• Login
Bacaini.id
Saturday, May 2, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

53 Tahun Bertahan, Usaha Kemoceng Bulu Ayam di Kediri Terus Eksis

ditulis oleh Editor
4 September 2023 08:21
Durasi baca: 2 menit
Sumaryoto berkutat dengan kesibukannya memproduksi kemoceng. Foto: Bacaini

Sumaryoto berkutat dengan kesibukannya memproduksi kemoceng. Foto: Bacaini

Bacaini.id, KEDIRI – Meskipun harus bersaing dengan peralatan rumah tangga yang serba canggih, di Kota Kediri ada rumah produksi kemoceng yang masih eksis. Menggunakan bahan lokal, proses produksi kemoceng juga dilakukan dengan cara tradisional.

Usaha kemoceng yang kini dikelola Slamet Sumaryoto berdiri di Kelurahan Blabak, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri. Pria paruh baya itu meneruskan usaha yang telah dirintis oleh orang tuanya sejak 53 tahun silam.

Masih sama seperti saat dikelola orang tuanya, kemoceng di rumah produksi Sumaryoto menggunakan bahan baku bulu ayam dan sabut kelapa. Untuk menjaga kualitasnya, bahan baku didatangkan langsung dari Pulau Dewata.

“Usaha bapak memang menjaga kualitas dengan tetap menggunakan bahan baku bulu ayam dan sabut kelapa pilihan dari Bali,” kata Citra, anak perempuan Sumaryoto di rumah produksinya, Minggu, 3 September 2023.

Ya, selain proses produksi, segala sesuatu berkaitan dengan usaha kemoceng ini memang dihandle oleh Citra. Mengingat usia bapaknya sendiri sudah tidak lagi muda. Secara keseluruhan, proses produksi juga dilakukan di rumah sederhana milik Sumaryoto.

Upaya untuk menjaga kualitas juga dilakukan dengan tetap menggunakan alat dan cara tradisional dalam proses produksi kemoceng. Dibantu lima orang karyawan dan jika tidak ada kendala berarti, Citra dan Sumaryoto bisa memproduksi sekitar 100 kemoceng setiap harinya.

“Paling sering itu kendalanya di bahan baku. Kadang ada, kadang gak ada. Kirimnya juga bisa cepat bisa lama,” aku Citra.

Seiring berjalannya waktu, usaha yang dirintis sejak tahun 70an itu semakin berkembang. Bahan baku sabut kelapa juga diolah menjadi keset dan sapu. Sementara bulu ayam digunakan untuk membuat berbagai aksesoris.

Selain itu dari segi pemasaran, jika dulunya hasil produksi hanya dijual di rumah produksi yang diberi nama UD Aneka Karya, sekarang Citra juga memanfaatkan media sosial dan toko digital.

Dari situlah pelanggan semakin ramai. Pesanan semakin banyak berdatangan. Tidak hanya di Kediri dan sekitarnya, melainkan juga dari berbagai daerah di Jawa Timur.

“Untuk pemasaran tidak ada kendala. Karena harga yang kita tetapkan juga standar, sesuai kualitas hasil produksi,” imbuh Citra berpromosi.

Penulis: AK.Jatmiko
Editor: Novira

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: kota kediriperajin kemoceng tradisional
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Penumpang menikmati fasilitas lounge di Stasiun Madiun dengan layanan transportasi terintegrasi dari KAI Daop 7

KAI Daop 7 Madiun Kembangkan Bisnis Non-Core, Hadirkan Lounge dan Integrasi Transportasi

Semaun tokoh gerakan buruh Indonesia

Sejarah May Day di Indonesia: Ajaran Semaun tentang Persatuan Buruh

Ilustrasi pajak. Foto:Istimewa

DJP Perpanjang Waktu Lapor SPT Badan

  • Maia Estianty memakai perhiasan red ruby di pernikahan El Rumi

    Red Ruby Maia Estianty Jadi Sorotan di Pernikahan El Rumi, Ini Mitos Merah Delima dalam Tradisi Nusantara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Blitar Disebut Dalam Bau Busuk Limbah Peternakan Ayam CV Bumi Indah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gibran Tinjau Bendungan Bagong di Trenggalek, Warga Sampaikan 5 Aspirasi Penting

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepemilikan tanah dengan Letter C, Petuk D, dan Girik mulai tahun 2026 tidak berlaku. Mulai urus sekarang juga !

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In