• Login
Bacaini.id
Thursday, May 7, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Pemkot Kediri Tutup Pasar Hewan Selama 14 Hari

ditulis oleh Editor
27 May 2022 21:28
Durasi baca: 2 menit
Pasar Hewan di Kota Kediri akan ditutup. Foto: Ist

Pasar Hewan di Kota Kediri akan ditutup. Foto: Ist

Bacaini.id, KEDIRI – Penyakit mulut dan kuku (PMK) terdeteksi di beberapa wilayah di Kota Kediri. Dirasa mengkhawatirkan, Pemerintah Kota Kediri akan mulai menutup pasar hewan.

Direktur PD Pasar Kota Joyoboyo Kota Kediri, Ihwan Yusuf mengatakan penutupan pasar hewan akan dilakukan selama 14 hari mulai tanggal 28 Mei sampai 10 Juni 2022.

“Keputusan penutupan pasar hewan juga sudah dilakukan di beberapa wilayah termasuk Kabupaten Kediri dan Nganjuk. Hal ini untuk mengantisipasi masuknya pedagang dari luar Kota Kediri yang lebih berpotensi menjadi penyebaran,” terang Ihwan, Jumat, 27 Mei 2022.

Menurut Ihwan, pasar hewan di Kota Kediri kebanyakan didominasi sapi dan kambing yang sangat rentan terpapar PMK, seperti pasar hewan yang ada di Jalan Raung, Kelurahan Tamanan. Untuk merealisasikan rencana ini, sebelumnya pihak PD pasar telah melakukan sosialisasi terkait kebijakan ini, terutama kepada para pedagang di pasar hewan.

“Sejak kemarin (Kamis, 26 Mei 2022) kami sudah melakukan sosialiasi. Meskipun beberapa ada yang menolak, tapi kami terus berikan pemahaman bahwa hal ini merupakan langkah antisipatif guna mencegah penyebaran PMK, terlebih menjelang hari raya kurban tahun ini,” jelasnya.

Sementara itu, dokter hewan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Kediri Pujiono, mengatakan sempat ada laporan gejala yang mengarah ke PMK, namun setelah dilakukan pemeriksaan hasilnya negatif.

“Jadi sampai saat ini belum ada kasus positif PMK di Kota Kediri. Kebijakan penutupan pasar hewan ini sebagai upaya kami untuk mempertahankan kondisi ini sekaligus mencegah masuknya PMK ke Kota Kediri,” ungkap dokter Puji.

Selain itu, dokter Puji juga menegaskan kepada siapapun untuk tidak melakukan kunjungan ke kandang sapi, termasuk petugas DKPP sekaligus masyarakat Kota Kediri. Meskipun penyakit ini tidak menulari manusia, tetapi manusia lah yang berpotensi menyebarkan virus tersebut ke hewan ternak.

“Penyebaran PMK ini sangat cepat, jika dalam satu kandang ada yang kena, bisa dipastikan semuanya juga kena,” imbuhnya.

Lebih lanjut, dokter Puji mengimbau kepada masyarakat untuk tidak panik jika menemui gejala PMK pada hewan ternaknya. Sebab penyakit ini bisa disembuhkan dengan diberikan antibiotik, penurun panas, dan pereda rasa nyeri.

“Memperhatikan asupan makanan ternak sangat penting, jika biasanya satu bongkok bisa ditambah hingga satu setengah bongkok. Jangan lupa berikan multivitamin untuk menjaga daya tahan ternak seperti kunir, pepaya dan jamu tradisional lain,” tandasnya.

Penulis: Novira

https://www.youtube.com/watch?v=-kcblebGSoE
Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: pemkot kediripenyakit mulut dan kuku
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Fenomena awan pelangi atau cloud iridescence terlihat berwarna-warni di langit wilayah Jabodetabek

Fenomena Awan Pelangi Viral, Ini Penjelasan Sains dan Maknanya dalam Primbon Jawa

lomba balap dayung perahu tradisional di Pantai Mutiara Trenggalek

Lomba Balap Dayung Tradisional di Pantai Mutiara Trenggalek Tarik Animo Wisatawan

Nelayan Pantai Prigi Trenggalek menyiapkan kapal di tengah kenaikan harga solar industri

Harga Solar Industri Naik, Nelayan Prigi Trenggalek Keluhkan Biaya Melaut Membengkak

  • Maia Estianty memakai perhiasan red ruby di pernikahan El Rumi

    Red Ruby Maia Estianty Jadi Sorotan di Pernikahan El Rumi, Ini Mitos Merah Delima dalam Tradisi Nusantara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Rasanya Sekolah Zaman Penjajahan Belanda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Blitar Disebut Dalam Bau Busuk Limbah Peternakan Ayam CV Bumi Indah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gibran Tinjau Bendungan Bagong di Trenggalek, Warga Sampaikan 5 Aspirasi Penting

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kedatangan KPK ke Blitar Picu Rumor OTT, Jubir Pastikan Hanya Sosialisasi Pencegahan Korupsi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In