• Login
Bacaini.id
Monday, April 20, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Viral ACAB 1312 Usai Sukatani Tarik Lagu Bayar Polisi

ditulis oleh Editor, Solichan Arif
21 February 2025 10:14
Durasi baca: 3 menit
Punk Bukan Aktivis Salon, Berikut Basis Komunitas di Jawa Timur (foto ilustrasi/ig@sukatani.band)

Punk Bukan Aktivis Salon, Berikut Basis Komunitas di Jawa Timur (foto ilustrasi/ig@sukatani.band)

Bacaini.ID, KEDIRI – Kode 1312 dan ACAB mendadak jadi perbincangan warganet menyusul langkah band punk Sukatani asal Purbalingga yang menarik lagu Bayar Bayar Bayar.

Lagu berjudul Bayar Bayar Bayar yang diiringi musik beraliran punk itu heboh lantaran dalam liriknya banyak bertaburan kalimat Bayar Polisi.

Seiring itu personil Sukatani juga dikabarkan sempat “hilang” saat perjalanan menuju Banyuwangi usai manggung di Bali.

Peristiwa yang menarik perhatian netizen itu bahkan memunculkan  tagar bernada perlawanan di media sosial: #kamibersamasukatani.

Sebelumnya grup musik Sukatani diketahui menghentak publik dengan lagu berjudul Bayar Bayar Bayar yang liriknya mengeritik keras prilaku oknum kepolisian.

Yang menarik lagi, pada lirik lagu Bayar Bayar Bayar juga menyebut angka 1312, yakni kode numerik yang merujuk sebuah akronim.

Angka 1 merupakan kode dari huruf A. Kemudian 3 adalah kode dari abjad ketiga yaitu C. Sedangkan angka 2 kode dari abjad kedua, yaitu B.

Jika digabungkan, 1312 membentuk akronim ACAB yang merupakan singkatan dari All Cops Are Bastards.

Secara harfiah terjemahan bahasa, ACAB atau 1312 yang muncul dalam lirik lagu Suatani bisa diartikan ‘Semua Polisi Adalah Bajingan’.

Akronim ACAB secara umum digunakan sebagai kritik terhadap tindakan oknum polisi yang dinilai tidak etis.

Dalam sejarahnya, pemakaian akronim ACAB bermula dari aksi pekerja Inggris pada tahun 1920-an.

Mereka protes dan mogok kerja kepada pihak berwenang lantaran ketidakadilan yang diterima.

Pada tahun 1940-an frasa ini semakin menguat sebagai bagian dari bentuk protes para pekerja di Inggris yang dituangkan dalam coretan atau grafiti.

Pada tahun 1970-an, ACAB dan 1312 semakin populer.

Pada perkembangannya bahkan jadi slogan yang mendunia sebagai bentuk ketidakpuasan masyarakat atas kinerja kepolisian.

Di Indonesia, akronim ACAB dan 1312 pernah ditemukan dalam grafiti saat berlangsungnya tragedi Kanjuruhan, Malang tahun 2022.

Sukatani, Bayar Bayar Bayar

Sebelumnya tidak banyak yang mengenal grup musik Sukatani.

Grup band punk asal Purbalingga, Jawa Tengah ini digawangi dua orang personel, Twister Angel sebagai vokalis dan Alectroguy, gitaris.

Lagu mereka berjudul Bayar Bayar Bayar merupakan lagu dengan muatan kritik yang cukup lugas pada institusi kepolisian.

Lagu yang kemudian jadi viral terutama di kalangan anak muda pecinta musik skena punk rupanya menjadi masalah tersendiri bagi Sukatani.

Setelah dikabarkan menghilang selepas manggung di Bali, tiba-tiba muncul video permintaan maaf Sukatani terhadap institusi kepolisian.

Dalam keterangan di media sosial melalui akun @sukatani.band, Sukatani menyatakan telah menarik lagu Bayar Bayar Bayar dari platform penyedia lagu. 

Penulis: Bromo Liem

Editor: Solichan Arif

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: ACABband punkBayar Bayar BayarBayar Polisikode 1312polisiSukatani
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Penumpang kereta api padat di awal 2026

Daop 7 Madiun Catat 3 Juta Penumpang di Awal 2026, Kereta Jadi Solusi Tekan Emisi Karbon

Bunga blue poppy berwarna biru langit mekar di pegunungan Himalaya

Saking Indahnya Blue Poppy Sempat Dianggap Mitos, Ini Fakta Ilmiah di Baliknya

RA Kartini tokoh emansipasi perempuan Indonesia

Kritik Kartini terhadap Poligami: Suara Perempuan Jawa yang Mengguncang Zaman

  • Jatmiko Dwijo Saputro adik Gatut Sunu saat memberikan pernyataan terkait pemeriksaan KPK di Tulungagung

    Adik Gatut Sunu Akhirnya Angkat Bicara: Saya Jaga Jarak Sejak Awal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkot Kediri Tak Punya Strategi Lanjutkan Proyek Alun-alun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ponorogo dan Panggilan Sejarah: Dari Daerah Agraris Menuju Penyangga Kedaulatan Pangan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemblokiran TPA Klotok Picu Krisis Sampah di Kota Kediri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In