• Login
Bacaini.id
Wednesday, June 17, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Vendor Djajati Music Festival Mengeluh Belum Dibayar Manajemen Persik

ditulis oleh
6 September 2022 09:56
Durasi baca: 3 menit
Penampilan Padi Reborn di Tirtayasa Park. Foto: IG djajatimusicfestival

Penampilan Padi Reborn di Tirtayasa Park. Foto: IG djajatimusicfestival

Bacaini.id, KEDIRI – Sejumlah vendor (pihak yang menyediakan kebutuhan acara) penyelenggaraan Djajati Music Festival di Taman Tirtayasa, 23 Juli 2022 lalu mengeluh belum dibayar. Sampai sekarang mereka masih menunggu pelunasan dari manajemen Persik.

Salah satu pendukung kegiatan yang belum mendapat hak pelunasan adalah pemilik sound, lighting, panggung, dan genset. “Sampai sekarang saya menunggu pembayaran,” kata Yovi, pemilik sound asal Yogyakarta saat dihubungi Bacaini.id, Selasa, 5 September 2022.

Dia menceritakan, pertama kali mendapat order dari dua orang yang mengatasnamakan manajemen Persik Kediri. Di awal komitmen sebenarnya Yovi sudah meminta bayaran full usai Padi Reborn melakukan check sound.

Namun faktanya tak ada panitia yang mendatanginya untuk membicarakan pembayaran. Saat itu dirinya sudah mulai curiga dengan itikad manajemen untuk melunasi. Namun karena masih berharap manajemen Persik memegang janjinya, Yovi menunggu hingga Maghrib untuk dilakukan pelunasan.

“Ternyata juga tidak ada omongan, akhirnya kita sempat lakukan blackout (pemadaman lampu) panggung. Soalnya saya ini datang dari jauh, jadi dari awal saya minta dilunasi tepat hari H itu,” katanya.

Saat blackout itulah perwakilan manajemen baru mendekat dan meminta membuat komitmen baru. Mereka berjanji untuk melunasi dari uang penjualan tiket setelah acara berlangsung.

Dari sini Yovi sudah merasakan ketidakberesan. Saat itu sempat berpikir untuk menurunkan kembali peralatannya. “Kalau tidak dilanjutkan mereka akan lebih rugi. Penonton sudah banyak yang hadir, bintang tamu. Bahkan mereka bilang waktu itu pak bupati dan wali kota juga hadir, ya sudah kita nyalakan lagi,” ungkapnya.

Sayangnya, komitmen baru tersebut lagi-lagi tidak bisa dipenuhi. Saat pertunjukan selesai, Yovi bersama timnya malah diajak ke mess Persik untuk kembali membuat kesepakatan baru. Dalam surat tersebut disebutkan pelunasan akan dilakukan dalam waktu dua minggu ke depan (6 Agustus 2022). “Tapi sampai saat ini juga tidak ada kabar,” keluhnya.

Hingga saat ini, sebulan lebih penyelenggaran event tersebut, vendor acara belum menerima pelunasan pembayaran. Parahnya, bukan hanya Yovi yang ketiban sial, vendor yang lain juga belum menerima pembayaran dari manejemen Persik.

Hal ini disampaikan Hendra dari CV. Ulfa Merdeka. Sampai sekarang dia belum menerima pelunasan pembayaran dari Persik atas penyelenggaraan Djajati Music Festival.

Dalam pertemuan terakhir yang diikuti Hendra bersama sejumlah vendor, manajemen Persik kembali mengajukan kesepakatan baru. Hal ini tentu saja merugikan Hendra yang memiliki kewajiban pembayaran kepada para pekerja lapangan. “Belum ada kejelasan soal pelunasan sampai sekarang,” keluhnya.

Informasi yang dihimpun Bacaini.id, jumlah tunggakan manajemen Persik pada event tersebut mencapai Rp340 juta. Terdiri dari:

Pembayaran sound sistem senilai Rp50 juta.
Pembayaran armada transportasi Rp52 juta
Pembayaran manpower Rp19 juta
Pembayaran hotel sekitar Rp20 juta
Pembayaran dokumentasi acara sebesar Rp10 juta

Sementara itu manajemen Persik sampai berita ini dinaikkan belum memberikan pernyataan atas tunggakan tersebut.

Penulis: Novira Kharisma
Editor: HTW

Tonton video:

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: djajati music festivalKediripersik kediri
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Ilustrasi gerai Starbucks di Korea Selatan di tengah kontroversi promosi berbasis AI yang memicu boikot publik

Starbucks di Korea Selatan Diboikot Gegara Promo AI Singgung Tragedi Sejarah

Seniman Gunadi menjelaskan proses pembuatan patung Bung Karno setinggi lima meter di Istana Gebang Kota Blitar

Dibalik Patung Baru Soekarno di Blitar, Seniman Gunadi Sebut Karakter Bung Karno Paling Sulit

Warga mengikuti tradisi Baritan dan ritual bulan Suro di wilayah Blitar Jawa Timur

Tradisi Bulan Suro di Blitar: Dari Baritan hingga Larung Sesaji, Masih Dilestarikan Warga

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In