• Login
Bacaini.id
Sunday, May 31, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Warga Desa Doko Berebut ‘Berkah’ di Pesarean Prabu Anom

ditulis oleh Editor
2 August 2022 15:32
Durasi baca: 3 menit
Warga Desa Doko berebut gunungan hasil bumi yang dipercaya dapat mendatangkan berkah. Foto: Bacaini/Novira

Warga Desa Doko berebut gunungan hasil bumi yang dipercaya dapat mendatangkan berkah. Foto: Bacaini/Novira

Bacaini.id, KEDIRI – Masyarakat Desa Doko, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri menggelar Bersih Desa dalam memperingati bulan Suro, Selasa, 2 Agustus 2022. Ratusan warga rela berdesakan berebut sesaji gunungan hasil bumi yang dipercaya dapat mendatangkan berkah.

Sebelumnya, gunungan hasil bumi tersebut dikirab dari rumah sesepuh desa menuju Pesarean Prabu Anom. Uniknya lagi, diantara sesaji yang dikirab juga terdapat sesaji berupa badek. Minuman sari tape yang konon merupakan minuman kesukaan Prabu Anom tersebut kemudian diletakkan di depan pusara makamnya.

Serangkaian ritual dilakukan di Pesarean Prabu Anom mulai dari tarian yang dipersembahkan kepada seluruh warga juga tamu yang hadir. Selanjutnya dilakukan doa bersama yang dipimpin oleh juru kunci makam.

Usai ritual, saat yang ditunggu pun tiba. Para warga yang hadir yang sudah sedari tadi berkumpul di langsung berebut gunungan hasil bumi sekaligus nasi berkat yang dibawa oleh masing-masing warga untuk didoakan bersama.

Warga mempercayai jika mendapatkan sebagian isi gunungan hasil bumi sekaligus nasi berkat yang sudah didoakan tersebut bisa mendatangkan keberkahan dari Tuhan YME. Itulah yang membuat para warga rela berdesakan meskipun hanya mendapat secuil.

Seperti yang dilakukan Lilik, warga setempat yang rela berdesakan dengan warga lain untuk mendapatkan gunungan hasil bumi dan juga nasi berkat. Setiap diadakan bersih desa, dia selalu mengikuti tradisi yang digelar rutin setiap tahun ini.

“Saya selalu ikut sejak dulu, karena kata orang-orang bisa mendatangkan berkah,” kata Lilik sambil membawa nasi berkat dan hasil bumi yang bisa direbutnya.

Sementara itu, panitia acara Bersih Desa Doko, Suryono mengatakan kegiatan ini selain dalam rengka memperingati bulan Suro juga sekaligus merupakan peringatan Hari Jadi Desa Doko yang digelar secara rutin setiap tahun.

“Alhamdulillah dengan persiapan yang sedemikian rupa oleh seluruh warga, Bersih Desa Doko hari ini bisa kembali terlaksana setelah dua tahun hanya dilaksanakan secara sederhana karena aturan Pandemi Covid 19,” kata Suryono.

Menurutnya, kembali digelarnya Bersih Desa semeriah tahun-tahun sebelumnya ini menarik antusias warga. Hampir seluruh warga desa tumpah ruah di Pesarean Prabu Anom berharap berkah dari kegiatan ini.

Suryono menjelaskan, gunungan hasil bumi yang dikirab merupakan wujud rasa syukur atas nikmat dari Tuhan yang diberikan kepada seluruh warga Desa Doko.

“Harapan dan tujuannya semoga kehidupan warga Desa Doko ini selalu makmur, tentram dan damai,” imbuhnya.

Disinggung mengenai adanya sesaji berupa badek atau minuman sari tape, Suryono menyebutkan bahwa sesaji tersebut semata-mata hanya sebagai pelestarian tradisi dan syarat dalam ritual di pesarean Prabu Anom.

“Itu sudah menjadi tradisi turun temurun. Para sesepuh mengatakan, badek itu adalah minumak kesukaan Prabu Anom. Kami, seluruh warga Desa Doko sebagai generasi penerus tentu saja harus terus melestarikan tradisi dan budaya ini,” tandasnya.

Prabu Anom sendiri merupakan panggilan warga kepada seorang sesepuh yang bernama Ki Ageng Dhoko. Nama itu pula yang pada akhirnya menjadi nama Dusun Doko. Secara silsilah, Prabu Anom merupakan putra mahkota dari Sri Aji Jayabaya.

Oleh Sri Aji Jayabaya, Ki Ageng Dhoko diberi kehormatan dengan menyandang nama Ki Ageng Tunggul Wulung dan diberikan tugas untuk melindungi, menjaga ketertiban dan perdamaian di wilayah Kediri bagian timur.

Sementara itu, dalam rangkaian ritual yang dilaksanakan setiap tahun pada hari Selasa Kliwon penanggalan jawa, selain melakukan kirab sesaji hasil bumi warga juga menggelar tradisi Tayuban.

Penulis: AK.Jatmiko
Editor: Novira

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: bersih desa dokoDesa Doko Kecamatan Ngasemkabupaten kediriperingatan bulan Suro
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Petis khas Jawa Timur dalam wadah tradisional yang menjadi bumbu legendaris sejak era Majapahit

Sejarah Petis Jawa Timur, Bumbu Warisan Majapahit Sejak Abad ke-10

Pengembangan fasilitas Stasiun Madiun oleh KAI Daop 7 Madiun dengan pembangunan peron tinggi dan perluasan area parkir

KAI Daop 7 Madiun Kembangkan Stasiun Madiun, Parkir Diperluas hingga Bangun Peron Tinggi

Latihan squat untuk menjaga kesehatan otot bokong atau glutes

Otot Bokong Ternyata Pengaruhi Umur Panjang, Ini Penjelasan Ahli Kesehatan

  • Panitia seleksi rekrutmen perangkat Desa Gogodeso Kabupaten Blitar menghentikan sementara tahapan seleksi akibat polemik peserta

    Rekrutmen Perangkat Desa Gogodeso di Blitar Ricuh, Siapa Bermain?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Red Ruby Maia Estianty Jadi Sorotan di Pernikahan El Rumi, Ini Mitos Merah Delima dalam Tradisi Nusantara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KAI Daop 7 Madiun Kembangkan Stasiun Madiun, Parkir Diperluas hingga Bangun Peron Tinggi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sinyal Tegas Wali Kota Blitar soal Dana Hibah KONI, Problem Hukum Samanhudi Jadi Kajian

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Rasanya Sekolah Zaman Penjajahan Belanda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In