• Login
Bacaini.id
Saturday, May 30, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Kirab Mahesa Kini Jadi Bagian Sakral Nyadran Dam Bagong

ditulis oleh Editor
15 June 2023 19:31
Durasi baca: 2 menit
Bupati Trenggalek menunjukkan kerbau untuk ritual Nyadran Dam Bagong. Foto: Bacaini/Aby

Bupati Trenggalek menunjukkan kerbau untuk ritual Nyadran Dam Bagong. Foto: Bacaini/Aby

Bacaini.id, TRENGGALEK – Kirab Mahesa atau kerbau untuk ritual Nyadran Dam Bagong menjadi salah satu bagian sakral bagi masyarakat Kelurahan Ngantru, Trenggalek. Ini menjadi pertama kalinya dalam ritual nyadran yang digelar rutin setiap tahun.

Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin mencoba melakukan rekonstruksi kembali sejarah yang melatarbelakangi digelarnya Nyadran Dam Bagong. Dimana pada jaman dulu tokoh bernama Menak Sopal meminjam Gajah Putih milik Mbok Roro Krandon dan sesuai akadnya, gajah itu akan dikembalikan

Namun yang terjadi, akad pinjam dengan kenyataannya berbeda. Gajah Putih itu akhirnya disembelih sebagai syarat pembangunan Dam Bagong. Kini, hal itulah yang coba diubah oleh Bupati Arifin.

Menurutnya masyarakat Krandon sudah ikhlas jika gajah itu disembelih karena manfaatnya dirasakan oleh masyarakat luas. Dari sinilah kedua desa tersebut coba dijadikan satu rangkaian sebagai asal-usul dari upacara adat di Dam Bagong.

Awalnya, kerbau untuk nyadran disinggahkan dulu di Desa Kerjo selama satu malam baru kemudian dikirab menuju Pendopo Manggala Praja Nugraha Trenggalek. Lalu, Mahesa kembali dikirab menuju Dam Bagong.

Runtutan kirab dimulai dari Bregodo yang menyerahkan Mahesa kepada Bupati Trenggalek. Kemudian bupati menyerahkan kembali kerbau tersebut untuk dibawa ke Dam Bagong sekaligus dengan peralatan yang digunakan untuk proses penyembelihan.

“Jadi kegiatan hari ini sebenarnya kegiatan rutin tahunan, yaitu nyadran Dam Bagong ditandai dengan sedekahan daging kerbau kepada masyarakat di Desa Ngantru. Hari ini kita mencoba melebur dan menyatukan dengan niat sedekahan. Besok baru kita lakukan nyadran Dam Bagong,” ujar Bupati Arifin, Kamis, 15 Juni 2023.

Rangkaian kegiatan Nyadran Dam Bagong sudah dimulai pada hari Rabu, 14 Juni 2023 malam. Dijelaskannya bahwa nyadran ini merupakan wujud rasa syukur warga lingkungan sekitar dan petani yang sawahnya dialiri air dari Dam Bagong.

Mereka bersyukur karena sebelumnya Trenggalek merupakan rawa-rawa tandus yang kering ketika musim kemarau dan banjir ketika musim penghujan. Kondisi tersebut berubah saat Menak Sopal membangun bendungan kecil di Tlatah Mbagongan.

Sedangkan cerita-cerita lain dibalik pembangunan Dam Bagong, ada kisah penyembelihan Gajah Putih milik Mbok Roro Krandon menjadi cikal bakal upacara adat nyadran hingga saat ini.

“Cuma hewan yang disembelih digantikan dengan seekor kerbau,” imbuh Bupati Arifin.**

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Petis khas Jawa Timur dalam wadah tradisional yang menjadi bumbu legendaris sejak era Majapahit

Sejarah Petis Jawa Timur, Bumbu Warisan Majapahit Sejak Abad ke-10

Pengembangan fasilitas Stasiun Madiun oleh KAI Daop 7 Madiun dengan pembangunan peron tinggi dan perluasan area parkir

KAI Daop 7 Madiun Kembangkan Stasiun Madiun, Parkir Diperluas hingga Bangun Peron Tinggi

Latihan squat untuk menjaga kesehatan otot bokong atau glutes

Otot Bokong Ternyata Pengaruhi Umur Panjang, Ini Penjelasan Ahli Kesehatan

  • Panitia seleksi rekrutmen perangkat Desa Gogodeso Kabupaten Blitar menghentikan sementara tahapan seleksi akibat polemik peserta

    Rekrutmen Perangkat Desa Gogodeso di Blitar Ricuh, Siapa Bermain?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Red Ruby Maia Estianty Jadi Sorotan di Pernikahan El Rumi, Ini Mitos Merah Delima dalam Tradisi Nusantara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sinyal Tegas Wali Kota Blitar soal Dana Hibah KONI, Problem Hukum Samanhudi Jadi Kajian

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jejak Offshore di Balik Perusahaan Sawit Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Rasanya Sekolah Zaman Penjajahan Belanda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In