• Login
Bacaini.id
Sunday, May 31, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Nenek 82 Tahun Hidup Terlunta di Dekat Rumah Bupati Bangkalan

ditulis oleh
24 August 2021 08:34
Durasi baca: 2 menit
Bupati Bangkalan R Abdul Latif Amin Imron menjenguk Nenek Sri Ermiati di rumahnya. Foto: Bacaini/Rusdi

Bupati Bangkalan R Abdul Latif Amin Imron menjenguk Nenek Sri Ermiati di rumahnya. Foto: Bacaini/Rusdi

Bacaini.id, BANGKALAN – Seorang nenek di Bangkalan, Madura hidup terlunta-lunta tanpa ada yang merawat. Karena hanya bisa terbaring di ranjang, nenek itu mengharapkan makan dari tetangga yang memberi.

Kondisi memprihatinkan ini dialami Nenek Sri Ermiati yang berusia 82 tahun. Nenek asal Kelurahan Kraton, Bangkalan itu hidup sebatang kara tanpa sanak saudara yang merawatnya. Badannya lumpuh dan tak bisa digerakkan sama sekali.

Untuk makan sehari-hari, Nenek Ermiati harus menunggu belas kasih tetangga. “(Makan) dikasih orang, kalau nggak ada saya tunggu saja sampai jam 12,” ucap nenek Ermiati kepada Bacaini.id, Senin 23 Agustus 2021.

Kondisi ini sudah dialami Nenek Ermiati sejak lama. Bahkan selama puluhan tahun dia hidup sendirian setelah suaminya meninggal. Meski memiliki beberapa orang anak, tak ada satupun yang tinggal bersama dan merawatnya. Anak-anaknya merantau menjadi Tenaga Kerja Indonesia di luar negeri.

Ironisnya, rumah kontrakan berukuran 5×6 meter di Jl. Letnan Abdullah itu hanya berjarak 100 meter dari rumah dinas Bupati Bangkalan R Abdul Latif Amin Imron. Saat mendengar keberadaan tetangganya yang terlantar, Abdul Latif langsung menyambangi rumahnya. “Ternyata tetangga sendiri, (dekat) rumah dinas pendopo ada warga tidak mampu yang hidup sebatang kara,” ungkapnya prihatin.

Melihat hal itu, Ra Latif langsung menjenguk kondisi Nenek Ermiati dan memerintahkan Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial serta RSUD Syamrabu bertindak cepat. Pemerintah akan menjamin seluruh biaya pengobatan Nenek Ermiati.

“Akan segera dijemput dan dibawa ke RSUD Syamrabu untuk  segera didiagnosa penyakitnya. Semua pembiayaan akan ditanggung pemerintah daerah,” tambah Ra Latif.

Tak hanya kesehatannya, untuk jaminan masa tua Nenek Ermiati, Ra Latif memerintahkan Dinas Sosial mengurus semua kebutuhannya. Rencana untuk mengirimkan Nenek Ermiati ke panti jompo juga masih dievaluasi karena nenek itu merasa takut.

Penulis: Rusdi
Editor: HTW

Tonton video:

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Elang Jawa di habitat hutan alami Pulau Jawa yang menjadi inspirasi lambang Garuda Pancasila

Hari Lahir Pancasila 2026: Elang Jawa, Inspirasi Garuda Pancasila yang Terancam Punah

Petis khas Jawa Timur dalam wadah tradisional yang menjadi bumbu legendaris sejak era Majapahit

Sejarah Petis Jawa Timur, Bumbu Warisan Majapahit Sejak Abad ke-10

Pengembangan fasilitas Stasiun Madiun oleh KAI Daop 7 Madiun dengan pembangunan peron tinggi dan perluasan area parkir

KAI Daop 7 Madiun Kembangkan Stasiun Madiun, Parkir Diperluas hingga Bangun Peron Tinggi

  • Panitia seleksi rekrutmen perangkat Desa Gogodeso Kabupaten Blitar menghentikan sementara tahapan seleksi akibat polemik peserta

    Rekrutmen Perangkat Desa Gogodeso di Blitar Ricuh, Siapa Bermain?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KAI Daop 7 Madiun Kembangkan Stasiun Madiun, Parkir Diperluas hingga Bangun Peron Tinggi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Red Ruby Maia Estianty Jadi Sorotan di Pernikahan El Rumi, Ini Mitos Merah Delima dalam Tradisi Nusantara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sinyal Tegas Wali Kota Blitar soal Dana Hibah KONI, Problem Hukum Samanhudi Jadi Kajian

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Rasanya Sekolah Zaman Penjajahan Belanda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In