• Login
Bacaini.id
Wednesday, May 6, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Or-Saor, Tradisi Pemuda Bangkalan Bangunkan Sahur

ditulis oleh Editor
21 April 2022 09:04
Durasi baca: 2 menit
Tradisi Or-saor modern pemuda Bangkalan. Foto: Bacaini/Rusdi

Tradisi Or-saor modern pemuda Bangkalan. Foto: Bacaini/Rusdi

Bacaini.id, BANGKALAN – Membangunkan sahur keliling dengan memakai kentongan bambu masih ternyata masih belum luntur. Tradisi Ramadan yang disebut or-saor (sahur-sahur) ini masih dilakukan warga di sejumlah wilayah di Bangkalan.

Or-saor biasanya dilakukan sejumlah pemuda yang berkeliling desa dengan berjalan kaki sambil membunyikan kentongan beserta alat bunyi yang lain. Mereka juga bershalawat mengikuti irama musik dan sambil meneriakkan kata saor atau sahur untuk membangunkan warga.

Namun seiring berkembangnya zaman, tradisi or-saor juga dilakukan dengan menggunakan alat yang lebih canggih yang disebut musik patrol layaknya peralatan yang digunakan untuk orkes musik. Musik patrol juga tidak dilakukan dengan jalan kaki, mereka berkeliling dengan naik truk.

Tidak kalah seru, para pemuda yang juga memainkan alat musik modern itu berada di atas truk berkeliling dari desa ke desa hingga lintas kecamatan sambil bernyanyi. Kegiatan membangunkan sahur ini mereka lakukan usai tadarus Al-Quran sekitar pukul 12 malam sampai pukul 03.00 WIB.

Pemuda Desa Banyubunih, Bangkalan, Badrut Tamam mengatakan tradisi or-saor modern tersebut tidak semata-mata hanya untuk membangunkan orang untuk sahur. Lebih dari itu, tradisi ini dilakukan untuk memperkuat silaturahmi antar pemuda lintas desa, kecamatan bahkan hingga kabupaten.

“Kalau dulu, tradisi membangunkan warga untuk sahur itu dilakukan dengan alat seadanya saja, cukup dengan pentungan dan satu buah drum sudah cukup, sekarang jauh lebih modern dan lebih lengkap alat musiknya,” kata Badrut kepada Bacaini.id, Rabu, 20 April 2022.

Menurutnya, tradisi musik patrol ini hanya dilakukan khusus selama bulan suci Ramadan. Selain bershalawat, para pemuda itu juga menyanyikan lagu-lagu dangdut kekinian layaknya orkes musik di atas panggung.

“Itu salah satu yang kita maksud sebagai ajang silaturahmi, untuk memperbanyak teman di lintas daerah.  Tentunya ini menjadi kebiasaan baru yang bahkan sudah menjadi budaya saat bulan puasa tiba,” terangnya.

Pemuda itu juga menambahkan munculnya musik patrol pada awalnya dari Desa Banyubunih antara tahun 2014-2015 silam. Saat itu musik patrol dilakukan terpusat di simpang tiga ujung utara Desa Banyubunih. Namun seiring berjalannya waktu hingga saat ini, musik patrol dilakukan dengan berkeliling menggunakan kendaraan truk.

“Semoga pemuda Banyubunih terus kompak, sehingga tradisi musik patrol ini terus konsisten dilakukan setiap tahun di bulan puasa,” pungkasnya.

Penulis: Rusdi
Editor: Novira

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: bangkalansahur kelilingtradisi ramadan
Advertisement Banner

Comments 1

  1. Pingback: Perubahan Iklim, Suhu Udara Naik 1,5 Derajat Celcius Tahun 2030 - Bacaini.id

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Fenomena awan pelangi atau cloud iridescence terlihat berwarna-warni di langit wilayah Jabodetabek

Fenomena Awan Pelangi Viral, Ini Penjelasan Sains dan Maknanya dalam Primbon Jawa

lomba balap dayung perahu tradisional di Pantai Mutiara Trenggalek

Lomba Balap Dayung Tradisional di Pantai Mutiara Trenggalek Tarik Animo Wisatawan

Nelayan Pantai Prigi Trenggalek menyiapkan kapal di tengah kenaikan harga solar industri

Harga Solar Industri Naik, Nelayan Prigi Trenggalek Keluhkan Biaya Melaut Membengkak

  • Maia Estianty memakai perhiasan red ruby di pernikahan El Rumi

    Red Ruby Maia Estianty Jadi Sorotan di Pernikahan El Rumi, Ini Mitos Merah Delima dalam Tradisi Nusantara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Rasanya Sekolah Zaman Penjajahan Belanda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Blitar Disebut Dalam Bau Busuk Limbah Peternakan Ayam CV Bumi Indah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kedatangan KPK ke Blitar Picu Rumor OTT, Jubir Pastikan Hanya Sosialisasi Pencegahan Korupsi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gibran Tinjau Bendungan Bagong di Trenggalek, Warga Sampaikan 5 Aspirasi Penting

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In