• Login
Bacaini.id
Monday, May 11, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Yakuza Maneges, Kelompok Marginal yang Menjadi Poros Baru

ditulis oleh Redaksi
11 May 2026 07:18
Durasi baca: 3 menit
Deklarasi Yakuza Maneges yang dihadiri Wali Kota Kediri dan Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya di Kediri. Foto: Pemkot

Deklarasi Yakuza Maneges yang dihadiri Wali Kota Kediri dan Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya di Kediri. Foto: Pemkot

Bacaini.ID, KEDIRI – Sebuah organisasi baru bernama Yakuza Maneges resmi dideklarasikan pada 9 Mei 2026 di Hotel Bukit Daun, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri. Organisasi yang didirikan Gus Thuba, cucu KH Hamim Thohari Djazuli atau Gus Miek ini merekrut masyarakat marginal, eks-preman, dan mereka yang sering disebut “jalur kiri” untuk menemukan jalan baru melalui dakwah dan kemanusiaan.

Dalam deklarasi tersebut, Yakuza Maneges menegaskan diri bukan sebagai kelompok kriminal, melainkan wadah transformasi sosial dengan pendekatan restorative justice.

Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati, Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Edy Herwianto, dan sejumlah pejabat Pemkot Kediri hadir dalam deklarasi tersebut. Kehadiran mereka memberi legitimasi bahwa Yakuza Maneges bukan sekadar gerakan pinggiran, melainkan organisasi yang ingin menjadi mitra strategis pemda ke depan.

Profil Gus Thuba

Lahirnya Yakuza Maneges tak lepas dari peran Gus Thuba Topo Broto Maneges, pendakwah muda asal Kediri. Ia adalah cucu ulama kharismatik KH Hamim Djazuli (Gus Miek), yang dikenal dengan dakwah jalanan dan semangat merangkul siapa pun, bahkan mereka yang dianggap jauh dari kebaikan.

Gus Thuba adalah putra Kyai Tijani Robert Saifunnawas (Gus Robert) dan Ning Nida Duturiah, putri Kiai Ahmad Shiddiq, pendiri NU Jember. Garis keturunan ini membuat Gus Thuba memiliki legitimasi spiritual yang kuat.

Dalam dakwahnya, Gus Thuba dikenal sederhana, tegas, dan karismatik. Ia melanjutkan tradisi Majelis Semaan Qur’an dan Dzikrul Ghofilin Moloekatan, dengan gaya bicara yang mengingatkan banyak orang pada Gus Miek. Popularitasnya di kalangan muda semakin menguatkan posisi Yakuza Maneges sebagai gerakan yang punya daya tarik lintas generasi.

Kehadiran Yakuza Maneges menimbulkan dinamika baru di Kediri, yang mengubah simbol yang selama ini identik dengan kriminalitas menjadi wadah dakwah dan transformasi sosial.

Meski membawa spirit merangkul masyarakat marginal, mereka yang sering disebut “jalur kiri”, untuk diarahkan menuju kehidupan yang lebih bermakna melalui nilai kemanusiaan dan spiritualitas, dampak sosial dari Yakuza Maneges masih perlu dihitung.

Di satu sisi, masyarakat Kediri yang terbiasa dengan tradisi dakwah inklusif ala Gus Miek melihat organisasi ini sebagai peluang baru. Narasi “Yang Awalnya Kotor Ujungnya Zuhud Abadi” memberi harapan bagi mereka yang ingin keluar dari lingkaran kekerasan atau kehidupan jalanan. Ditambah pendekatan restorative justice yang ditawarkan juga sejalan dengan kultur musyawarah Jawa, sehingga terasa lebih dekat dengan nilai lokal.

Namun stigma nama “Yakuza” tetap menjadi tantangan besar. Meski sudah diberi makna baru, konotasi negatif yang melekat pada istilah itu sulit dihapus dari benak masyarakat awam.

Organisasi ini berpotensi distigma sebagai kelompok berbahaya jika tidak ada penjelasan yang memadai. Simbol “Yakuza” bisa dianggap provokatif dan berpotensi menimbulkan kecurigaan bahwa organisasi ini hanyalah kedok baru bagi premanisme.

Bagaimanapun, pemerintah daerah melihat peluang menjadikan Yakuza Maneges sebagai mitra sosial, meski berpeluang menjadi kekuatan politik baru yang sulit dikendalikan.

Dalam konteks politik lokal, Yakuza Maneges berpotensi menjadi aktor baru dengan basis massa yang kuat. Kharisma Gus Thuba dan legitimasi spiritualnya bisa menjadikan organisasi ini lebih dari sekadar gerakan dakwah, melainkan kekuatan sosial-politik yang mampu memengaruhi arah kebijakan atau dinamika masyarakat Kediri.

Yakuza Maneges adalah fenomena sosial yang kompleks, membawa harapan bagi transformasi masyarakat marginal, sekaligus menimbulkan risiko polarisasi akibat stigma nama yang dipilih.

Keberhasilan organisasi ini akan sangat bergantung pada kemampuan Gus Thuba dan para pengikutnya dalam mengelola komunikasi publik, menjaga konsistensi dakwah, serta membuktikan bahwa Yakuza Maneges benar-benar menjadi wadah perubahan, bukan sekadar simbol kontroversial.

Penulis: Hari Tri Wasono  

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: gus miekgus thubapemkot kediriyakuza maneges
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Deklarasi Yakuza Maneges yang dihadiri Wali Kota Kediri dan Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya di Kediri. Foto: Pemkot

Yakuza Maneges, Kelompok Marginal yang Menjadi Poros Baru

Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati dalam deklarasi Yakuza Maneges. Foto: Pemkot

Wali Kota Kediri Dukung Berdirinya Organisasi Yakuza Maneges

Tonny Andreas menyerahkan formulir pencalonan Ketua KONI Kota Blitar 2026-2030 di sekretariat KONI Kota Blitar

Tonny Andreas Calon Ketua KONI Kota Blitar, Prestasi Olahraga Blitar Siap Melenting

  • Maia Estianty memakai perhiasan red ruby di pernikahan El Rumi

    Red Ruby Maia Estianty Jadi Sorotan di Pernikahan El Rumi, Ini Mitos Merah Delima dalam Tradisi Nusantara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Rasanya Sekolah Zaman Penjajahan Belanda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Blitar Disebut Dalam Bau Busuk Limbah Peternakan Ayam CV Bumi Indah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepemilikan tanah dengan Letter C, Petuk D, dan Girik mulai tahun 2026 tidak berlaku. Mulai urus sekarang juga !

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In