• Login
Bacaini.id
Wednesday, May 13, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Balada Kue Rangin, Jajanan Tradisional Yang Mulai Dilupakan

ditulis oleh
14 November 2021 12:17
Durasi baca: 3 menit
Makmun, penjual kue rangin asal Bandung. Foto: Bacaini/Novira

Makmun, penjual kue rangin asal Bandung. Foto: Bacaini/Novira

Bacaini.id, KEDIRI – Kegiatan belajar di sekolah kembali dimulai. Keramaian di luar gedung sekolah kembali terlihat, termasuk mengerubuti penjual kue rangin.

Kue rangin adalah jajanan abadi. Sejak dulu sampai sekarang kuliner yang diolah dari tepung beras ini tak pernah kehilangan peminat. Rasa dan bentuknya juga selalu konsisten, setengah bundar menyerupai perahu dengan taburan gula pasir di atasnya.

Secara visual kue rangin mirip pukis, namun lebih kecil. Loyang cetakannya juga hampir sama, terdiri dari deretan logam cekung untuk mencetak adonan yang dipanggang di atas bara api. Selain gurih dan manis, kue rangin menjadi favorit anak-anak sekolah karena harganya yang murah.

Meski bertahan di tengah gempuran zaman, keberadan penjual rangin masih bisa ditemui. Di Kota Kediri, salah satunya adalah Makmun. Makmun adalah perantau dari Bandung yang hijrah di Kediri sejak tahun 2001. “Saya tinggalkan anak istri di Bandung. Di sini jualan rangin,” katanya kepada Bacaini.id, Minggu, 14 November 2021.

Berjualan rangin, menurut Makmun, tak seperti dulu. Meski tetap memiliki pelanggan, namun jumlah peminat kue rangin makin hari makin menurun. Membanjirnya jajanan pabrikan yang dijual murah di sekolah menjadi faktor terbesar tergusurnya kue rangin. “Justru yang beli kebanyakan orang dewasa, mungkin nostalgia jajanan tradisional,” tambah Makmun.

Kue rangin memang pernah merajai bisnis kuliner jalanan pada medio 1990-an. Saat itu penjual kue rangin nyaris ada di depan gerbang sekolah. Ada yang membawa kotak dengan dibonceng sepeda angin, atau dipikul seperti yang dilakukan Makmun saat ini.

Cara pembuatan kue rangin yang mudah memang tak membutuhkan banyak peralatan. Adonannya terbuat dari tepung beras, santan kental, santan cair, garam, gula pasir, telur dan kelapa muda parut. Adonan itu sudah dipersiapkan di rumah kos Makmun di Kelurahan Ngadisimo.

Jika ada pembeli, adonan itu dituang ke atas cetakan kue rangin. Kemudian dipanggang di atas api kecil hingga benar-benar matang. Agar tidak lengket, permukaan loyang diolesi mertega atau minyak goreng.

Dikatakan matang setelah teksturnya mulai kering di bagian pinggir. Warnanya pun berubah coklat. Jika sudah demikian, buru-buru adonan itu diangkat dari cetakan dan membiarkan bagian dalam rangin dalam kondisi lembek.

Rasa kue rangin original adalah gurih asin. Bagi yang menyukai rasa manis, bisa menambahkan taburan gula putih halus di atasnya. “Saya persilahkan pembeli menambahkan gula sendiri,” kata Makmun.

Kue rangin dibuat hanya jika ada pembeli. Sebab kue ini terasa nikmat jika disantap dalam kondisi hangat atau panas. Harganya masih murah, Rp 500 per pcs. Biasanya pembeli memesan Rp 5.000 untuk 10 pcs.

Dimulainya kembali kegiatan sekolah memberi harapan bagi Makmun. Murid-murid adalah konsumen terbesarnya.

Selama pandemi berlangsung dia terpaksa memikul dagangan keliling kampung. Biasanya dia beristirahat di Pasar Pahing sebelum berjalan lagi menuju rumah kosnya untuk makan siang dan istirahat.

Selepas Dhuhur Makmun kembali berkeliling ke arah berbeda. Biasanya dia berhenti di area pasar Gudang Garam hingga menjelang Maghrib. Sejak ditinggal anak-anak, pembeli kue rangin lebih banyak ibu-ibu. Sehingga dia lebih memilih berjualan di pasar.

Omzetnya juga anjlok. Jika sebelum pandemi dia bisa membawa 8-9 kg adonan, kini hanya membawa 4 kg saja. “Semoga semuanya kembali normal, saya bisa memboyong keluarga ke Kediri,” katanya.

Penulis: Novira Kharisma
Editor: HTW

Tonton video:

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: jajanankuliner tradisionalrangin
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Batu rubi jumbo 11.000 karat temuan terbaru di Mogok Myanmar

Rubi Jumbo 11.000 Karat Hebohkan Myanmar, Batu Mulia Terbaik

Ahmad Dhani dan Maia Estianty sambut kelahiran cucu pertama berweton Minggu Pahing

Cucu Ahmad Dhani Lahir Minggu Pahing, Ini Watak dan Karakternya Menurut Primbon Jawa

Aktivitas pedagang di Pasar Pahing kota Kediri. Foto:bacaini/AK Jatmiko

Rupiah Terjun Bebas, Ini Dampaknya Bagi Rakyat Kecil

  • Maia Estianty memakai perhiasan red ruby di pernikahan El Rumi

    Red Ruby Maia Estianty Jadi Sorotan di Pernikahan El Rumi, Ini Mitos Merah Delima dalam Tradisi Nusantara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Rasanya Sekolah Zaman Penjajahan Belanda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Blitar Disebut Dalam Bau Busuk Limbah Peternakan Ayam CV Bumi Indah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepemilikan tanah dengan Letter C, Petuk D, dan Girik mulai tahun 2026 tidak berlaku. Mulai urus sekarang juga !

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In