• Login
Bacaini.id
Sunday, February 15, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Viral Cacingan Renggut Balita Sukabumi, Ini Gejala dan Pencegahannya

ditulis oleh Editor
21 August 2025 12:12
Durasi baca: 3 menit
kasus cacingan merenggut nyawa balita Raya asal Sukabumi

Balita di Sukabumi Jawa Barat meninggal dunia karena cacingan (foto ilustrasi/Pinterest)

Bacaini.ID, KEDIRI – Kasus balita cacingan yang dialami Raya (4), balita asal Sukabumi Jawa Barat menghebohkan media sosial.

Balita Raya meninggal dunia dengan diagnosa cacingan atau ascariasis akut yang bahkan sudah menyebar ke paru-paru dan otaknya.

Saat dirawat pada pertengahan bulan Juli di RSUD R. Syamsudin SH, Sukabumi, balita Raya sudah dalam keadaan koma.

Cacing gelang (Ascaris lumbricoides) diketahui sering menginfeksi balita terutama di lingkungan dengan sanitasi buruk.

Berikut beberapa hal mengenai ascariasis, penyakit cacingan yang perlu diwaspadai.

Penyebab Utama Ascariasis

Infeksi cacing gelang disebabkan antara lain:

• Kontaminasi makanan dan air

Telur cacing gelang dapat mencemari tanah, sayuran, dan air.

Mengonsumsi makanan yang tidak dicuci bersih atau air yang tidak diolah dengan baik dapat menyebabkan infeksi.

• Sanitasi buruk

Lingkungan dengan sanitasi yang buruk, seperti kurangnya toilet yang layak, dapat menyebabkan penyebaran telur cacing gelang melalui tanah dan air.

• Kontak dengan tanah yang terkontaminasi

Anak-anak yang sering bermain di tanah rentan terhadap infeksi jika mereka tidak mencuci tangan setelah bermain dan sebelum makan.

Dalam kasus balita Raya tersebut, diketahui lingkungan tempat tinggalnya berdekatan dengan kandang ayam.

• Kebiasaan buruk

Kebiasaan seperti menggigit kuku, memasukkan jari ke mulut, minum air mentah atau tidak mencuci tangan setelah menggunakan toilet dapat meningkatkan risiko infeksi.

• Kekurangan gizi

Kekurangan gizi dapat membuat seseorang lebih rentan terhadap infeksi cacing gelang.

Gejala Ascariasis

Infeksi cacing gelang dapat menyebabkan beberapa gejala, diantaranya: sakit perut, mual, muntah, diare, dan gangguan pencernaan lainnya.

Dalam beberapa kasus, cacing gelang juga dapat bermigrasi ke organ lain seperti paru-paru, menyebabkan batuk, sesak napas, dan demam.

Pencegahan Ascariasis

Sebab utama infeksi cacing gelang adalah masalah kebersihan, sanitasi.

Berikut hal-hal yang perlu diperhatikan untuk mencegah terjadinya ascariasis pada balita maupun orang dewasa.

• Rajin cuci tangan

Cuci tangan secara teratur dengan sabun dan air, terutama sebelum makan dan setelah menggunakan toilet atau setelah beraktivitas di luar rumah.

• Cuci bersih makanan

Cuci bersih semua sayuran dan buah-buahan sebelum dikonsumsi.

• Masak makanan dengan matang

Pastikan memasak makanan hingga matang, terutama daging.

• Hindari kontak langsung dengan tinja

Baik kotoran manusia maupun hewan. Gunakan sarung tangan untuk menghindari kemungkinan adanya parasit.

• Perhatikan kebersihan lingkungan

Jaga kebersihan lingkungan tempat tinggal, terutama fasilitas sanitasi.

• Konsumsi obat cacing

Konsumsi obat cacing secara rutin sebagai langkah pencegahan. Kementerian Kesehatan menganjurkan minum obat cacing setiap 6 bulan sekali.

Atau kunjungi dokter jika anggota keluarga terindikasi menderita cacingan agar mendapat penanganan media yang tepat. 

Penulis: Bromo Liem

Editor: Solichan Arif

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: balita cacinganbalita sukabumibalita-rayaberita balita cacingancacingankasus balita cacinganrayasukabumi
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Paket MBG di Trenggalek dengan buah jeruk diduga busuk dan berulat

Buruknya Menu MBG Bikin Geram, Warga Trenggalek Terima Buah Busuk dari Dapur Yayasan

Donasi buku untuk anak-anak dalam gerakan literasi global

Tidak Suka Hari Valentine? 14 Februari Juga Diperingati Hari Pemberian Buku Internasional

Jalan Dhoho Kediri tertutup abu vulkanik Kelud

Nostalgia Erupsi Kelud 2014: Malam Mencekam, Kediri Lumpuh, Yogyakarta Gelap

  • Bupati Trenggalek melepas 9 pemuda yang akan belajar Pertahanan dan AI di Korea Selatan

    Dari Desa ke Korea, 9 Pemuda Trenggalek Belajar Pertahanan dan AI Tanpa Biaya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pembangunan Koperasi Merah Putih di Trenggalek Diusulkan di Kawasan Hutan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jangan Asal Makan Hasil Laut, Kenali 3 Kepiting Beracun yang Ada di Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sleman Viral Lagi! Lawan Klitih Berujung Penjara 10 Tahun dan Denda 1 Miliar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In