• Login
Bacaini.id
Tuesday, May 5, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Bunga Yang Ditabur di Makam Bisa Bertasbih

ditulis oleh
12 May 2021 12:49
Durasi baca: 3 menit
Ketua adat Minang mengambil tanah kuburan Tan Malaka di Selopanggung Kediri. Foto: Bacaini/HTW

Ketua adat Minang mengambil tanah kuburan Tan Malaka di Selopanggung Kediri. Foto: Bacaini/HTW

Bacaini.id, KEDIRI – Melakukan ziarah kubur menjadi salah satu kebiasaan sebagian umat Muslim di penghujung ramadhan. Mereka meyakini jika setiap kelopak bunga yang ditabur turut bertasbih bagi mayat yang terkubur.

Menabur bunga di pusara kerabat yang meninggal telah dilakukan masyarakat Indonesia sejak dulu. Salah satu momentum yang paling ditunggu untuk menabur bunga dan berziarah kubur adalah H-1 Hari Raya Idul Fitri.

baca ini Tradisi Megengan Menjemput Leluhur Yang Telah Wafat

Tak heran jika sejak pagi ini para pedagang bunga di pinggir jalan Kota Kediri mulai ramai. Jumlah pedagang bunga dadakan pun tak kalah banyak di tempat-tempat strategis. Salah satunya di depan pintu masuk area makam yang dilakukan warga sekitar.

Membawa bunga dan menaburkannya di atas pusara diyakini bisa meringankan beban si mayat  karena barokahnya bacaan tasbihnya bunga yang ditaburkan di atasnya. “Disunnahkan meletakkan pelepah kurma yang masih hijau di atas kuburan, karena hal ini adalah sunnah Nabi Muhammad SAW, dan dapat meringankan beban si mayat karena barokahnya bacaan tasbihnya bunga,” kata KH Oing Abdul Muid, pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo Kediri saat dihubungi Bacaini.id, Rabu 12 Mei 2021.

Meletakkan pelepah kurma yang masih hijau sebagaimana yang dilakukan Rasulullah ini, menurut Gus Muid, disamakan dengan sebagaimana adat kebiasaan, yaitu menaburi bunga yang harum dan basah atau yang masih segar. “Ini tercantum dalam kitab i’anah al thalibin,” lanjut Gus Muid.

Berkah Penjual Bunga

Tingginya permintaan bunga untuk berziarah ini menjadi berkah bagi pedagang bunga. Selain permintaan melonjak, harga jual bunga itu sendiri meningkat drastis.

Pedagang bunga di area Pasar Bandar, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri mulai menaikkan harga jual bunga mereka kepada peziarah. Jika sebelumnya bunga-bunga itu dijual di kisaran Rp 5.000 per kantong plastik kecil, kini bisa mencapai Rp 10.000 untuk ukuran yang sama.

baca ini Banjir Rejeki Petani Bunga di Awal Puasa

“Kalau di luar ramadhan beli bunga lima ribu sudah dapat banyak. Sekarang sepuluh ribu jumlahnya lebih sedikit,” kata Asmiati, peziarah kubur asal Kelurahan Sukorame.

Meski harganya melangit, namun Asmiati mengaku tak kaget lagi. Sebab sudah bisa dipastikan jika harga bunga naik tinggi di awal dan akhir ramadhan. Karenanya pensiunan guru ini sudah menyiapkan uang lebih untuk belanja bunga.

Jika biasanya dengan uang Rp 20.000 dia sudah bisa menabur untuk empat makam, kini hanya cukup untuk 1-2 makam saja. “Jika ingin hemat, taburan bunganya sedikit saja biar rata,” katanya. (HTW)

Tonton video:

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: hukum tabur bungaLirboyomenabur bungaziarah kuburan
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Ilustrasi kekerasan kepada anak. Foto: istimewa

Tips Memilih Daycare yang Aman untuk Anak

Ilustrasi suasana Kediri di malam hari.

Kediri, Kopi dan Malam yang Tak Lagi Sepi

Dua warga Kediri pasangan suami istri siri pelaku pembuat konten porno.

Pasutri Menjual Konten Porno: Ironi Digitalisasi dan Tekanan Ekonomi di Kediri

  • Maia Estianty memakai perhiasan red ruby di pernikahan El Rumi

    Red Ruby Maia Estianty Jadi Sorotan di Pernikahan El Rumi, Ini Mitos Merah Delima dalam Tradisi Nusantara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Rasanya Sekolah Zaman Penjajahan Belanda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Blitar Disebut Dalam Bau Busuk Limbah Peternakan Ayam CV Bumi Indah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gibran Tinjau Bendungan Bagong di Trenggalek, Warga Sampaikan 5 Aspirasi Penting

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kedatangan KPK ke Blitar Picu Rumor OTT, Jubir Pastikan Hanya Sosialisasi Pencegahan Korupsi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In