Bacaini.ID, KEDIRI — Sebuah video bocil (bocah kecil) Gen Alpha dari Kecamatan Sepauk, Kalimantan Barat viral di media sosial setelah menyampaikan kritik tajam soal kondisi jalan rusak di daerah mereka. Dengan gaya polos dan ceplas-ceplos, anak-anak tersebut bahkan menyindir kinerja Gubernur Kalbar, memicu beragam reaksi dari warganet.
Baca Juga:
Bukan hanya karena terlihat lucu, kata-kata yang terlontar juga terdengar menohok tanpa tedeng aling-aling yang ditujukan pada Gubernur Kalimantan Barat, Drs. H. Ria Norsan.

Dalam video viral tersebut, seorang anak laki-laki berperawakan gemoy dengan beberapa orang temannya terlihat berdiri di tengah jalan tanah tak beraspal yang terlihat becek dengan bekas ban mobil yang membentuk kubangan air.
“Kami dari Bedayan, SP3, Kalimantan Barat… Kecamatan Sepauk, ingin menyampaikan jalan kami yang licak (becek)… lecut (licin)… karena Gubernur kami itu kerjanya molor..tidur..pingsan…”
Protes bocah tersebut lantas ditimpali temannya: “Mikirin kaya sendiri gak mikirin masyarakat yang banyak…”
Setelahnya si bocah melanjutkan protesnya: “Entah percuma jadi gubernur, mending Kang Dedi yang jadi gubernur dua bulan”.
Aksi review jalan sekelompok bocah dengan kalimat menohok ini disambut warganet dengan dukungan pada gen alpha yang memang dikenal ceplas ceplos dan tak takut menyampaikan pendapat.
Berikut beberapa komentar warganet:
@britaniasari: Hayoloh, hidup kalian kelar kalau gen alpha sampe turun tangan. Kritiknya singkat, padat dan menohok…
@njankjavani: Malu gak tuh, Gubernurnya di roasting anak SD
@zayyidu: Gen Alpha itu jujur dan berani bicara
Tanggapan Pemprov Kalimantan Barat
Kepala Dinas PUPR Kalbar, Iskandar Zulkarnaen, menanggapi video viral itu melalui pernyataan resmi yang diunggah dan kemudian disebarkan oleh media lokal dan akun informasi di media sosial.
Ia menegaskan bahwa jalan poros Bedayan sampai Libau di Kecamatan Sepauk merupakan jalan Kabupaten. Tanggung jawab perbaikan ada di tangan Pemerintah Kabupaten Sintang, bukan pemerintah Provinsi.
Pemprov menyayangkan keterlibatan anak-anak dalam video protes tersebut. Penyampaian aspirasi tersebut dinilai kurang tepat karena melibatkan anak-anak yang dianggap belum memahami persoalan dan karenanya, menghimbau orang tua untuk membimbing agar berpendapat berbasis data.
Meskipun jalan milik kabupaten, Pemprov Kalbar sebelumnya pada Februari 2026 telah mengalokasikan dana Rp39 miliar untuk mendukung perbaikan beberapa ruas jalan rusak di wilayah Sintang pada tahun anggaran 2026 guna meningkatkan konektivitas antarwilayah.
Dalam kesempatan lain, Gubernur Kalbar, Ria Norsan menegaskan bahwa pemprov fokus pada penanganan jalan provinsi yang rusak berat.
Penulis: Bromo Liem
Editor: Solichan Arif





