• Login
Bacaini.id
Monday, May 25, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Gara-Gara Hama, Petani Cabai di Jombang Gigit Jari

ditulis oleh Editor
7 June 2022 20:44
Durasi baca: 2 menit
Zaenuri menunjukkan cabai yang diserang hama. Foto: Bacaini/Syailendra

Zaenuri menunjukkan cabai yang diserang hama. Foto: Bacaini/Syailendra

Bacaini.id, JOMBANG – Sejumlah petani cabai di Desa Genukwatu, Kecamatan Ngoro, Jombang terpaksa gigit jari. Bersamaan dengan harga cabai yang melambung tinggi, tanaman mereka malah terserang hama patek dan juga jamur.

Selain berdampak pada hasil panen yang tidak maksimal, mereka masih harus keluar ongkos untuk pengobatan tanaman cabai miliknya. Zaenuri salah satunya, dia mengaku harus bekerja ekstra untuk mencegah penyebaran hama patek dan jamur yang telah menyerang sebagian tanaman di lahan miliknya.

“Penanganannya harus cepat. Harus segera dipisahkan, soalnya kalau kena hama, cabai lain yang masih sehat bisa langsung tertular,” kata Zaenuri kepada Bacaini.id, Selasa, 7 Juni 2022.

Menurutnya, tanaman cabai di lahan seluas satu hektare miliknya, sebagian besar telah diserang hama. Karena sudah menyebar, maka penanganan yang dilakukan menjadi lebih sulit. Berbagai macam obat sudah diberikan, tetapi hama tersebut tak kunjung tertangani.

Untuk memisahkan cabai yang terkena hama dan cabai yang masih sehat, tentu saja dia harus memetiknya satu persatu. Apalagi, dalam satu pohon cabai, ada sebagian yang sudah rusak dan sebagian lagi masih bagus.

Dikatakannya, cabai yang terserang hama harus segera dipetik agar segera bisa dijual, meski dengan harga rendah. Apesnya, sebagian cabai yang terserang hama adalah cabai yang masih hijau, sehingga lebih cepat kering bahkan mati.

“Saat ini harga cabai di pasaran memang tinggi, tapi kami tidak bisa maksimal memasoknya karena kualitas dan produktivitas tanaman menurun. Selain hama, cuaca hujan juga mempengaruhi kualitas panen,” terangnya.

Harga cabai rawit di sejumlah pasar tradisional di Jombang saat ini berada dikisaran Rp90 ribu perkilogram. Sedangkan petani menjual hasil panennya kepada tengkulak dengan harga antara Rp48 ribu hingga Rp50 ribu perkilogram, sesuai kualitas cabai itu sendiri.

Kondisi ini juga dikeluhkan oleh pedagang di pasar tradisional. Dalam hitungan hari saja, harga cabai melesat cepat. Selain cabai merah, harga cabai hijau dan cabai merah besar juga mengiringi kenaikan harga cabai rawit.

Maimanah, salah satu pedagang cabai di pasar mengakui kenaikan ini terjadi secara bertahap dan cepat. Rata-rata kenaikan harga sudah lebih dari Rp30 ribu. Sebut saja harga cabai rawit yang sebelumnya Rp35 ribu, sekarang sudah tembus lebih dari Rp90 ribu.

“Dampaknya banyak pelanggan yang mengurangi belanja agar bisa mencukupi seluruh kebutuhan bumbu dapur,” kata Maimanah.

Sementara itu, naiknya harga cabai ini juga diikuti dengan naiknya harga sejumlah komoditas lain yang dijual di pasar tradisional di Jombang.

Penulis: Syailendra
Editor: Novira

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: harga cabai mahalpetani cabai di Jombang
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Ilustrasi teror pocong. Foto: bacaini by AI

Teror Pocong, Hoaks yang Menjadi Modus Kriminal

Kepiting berjalan menyamping di pasir pantai sebagai hasil evolusi sejak Periode Jura Awal

Terjawab Mengapa Kepiting Berjalan Menyamping

Ilustrasi pelabuhan kuno Barus di pesisir Sumatra dengan perdagangan kapur barus pada masa dunia kuno

Jejak Kapur Barus dari Sumatra yang Diburu Dunia Kuno, Nama Barus Tercatat 1.800 Tahun Lalu

  • Maia Estianty memakai perhiasan red ruby di pernikahan El Rumi

    Red Ruby Maia Estianty Jadi Sorotan di Pernikahan El Rumi, Ini Mitos Merah Delima dalam Tradisi Nusantara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sinyal Tegas Wali Kota Blitar soal Dana Hibah KONI, Problem Hukum Samanhudi Jadi Kajian

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Rasanya Sekolah Zaman Penjajahan Belanda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepemilikan tanah dengan Letter C, Petuk D, dan Girik mulai tahun 2026 tidak berlaku. Mulai urus sekarang juga !

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In