Bacaini.id, NGANJUK – Peringatan Hari Buruh, ratusan buruh dari berbagai daerah di Indonesia berziarah dan melakukan tabur bunga di makam Marsinah. Di pemakaman umum Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk ini, mereka juga mendoakan agar Marsinah segera menjadi pahlawan nasional.
Seperti belasan buruh dalam rombongan Federasi Serikat Pekerja (FSP) Rokok Tembakau Makanan Minuman Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (RTMM SPSI) yang datang dari Sidoarjo. Ziarah makam Marsinah menjadi agenda tahunan sebagai wujud rasa bangga atas perjuangan Marsinah bagi kaum buruh.
“Secara historis dan sosiologis, kami para pekerja, terutama yang berada di Sidoarjo sangat terharu dan merasa sangat bangga memiliki seorang pejuang perempuan,” kata Wawan, salah seorang perwakilan dari RTMM SPSI, Senin, 1 Mei 2023.
Wawan mengaku sangat terpacu untuk melanjutkan perjuangan dan cita-cita Marsinah dalam meningkatkan derajat buruh agar tidak hanya dianggap sebagai budak oleh pemodal. Di mana kala itu, hidup para buruh masih jauh dari kata sejahtera, termasuk soal upah.
“Alhamdulillah sekarang, terutama buruh yang ada di daerah Sidoarjo, Surabaya, Pasuruan, dan Mojokerto ini gaji sudah cukup lumayan, empat juta lima ratus sekian. Itu mungkin juga karena perjuangan awal almarhumah Ibu Marsinah,” ujarnya.
Lebih lanjut mewakili RTMM SPSI, Wawan meminta kepada pemrintah agar Marsinah diangkat menjadi salah satu pahwalan nasional Indonesia.
“Mudah-mudahan teman-teman pekerja terutama di tingkat pusat bisa memperjuangkan Ibu Marsinah untuk menjadi pahlawan nasional,” imbuhnya berharap.
Di lokasi yang sama, selain menggelar doa bersama, para buruh yang tergabung dalam Serikat Pekerja Bersatu Sejahtera (SPBS) Pengurus Unit Kerja PT.SAI juga membacakan puisi yang mengisahkan perjuangan Marsinah hingga meninggal dunia.
Satrio Pamungkas, perwakilan dari SPBS mengatakan, pembacaan puisi ini sengaja dilakukan dengan tujuan untuk menggugah hati para buruh, mengingat perjuangan Marsinah sebagai salah satu pahlawan buruh perempuan asal Nganjuk.
“Semoga para pekerja di seluruh Indonesia tetap kuat, tetap bersatu dan anti penindasan,” ujar Satrio.
Menurut Satrio, meskipun sudah banyak perusahaan yang berdiri di Kabupaten Nganjuk, namun rata-rata belum dapat memberikan upah normatif kepada para pekerjanya. Bagi mereka, dalam hal ini dibutuhkan peran serta dari pemerintah.
“Seperti yang disampaikan pak bupati, apabila ada perusahaan yang belum bisa memberikan hak-hak normatif kepada para pekerja, maka akan ditutup,” ujar Satrio.
Lebih dari itu, mewakili SPBS yang memang berpusat di Kabupaten Nganjuk, Satrio juga berharap besar kepada pemerintah untuk segera menetapkan Marsinah sebagai pahlawan nasional Indonesia.
“Kami juga berharap pemerintah bisa menjadikan almarhumah Ibu Marsinah sebagai pahlawan nasional dari kaum buruh,” harapnya.
Penulis: Asep Bahar
Editor: Novira