Bacaini.ID, BLITAR – Pembangunan gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di lapangan Desa/Kecamatan Wonodadi Kabupaten Blitar Jawa Timur ditolak warga.
Ratusan warga Desa Wonodadi pada Selasa (13/1/2026) mendatangi balai desa meminta pengalihan lokasi. Warga menolak gedung KDMP dibangun di lapangan Desa Wonodadi.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Pemkab Blitar Sri Wahyuni menanggapi hal itu mengatakan banyak desa-desa lain yang menempatkan gedung KDMP di lapangan desa.
Bahkan dukungan pembangunan gedung KDMP di lapangan desa itu mendapat dukungan warga setempat, terutama para pemuda.
“Banyak kok yang membangun (gedung KDMP) di lapangan,” ujar Sri Wahyuni kepada wartawan Rabu (14/1/2026).
Baca Juga: PPPK Medis dan Pendidik di Trenggalek Tak Dilibatkan KDMP
Secara aturan tidak ada masalah gedung KDMP dibangun di lapangan desa. Pembangunan boleh dilakukan di mana saja. Yang terpenting sudah ada kesepakatan bersama.
Sri Wahyuni menduga penolakan pembangunan gedung KDMP di lapangan Desa Wonodadi karena disebabkan kurangnya sosialisasi. Sebab sebelumnya sudah melalui musyawarah desa khusus (musdesus).
Musdesus diketahui bersifat wajib sebelum memutuskan lokasi pembangunan KDMP. Kemungkinan pada saat keputusan diambil tidak semua elemen di Desa Wonodadi yang hadir.
“Di lapangan desa (Pembangunan gedung KDMP) juga boleh yang penting sudah disepakati bersama,” terang Sri Wahyuni.
Baca Juga: Banner Penolakan Koperasi Merah Putih Muncul di Trenggalek
Diketahui, percepatan pembangunan gedung KDMP di seluruh desa berlangsung pada bulan Januari-Februari 2026. Dari 248 desa dan kelurahan di Kabupaten Blitar sebanyak 139 telah memulai pembangunan, termasuk Desa Wonodadi.
Sementara sebelumnya Imam Fatturrahman, salah satu warga Desa Wonodadi mengatakan warga tidak menolak program KDMP. Yang mereka tolak adalah lokasi gedung KDMP yang berada di lapangan desa.
Ratusan warga memperlihatkan sikap tegasnya dengan mendatangi kantor Desa Wonodadi. Mereka juga menempelkan berbagai poster bernada protes. Sudah menjadi keputusan bulat bahwa lokasi pembangunan gedung KDMP harus dialihkan.
“Yang kita tolak adalah lokasi pembangunan KDMP di lapangan desa,” tegas Imam Fatturrahman.
Penulis: Solichan Arif





