• Login
Bacaini.id
Saturday, May 9, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Mengenal Seni Kerajinan Makrame

ditulis oleh
22 June 2021 17:28
Durasi baca: 2 menit
Produk tas dan fashion seni Makrame. Foto: Bacaini/Andika

Produk tas dan fashion seni Makrame. Foto: Bacaini/Andika

Bacaini.id, KEDIRI – Seni Makrame masih asing di kalangan pelaku usaha berbasis kerajinan. Makrame adalah seni menyatukan simpul yang terdiri dari beberapa tali atau benang untuk membentuk karya tangan.

Di Kediri Jawa Timur, tepatnya di Perumahan Candra Kirana, Kecamatan Mojoroto, terdapat seorang perempuan paruh baya yang menekuni Makrame. Dia adalah Mila, founder Makrame Guzel yang memproduksi berbagai kerajinan tas, aksesoris busana, kacamata, dasi, hingga hiasan dinding.

Mila yang kini berusia 50 tahun mengaku mempelajari Makrame sejak remaja. Keahlian ini tak banyak dilirik remaja karena membutuhkan ketelitian dan kesabaran. “Harus sabar, teliti, dan telaten luar biasa,” kata Mila saat ditemui Bacaini.id di rumahnya, Selasa 22 Juni 2021.

Mila sendiri memulai belajar seni Makrame sejak masih remaja. Dia mendapat tambahan ilmu dan pengalaman dari kerabatnya yang datang dari luar negeri. Meski cukup susah dan membutuhkan kesabaran luar biasa, kepuasan seorang perajin Makrame adalah saat melihat hasil rajutannya selesai. “Kepuasannya tiada tanding karena hanya menggunakan keterampilan tangan,” katanya.

Masih minimnya pelaku usaha yang menggunakan teknik Makrame sebenarnya menjadi peluang pasar yang bagus. Namun menurut Mila, tak banyak perajin yang betah berlama-lama mempelajari teknik ini. Karenanya dia kerap kekurangan sumber daya manusia saat menerima pesanan cukup banyak.

“Karena banyak yang kurang sabar, telaten dan tekun, mereka menyerah. Karena itu hasil karya saya tidak ada duanya,” ungkap Mila.

Karena keunikan dan kesulitan inilah yang membuat harga jual tas Makrame atau barang fashion lainnya cukup tinggi. Tergantung dengan tingkat kesulitan cara membuatnya. Berdasar pantauan Bacaini.id, harga tas Makrame berkisar antara Rp 500 ribu hinga Rp 2 juta. Pasarnya juga banyak dari luar negeri.

Perlu Dukungan

Minimnya pelaku usaha berbasis Makrame di Kota Kediri ini menarik perhatian Wara S. Renny untuk mengembangkan. Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur yang juga politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini berharap ada upaya pemerintah untuk mensupport kerajinan Makrame.

“Ini harus menjadi kebanggaan Kota Kediri. Harus dipikirkan pemasarannya karena tas itu sangat nyaman dipakai, tidak hanya indah,” kata Renny.

Warga Kelurahan Semampir Kediri ini juga sedang memikirkan ide untuk memberi nama yang populer bagi kerajinan itu. Sehingga memudahkan proses promosi dan penjualannya di seluruh kalangan.

“Pembuatannya yang menggunakan tangan menurut saya bisa jadi trendsetter. Karena di Jepang hampir semua produk menggunakan tangan (hand made). Pemerintah Kota Kediri harus ikut memikirkan,” pungkasnya.

Penulis: Dwi Andhika
Editor: HTW

Tonton video:

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Petugas KAI Daop 7 Madiun bersama komunitas railfans menggelar kampanye anti pelecehan seksual di area stasiun kereta api

KAI Daop 7 Madiun Gencarkan Kampanye Anti Pelecehan Seksual di Stasiun dan Kereta

Ilustrasi minuman sole water, baking soda dan makanan fermentasi sebagai tren kesehatan viral di media sosial

Tren Kesehatan Viral di Media Sosial, Mana yang Fakta dan Sekadar Hype?

Mohammad Trijanto saat memberikan pernyataan terkait pengunduran diri dari pencalonan Ketua KONI Kota Blitar 2026-2030

Mohammad Trijanto Mundur dari Bursa Ketua KONI Kota Blitar 2026-2030, Bebaskan Dukungan 14 Cabor

  • Maia Estianty memakai perhiasan red ruby di pernikahan El Rumi

    Red Ruby Maia Estianty Jadi Sorotan di Pernikahan El Rumi, Ini Mitos Merah Delima dalam Tradisi Nusantara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Rasanya Sekolah Zaman Penjajahan Belanda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Blitar Disebut Dalam Bau Busuk Limbah Peternakan Ayam CV Bumi Indah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mutasi Polri 2026, Dirreskrimum Polda Jatim Diganti Kombes Roy Hutton

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Murdaya Poo Alumni GMNI Asal Blitar, Marhaeinis Konglomerat Rp20 Triliun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In