• Login
Bacaini.id
Tuesday, March 3, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Balada Kue Rangin, Jajanan Tradisional Yang Mulai Dilupakan

ditulis oleh
14 November 2021 12:17
Durasi baca: 3 menit
Makmun, penjual kue rangin asal Bandung. Foto: Bacaini/Novira

Makmun, penjual kue rangin asal Bandung. Foto: Bacaini/Novira

Bacaini.id, KEDIRI – Kegiatan belajar di sekolah kembali dimulai. Keramaian di luar gedung sekolah kembali terlihat, termasuk mengerubuti penjual kue rangin.

Kue rangin adalah jajanan abadi. Sejak dulu sampai sekarang kuliner yang diolah dari tepung beras ini tak pernah kehilangan peminat. Rasa dan bentuknya juga selalu konsisten, setengah bundar menyerupai perahu dengan taburan gula pasir di atasnya.

Secara visual kue rangin mirip pukis, namun lebih kecil. Loyang cetakannya juga hampir sama, terdiri dari deretan logam cekung untuk mencetak adonan yang dipanggang di atas bara api. Selain gurih dan manis, kue rangin menjadi favorit anak-anak sekolah karena harganya yang murah.

Meski bertahan di tengah gempuran zaman, keberadan penjual rangin masih bisa ditemui. Di Kota Kediri, salah satunya adalah Makmun. Makmun adalah perantau dari Bandung yang hijrah di Kediri sejak tahun 2001. “Saya tinggalkan anak istri di Bandung. Di sini jualan rangin,” katanya kepada Bacaini.id, Minggu, 14 November 2021.

Berjualan rangin, menurut Makmun, tak seperti dulu. Meski tetap memiliki pelanggan, namun jumlah peminat kue rangin makin hari makin menurun. Membanjirnya jajanan pabrikan yang dijual murah di sekolah menjadi faktor terbesar tergusurnya kue rangin. “Justru yang beli kebanyakan orang dewasa, mungkin nostalgia jajanan tradisional,” tambah Makmun.

Kue rangin memang pernah merajai bisnis kuliner jalanan pada medio 1990-an. Saat itu penjual kue rangin nyaris ada di depan gerbang sekolah. Ada yang membawa kotak dengan dibonceng sepeda angin, atau dipikul seperti yang dilakukan Makmun saat ini.

Cara pembuatan kue rangin yang mudah memang tak membutuhkan banyak peralatan. Adonannya terbuat dari tepung beras, santan kental, santan cair, garam, gula pasir, telur dan kelapa muda parut. Adonan itu sudah dipersiapkan di rumah kos Makmun di Kelurahan Ngadisimo.

Jika ada pembeli, adonan itu dituang ke atas cetakan kue rangin. Kemudian dipanggang di atas api kecil hingga benar-benar matang. Agar tidak lengket, permukaan loyang diolesi mertega atau minyak goreng.

Dikatakan matang setelah teksturnya mulai kering di bagian pinggir. Warnanya pun berubah coklat. Jika sudah demikian, buru-buru adonan itu diangkat dari cetakan dan membiarkan bagian dalam rangin dalam kondisi lembek.

Rasa kue rangin original adalah gurih asin. Bagi yang menyukai rasa manis, bisa menambahkan taburan gula putih halus di atasnya. “Saya persilahkan pembeli menambahkan gula sendiri,” kata Makmun.

Kue rangin dibuat hanya jika ada pembeli. Sebab kue ini terasa nikmat jika disantap dalam kondisi hangat atau panas. Harganya masih murah, Rp 500 per pcs. Biasanya pembeli memesan Rp 5.000 untuk 10 pcs.

Dimulainya kembali kegiatan sekolah memberi harapan bagi Makmun. Murid-murid adalah konsumen terbesarnya.

Selama pandemi berlangsung dia terpaksa memikul dagangan keliling kampung. Biasanya dia beristirahat di Pasar Pahing sebelum berjalan lagi menuju rumah kosnya untuk makan siang dan istirahat.

Selepas Dhuhur Makmun kembali berkeliling ke arah berbeda. Biasanya dia berhenti di area pasar Gudang Garam hingga menjelang Maghrib. Sejak ditinggal anak-anak, pembeli kue rangin lebih banyak ibu-ibu. Sehingga dia lebih memilih berjualan di pasar.

Omzetnya juga anjlok. Jika sebelum pandemi dia bisa membawa 8-9 kg adonan, kini hanya membawa 4 kg saja. “Semoga semuanya kembali normal, saya bisa memboyong keluarga ke Kediri,” katanya.

Penulis: Novira Kharisma
Editor: HTW

Tonton video:

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: jajanankuliner tradisionalrangin
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin saat refleksi 1 tahun pemerintahan di Monumen PETA tanpa kehadiran Wakil Wali Kota

Tanpa Wawali Blitar, Mas Ibin ‘Pamer’ 70 Prestasi di Refleksi 1 Tahun

Puluhan disabilitas geruduk Kantor Dinsos Tulungagung memprotes bansos BPNT dan PKH yang tidak cair

Puluhan Disabilitas Geruduk Dinsos Tulungagung, Bansos BPNT dan PKH Mandek Hingga Setahun

Kalender Maret 2026 menampilkan jadwal libur sekolah Lebaran mulai 16–27 Maret, termasuk libur nasional Hari Suci Nyepi dan Idul Fitri serta rangkaian cuti bersama

Libur Sekolah Lebaran 2026 Dimulai 16 Maret, Cek Rangkaian Cuti Bersama dan Libur Nasional

  • Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin saat refleksi 1 tahun pemerintahan di Monumen PETA tanpa kehadiran Wakil Wali Kota

    Tanpa Wawali Blitar, Mas Ibin ‘Pamer’ 70 Prestasi di Refleksi 1 Tahun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepemilikan tanah dengan Letter C, Petuk D, dan Girik mulai tahun 2026 tidak berlaku. Mulai urus sekarang juga !

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puluhan Disabilitas Geruduk Dinsos Tulungagung, Bansos BPNT dan PKH Mandek Hingga Setahun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pensiunan Polisi di Blitar Tewas Tergantung di Gudang Rumah, Diduga Ada Masalah Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In