• Login
Bacaini.id
Friday, June 26, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Kisah Persikmania, Nyeberang Laut Bawa 50 Ribu

ditulis oleh
17 October 2021 14:27
Durasi baca: 2 menit
Persikmania. Foto: Persik.co.id

Persikmania. Foto: Persik.co.id

Bacaini.id, KEDIRI – Perjuangan klub sepak bola Persik Kediri melakoni kompetisi Liga Indonesia tak lepas dari dukungan dari Persikmania. Fans fanatik skuad Macan Putih ini dianggap memiliki loyalitas dan totalitas sebagai pemain ke-12.

Dua orang suporter Persik diketahui berangkat dari Kediri menuju Palembang dengan modal pas-pasan. Ajaibnya, keduanya bisa tiba di Palembang hanya dengan uang saku Rp 50 ribu.

Peristiwa ini terjadi saat Persik bertolak ke Palembang untuk melakoni laga 8 besar Liga 2 di Stadion Jakabaring Palembang, Minggu, 8 Agustus 2010. Demi memberi dukungan tim yang mereka cintai, dua suporter ini berangkat dari Kediri menuju Palembang. “Mereka hanya bawa uang lima puluh ribu,” kata Benny Kurniawan, mantan Manager Persik dalam Podcast akun channel YouTube Bacaini Official.

Dengan uang tersebut, dua suporter yang tidak disebutkan identitasnya tersebut bertolak dengan menumpang truk. Setelah sambung menyambung tumpangan, keduanya akhirnya tiba di Palembang.

Mendapati dua pendukung timnya berjuang keras berangkat ke Palembang, Benny sangat terharu. Dia menjanjikan akan memberangkatkan mereka ke Denpasar jika Persik lolos dalam pertandingan itu. “Saya tawari tiket pesawat, tapi mereka memilih naik bus,” kata Benny mengenang peristiwa itu.

Jika ada kekuatan yang bisa mempengaruhi tim, menurut Benny hanyalah suporter. Karena itu suara suporter akan sangat didengar oleh manajemen dalam pengelolaan klub.

Boikot Suporter

Sebagai klub yang makan asam garam melakoni kompetisi, kisah pahit dengan suporter pernah mereka alami. Salah satunya saat para suporter Persik memboikot klub mereka dan menolak memberi dukungan di lapangan.

Hal ini terjadi saat muncul silang pendapat antara Persikmania dengan manajemen, yang menuntut kejelasan legalitas klub. Merasa diabaikan oleh pengurus kala itu, para suporter melakukan aksi boikot dengan menolak datang ke stadion saat Persik berlaga.

Kondisi ini sempat mempengaruhi psikologis pemain dan manajemen. Sebab bagaimanapun peran suporter terhadap klub sangat besar. “Kami berusaha membangun komunikasi dengan suporter, jika manajemen punya salah kami minta maaf. Alhamdulillah mereka mau ke tribun kembali,” kata Benny.

Perjuangan Persik menjalani kompetisi Liga 3 sangatlah berat. Apalagi manajemen memutuskan tidak menggunakan dana APBD meski regulasi memperbolehkan.

Alhasil, dengan dana seadanya Persik berusaha merekrut pemain lokal Kediri. Butuh pendekatan yang intens agar mereka mau bergabung dengan dana yang minim. Termasuk melakukan pendekatan dengan suporter. Beberapa kali pengurus, pemain dan suporter mengadakan audiensi.

“Sebenarnya apa yang mereka (suporter) inginkan hanya prestasi dari Persik. Mereka menjadi saksi perjalanan Persik selama ini,” kata Benny.

Penulis: Novira Kharisma
Editor: HTW

Tonton video:

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Ilustrasi seseorang menikmati waktu menyendiri sambil membaca buku sebagai gambaran hubungan kecerdasan dan interaksi sosial

Benarkah Orang Cerdas Lebih Suka Menyendiri dan Tak Butuh Teman? Ini Faktanya

konten kreator membuat konten media sosial dengan ikon Nomor Induk Berusaha (NIB) sebagai syarat legalitas usaha digital mulai 2026

Konten Kreator Kini Wajib Punya NIB, Ini Untungnya

tradisi gotong royong masyarakat Indonesia berupa jimpitan di Jawa, marsialapari suku Batak, dan mapalus suku Minahasa sebagai bentuk solidaritas sosial komunal

Tradisi Gotong Royong Nusantara: Jimpitan, Julu-Julu, Mapalus yang Masih Bertahan

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In