• Login
Bacaini.id
Thursday, April 16, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

18 Desa di Tulungagung Tak Terjangkau Internet

ditulis oleh Editor
25 February 2022 18:01
Durasi baca: 2 menit
Seseorang membuka gambar no signal di layar HP. Foto: Bacaini/Setiawan

Seseorang membuka gambar no signal di layar HP. Foto: Bacaini/Setiawan

Bacaini.id, TULUNGAGUNG – Sebanyak 18 desa di Tulungagung hingga kini belum terjangkau sinyal (blank spot). Akibatnya, masyarakat kesulitan mengakses informasi, apalagi kebijakan sekolah daring bagi pelajar.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Kabupaten Tulungagung, Samrotul Fuad mengatakan 18 desa yang belum terjangkau jaringan telekomunikasi atau blank spot tersebut tersebar di tujuh kecamatan. Rata-rata wilayah yang masuk blank spot berada di dataran tinggi.

Berdasarkan data Diskominfo desa yang masuk blank spot diantaranya; Desa Babadan Kecamatan Karangrejo, Desa Pucanglaban Kecamatan Kauman, Desa Wonorejo, Penjor, Kradinan, Pagerwojo Kecamatan Pagerwojo, Desa Kedoyo Kecamatan Sendang, Desa Keboireng, Besuki Kecamatan Besuki, Desa Ngrejo, Ngepoh, Tenggarejo, Pakisrejo Kecamatan Tanggunggunung, Desa Panggungkalak, Sumberbendo, Kaligentong, Manding, Panggunguni Kecamatan Pucanglaban.

“Tapi blak spot itu tidak terjadi di seluruh desa, melainkan berbasis RT dan di lokasi tertentu. Jadi masih ada beberapa tempat yang terakses sinyal meski masuk wilayah blank spot,” paparnya.

Fuad menjelaskan ada beberapa faktor yang menyebabkan belasan desa di Tulungagung masuk dalam blank spot. Yakni, faktor geografis dan faktor bisnis. Rata-rata wilayah yang berada di pegunungan memang sulit dijangkau oleh sinyal.

“Selain itu, wilayah yang kini masuk blank spot yang minim minat pengusaha untuk mengembangkan bisanis di wilayah itu. Karena pengusaha menilai wilayah tersebut tidak menguntungkan untuk bisnis,” ujarnya.

Menurutnya, permasalahan blank spot tentu sangat berpengaruh pada masyarakat. Seperti saat ini, dimana pemerintah tengah memberlakukan kebijkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) kepada siswa. Tentu saja siswa akan kesulitan, karena tidak sinyal untuk mengakses internet.

“Tapi selama ini kami belum berkoordinasi dengan dinas terkait tentang PJJ siswa yang berasal dari wilayah blank spot,” ungkapnya.

Fuad akan berupaya bekerjasama dengan provider agar program internet masuk desa dapat terealisasi. Dalam hal ini pihaknya akan memberikan rekomendasi penambahan menara provider.

“Jadi bukan kami yang mendirikan menara, tapi provider,” imbuhnya.

Sementara itu, salah satu warga Desa Pagerwojo, Yulianti mengungkapkan tidak adanya sinyal membuatnya kesulitan mengakses informasi. Bahkan untuk berkomunikasi menggunakan HP saja, dia harus mencari tempat yang sekiranya terdapat sinyal. Kondisi ini sudah terjadi sejak lama. Sampai saat ini, dia masih harus mondar-mandir mencari sinyal untuk megakses internet.

“Waduh apalagi kalau anak-anak saya sekolah online, pasti bingung sekali. Bahkan saya sampai ke kota agar anak saya bisa bersekolah. Karena saya sendiri juga belum tentu menguasai pelajaran mereka,” akunya.

Penulis: Setiawan
Editor: Novira

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: area blank spotkabupaten tulungagungPemkab Tulungagung
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

KPK melakukan penggeledahan di Pendopo Tulungagung

KPK Kembali Obok-obok Pendopo Tulungagung Bersama Kabag Umum

penggerebekan konten porno di hotel tulungagung oleh polisi

Nekat Produksi Konten Porno di Hotel Tulungagung, Dua Kreator Asal Kediri Ditangkap Polisi

Program redistribusi tanah di Blitar memberi kepastian hukum bagi petani sekaligus membuka akses ekonomi yang lebih luas. Foto: Bupati Blitar Rijanto menyerahkan sertifikat kepada warga (foto/ist)

72 Sertifikat Tanah Dibagikan, Bukti Nyata Keberpihakan Pemkab Blitar ke Petani

  • Petani di Ponorogo mengelola lahan pertanian sebagai bagian dari upaya swasembada pangan nasional

    Ponorogo dan Panggilan Sejarah: Dari Daerah Agraris Menuju Penyangga Kedaulatan Pangan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wasiat Yai Mim yang Membuat Keluarga di Blitar Tidak Diam, Dimakamkan Sesuai Keinginan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pj. Sekda Kota Kediri Segera Diganti, Ditunjuk dari Pemkot Kediri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemblokiran TPA Klotok Picu Krisis Sampah di Kota Kediri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Waktunya Jual Emas! Harga Antam Hari Ini Tembus Rp2,89 Juta per Gram, Rekor Tertinggi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In