakaman di Astana Kasuwargan Imogiri, Bantul Yogyakarta. Hingga hari kematiannya, situasi politik di keraton Surakarta Hadiningrat tidak pernah kondusif. Begitulah “kisah susis” yang pernah menghebohkan istana Raja Jawa.

Penulis: Solichan Arif

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: keraton surakartakisah suami takut istriPakubuwono IIIraja jawasusis
Advertisement Banner

Comments 1

  1. Pingback: Ini Gelar dan Silsilah Bangsawan Keraton Solo

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Lontong Cap Go Meh lengkap dengan opor ayam dan sambal goreng ati

Lontong Cap Go Meh Bukan dari Tiongkok, Ini Sejarah Akulturasi Jawa-Tionghoa yang Unik

Batu raksasa menutup jalur utama Trenggalek-Ponorogo akibat longsor

Jalur Utama Trenggalek-Ponorogo Lumpuh, Tertutup Longsor dan Batu Raksasa

Wawali Blitar Elim Tyu Samba saat memberikan keterangan kepada awak media

Pengakuan Mengejutkan Wawali Blitar Soal Refleksi 1 Tahun dan STMJ, Mengaku Tak Diundang

  • Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin saat refleksi 1 tahun pemerintahan di Monumen PETA tanpa kehadiran Wakil Wali Kota

    Tanpa Wawali Blitar, Mas Ibin ‘Pamer’ 70 Prestasi di Refleksi 1 Tahun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepemilikan tanah dengan Letter C, Petuk D, dan Girik mulai tahun 2026 tidak berlaku. Mulai urus sekarang juga !

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pamer Hummer Listrik 4,5 M, “Rahasia” Ketenaran Gus Iqdam Dibongkar Netizen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkab Blitar Tabrak KDMP, Tolak Alih Fungsi SDN Tlogo 2 karena Masih Dipakai 182 Siswa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In