• Login
Bacaini.id
Saturday, June 27, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

18 OPD Terbakar, Pemerintahan Kabupaten Kediri Lumpuh

ditulis oleh Redaksi
31 August 2025 20:19
Durasi baca: 1 menit
Bupati Kediri Hnindhito Himawan Pramana memberi keterangan di depan kantornya yang habis terbakar. Foto: bacaini/AK Jatmiko

Bupati Kediri Hnindhito Himawan Pramana memberi keterangan di depan kantornya yang habis terbakar. Foto: bacaini/AK Jatmiko

Bacaini.ID, KEDIRI – Aksi penjarahan dan pembakaran di kantor Bupati Kediri pada Sabtu malam, 30 Agustus 2025, membuat kinerja pemerintah daerah lumpuh. Sedikitnya 18 organisasi pemerintah daerah rusak parah akibat aksi massa tersebut.

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mengatakan aksi penjarahan dan pembakaran yang terjadi semalam telah menghancurkan data, dokumen, dan peralatan kantor penting. “Pemerintahan lumpuh,” kata Hanindhito di halaman Kantor Pemkab Kediri, Minggu, 31 Agustus 2025.

Dhito mengatakan, 18 OPD yang rusak parah dijarah dan dibakar adalah Kantor Bupati Kediri, Kantor Wakil Bupati Kediri, Museum, Kantor Kesbangpol, Kantor Inspektorat, Kantor Badan Kepegawaian Daerah, Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah, Dinas Tenaga Kerja, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Prokopim, Tata Pemerintahan, Ruangan Sekretaris Daerah, Bagian Umum, Kesejahteraan Rakyat, Ruang Rencana Keuangan, Bagian Organisasi, Bagian Pembangunan, Bagian Hukum, Bagian Perekonomian, dan kantor DPRD.

Adapun data atau berkas yang terbakar adalah Data Bantuan Organisasi Masyarakat dan Tempat Ibadah, data kepegawaian, dan data pemetaan aset. “Semuanya hangus terbakar,” kata Dhito.

Ironisnya, menurut Dhito, pelaku penjarahan di ruang kerjanya adalah anak perempuan yang masih duduk di sekolah menengah pertama. Mereka membawa komputer, menjebol ruang bupati, dan mengambil benda-benda di dalam, termasuk wadah tisu.

Untuk layanan kesehatan dan kependudukan dipastikan masih berjalan normal, mengingat keberadaan kantor tersebut tidak dalam satu lingkungan kantor bupati.

Penulis: AK Jatmiko
Editor: Hari Tri Wasono

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: aksi massabupati kediriupemkab kediripenjarahan
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Foto ilustrasi by AI

Ketika “Kampus Rakyat” Kehilangan Pengaruhnya

bunga bougenville berwarna ungu dan bunga kenikir hias kuning yang diseduh menjadi teh herbal

Manfaat Teh Bougenville dan Kenikir Hias untuk Kesehatan, Lengkap Efek Sampingnya

Ilustrasi seseorang menikmati waktu menyendiri sambil membaca buku sebagai gambaran hubungan kecerdasan dan interaksi sosial

Benarkah Orang Cerdas Lebih Suka Menyendiri dan Tak Butuh Teman? Ini Faktanya

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In