• Login
Bacaini.id
Thursday, March 5, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Fenomena Perang Sarung di Kediri

ditulis oleh
29 April 2022 09:44
Durasi baca: 3 menit
Anggota Satpol PP Kota Kediri menjaga jembatan lama usai terjadi perang sarung. Foto: Satpol PP

Anggota Satpol PP Kota Kediri menjaga jembatan lama usai terjadi perang sarung. Foto: Satpol PP

Bacaini.id, KEDIRI – Aksi perang sarung belakangan marak terjadi di sejumlah daerah, termasuk Kediri. Sebuah video viral di media sosial yang merekam aksi perang sarung kelompok remaja secara brutal.

Perang sarung yang terjadi di bulan ramadan itu diketahui melibatkan dua kelompok pemuda dari Desa Sekoto, Kecamatan Badas melawan pemuda Desa Gadungan, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri. Bukan sekedar hiburan, perang sarung yang mereka lakukan merupakan bagian dari aksi tawuran.

Karenanya ujung sarung yang dipergunakan untuk memukul lawan diisi dengan berbagai benda mematikan seperti batu. Jika mengenai anggota tubuh lawan, dipastikan akan menimbulkan cedera.

baca ini Tarung Sarung Tradisi Warga Bugis Menjaga Kehormatan

Kapolres Kediri AKBP Agung Setyo Nugroho membenarkan jika perang sarung tersebut merupakan aksi tawuran antar kelompok remaja. Saat insiden terjadi, petugas kepolisian langsung melakukan penyisiran di lokasi. Hasilnya, petugas mengamankan sejumlah remaja yang terlibat perang sarung tersebut.

“Kejadiannya Hari Rabu (27 April 2022) dini hari setelah sahur. Para remaja itu berada di satu lokasi dan terjadi cek cok, selanjutnya terjadilah perang sarung tersebut,” kata Agung Setyo kepada Bacaini.id, Kamis, 28 April 2022.

Untuk menyelesaikannya, polisi menghubungi kepala desa masing-masing. Selanjutnya mereka dipertemukan untuk meluruskan masalah, dan melakukan kesepakatan damai. Tidak ada yang ditahan atau menjalan proses hukum dalam insiden itu.

“Karena keseluruhan pelaku adalah remaja di bawah umur, maka kami wajibkan lapor setiap tiga kali seminggu. Kami juga mengimbau kepada kepala desa untuk memberikan pengarahan kepada mereka agar tidak terjadi perang sarung susulan,” kata Kapolres.

Peristiwa tersebut bukan pertama kali terjadi. Sebelumnya masih di bulan ramadan, sekelompok remaja terlibat perang sarung di jembatan lama dekat Jembatan Brawijaya Kota Kediri. Aksi itu viral di media sosial setelah sebuah akun Facebook menyiarkan rekaman tawuran tersebut. Hingga kini tak ada satupun pihak yang mengaku bertanggung jawab atas kejadian tersebut.

Sarung yang telah dimodifikasi untuk alat tawuran. Foto: istimewa

Penelusuran Bacaini.id mendapati jika perang sarung juga terjadi di berbagai daerah di Indonesia. Tradisi leluhur Bugis itu telah bergeser menjadi sarana tawuran secara bar bar. Ujung sarung mereka lilitkan dengan benda-benda mematikan seperti batu, pisau, gergaji, dan parang agar bisa melukai lawan.

Di tangan mereka, perang sarung yang merupakan ritual terhormat warga Bugis telah kehilangan nilai. Alih-alih menjaga kehormatan keluarga, pertarungan yang mereka lakukan justru dipicu hal-hal sepele seperti saling ejek, geber motor, atau sekedar urusan perempuan. Itupun dilakukan secara keroyokan dan jauh dari kehormatan petarung Bugis yang berduel satu lawan satu.

Fakta lain mengungkap jika tradisi perang sarung yang dilakukan para remaja itu tidak berhubungan langsung dengan tradisi tarung sarung warga Bugis. “Sejak kecil saya sudah sering main pukul-pukulan pakai sarung,” kata Budi Sutrisno, warga Kelurahan Bence, Kota Kediri yang saat ini sudah berusia 51 tahun.

Di kampung asalnya Kabupaten Nganjuk, perang sarung sudah menjadi kebiasaan anak-anak usai pulang tarawih. Mereka memelintir kain sarung hingga menyerupai tongkat agar bisa dipukul-pukulan kepada lawan.

Caranya, ujung sarung diikat (dibundeli) sebagai ujung pemukul. Jika mengenai anggota tubuh lawan akan terasa sedikit sakit meski tidak mematikan. Kegiatan ini marak dilakukan saat ramadan karena intensitas anak-anak memakai sarung cukup tinggi.

Penulis: AK. Jatmiko, Novira, HTW

Tonton video:

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: Kediriperang sarungpolres kediritarung sarungtawuran
Advertisement Banner

Comments 1

  1. Pingback: Tarung Sarung, Tradisi Warga Bugis Menjaga Kehormatan - Bacaini.id

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Bupati Pekalongan Fadia Arafiq mengenakan rompi tahanan KPK setelah terjaring OTT kasus korupsi proyek outsourcing

Profil Fadia Arafiq yang Terjaring OTT KPK, Kasus Outsourcing Guncang Bupati Pekalongan

Alat berat breaker dan ekskavator membersihkan material longsor di jalur nasional KM 16 Trenggalek-Ponorogo

Target 2 Hari, Jalur Trenggalek-Ponorogo di KM 16 Bisa Kembali Diakses Usai Longsor

Buah blewah segar berwarna jingga dengan serutan daging buah dalam mangkuk, kaya air dan vitamin, cocok untuk berbuka puasa

Kenapa Blewah Baik untuk Puasa? Ini Manfaat Kesehatannya

  • Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin saat refleksi 1 tahun pemerintahan di Monumen PETA tanpa kehadiran Wakil Wali Kota

    Tanpa Wawali Blitar, Mas Ibin ‘Pamer’ 70 Prestasi di Refleksi 1 Tahun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepemilikan tanah dengan Letter C, Petuk D, dan Girik mulai tahun 2026 tidak berlaku. Mulai urus sekarang juga !

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pamer Hummer Listrik 4,5 M, “Rahasia” Ketenaran Gus Iqdam Dibongkar Netizen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puluhan Disabilitas Geruduk Dinsos Tulungagung, Bansos BPNT dan PKH Mandek Hingga Setahun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In