• Login
  • Register
Bacaini.id
Monday, September 1, 2025
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
No Result
View All Result
Bacaini.id

Usai Presiden Bersuara, Sahroni, Eko Patrio, Uya Kuya, dan Nafa Urbach Dipecat

ditulis oleh Redaksi
31/08/2025
Durasi baca: 2 menit
504 21
0
Presiden Ancam Copot Direksi BUMN Yang Malas Kerja dan Terlibat Kasus Hukum

Presiden Prabowo Subianto. (Foto: Sekretariat Presiden RI)

Bacaini.ID, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto dalam konferensi pers di Istana Merdeka hari ini menyampaikan hasil kesepakatan bersama dengan para ketua partai atas terjadinya demo besar dalam dua hari terakhir. Keputusan ini diambil menyusul gelombang protes terhadap pernyataan kontroversial dan perilaku tidak pantas anggota dewan serta rencana tunjangan anggota DPR yang fantastis.

Didampingi pimpinan partai politik, Presiden Prabowo menegaskan bahwa dirinya sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan meminta pembatalan rencana kenaikan tunjangan DPR RI dan meminta kepada ketua partai politik untuk menindak para kadernya yang bertindak melukai hati rakyat.

“Saya telah menerima laporan dari para ketua umum partai politik bahwa mereka telah mengambil langkah tegas dengan menonaktifkan anggota DPR dari partainya masing-masing yang dianggap menyampaikan pernyataan-pernyataan yang keliru dan menciderai perasaan publik,” ujar Presiden, Minggu, 31 Agustus 2025.

Diketahui pasca konferensi pers tersebut, Ahmad Sahroni, Nafa Urbach (Partai NasDem), serta Eko Patrio dan Uya Kuya (Partai Amanat Nasional) telah resmi diberhentikan dari keanggotaan DPR RI, mulai 1 September 2025.

Sekretaris Jenderal Partai NasDem, Hermawi Taslim, menjelaskan bahwa pemecatan Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach dilakukan karena pernyataan mereka yang dinilai telah menyinggung dan mencederai perasaan rakyat. Sahroni sebelumnya menjadi sorotan publik setelah menyebut demonstran sebagai “orang tolol se-dunia.”

Sementara itu, Eko Patrio dan Uya Kuya diberhentikan oleh PAN setelah video mereka berjoget-joget di gedung parlemen viral dan memicu kemarahan publik. Perilaku tersebut dianggap mengejek protes masyarakat terhadap kenaikan tunjangan perumahan anggota DPR.

Presiden Prabowo menekankan bahwa anggota DPR harus selalu peka dan berpihak kepada kepentingan rakyat. “Ini adalah bentuk tanggung jawab partai politik terhadap rakyat. Kami tidak akan mentolerir perilaku yang mencederai kepercayaan publik,” tegasnya.

Selain mengumumkan pemecatan keempat anggota DPR tersebut, Presiden Prabowo juga menyampaikan bahwa pimpinan DPR telah melakukan pencabutan beberapa kebijakan kontroversial, termasuk mengenai besaran tunjangan anggota DPR dan moratorium kunjungan kerja ke luar negeri.

Proses Pergantian Antar Waktu (PAW) untuk keempat anggota DPR tersebut akan segera dilakukan sesuai dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD. Nama-nama pengganti akan diumumkan dalam waktu dekat oleh masing-masing partai politik.

Konferensi pers ini menjadi respons resmi pemerintah terhadap gelombang demonstrasi yang telah berlangsung selama beberapa hari di Jakarta dan berbagai daerah di Indonesia. Presiden Prabowo juga menegaskan bahwa aparat keamanan wajib melindungi masyarakat dan menegakkan hukum jika terjadi pelanggaran, namun tetap menghormati hak berkumpul secara damai.

Presiden juga menyangkan tindakan anarkis dan penjarahan kepada rumah-rumah pribadi yang tidak pantas dilakukan.

Penulis : Danny Wibisono

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: ahmad sahronidemonstrasinafa urbachnasdemPANPresiden Prabowo Subiantopresiden RIunjuk rasauya kuya
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Dindik Kota Kediri Lakukan Sosialisasi Jadwal Pelaksanaan PPDB 2023

Usai Kerusuhan, Pembelajaran PAUD Sampai SMA Dilakukan di Rumah

Massa pengunjuk rasa di Kediri membakar mobil patroli polisi

123 Perusuh Ditangkap Polres Kediri, Mulai Pelajar SMP Sampai Dewasa

Kapolres Blitar Kota sebut aksi massa di Blitar penyerangan

Aksi Massa di Blitar Bukan Demo, Kapolres: Ini Penyerangan

  • Bupati Blitar merayakan puncak hari jadi yang dibayangi isu gratifikasi

    Isu Gratifikasi Membayangi Puncak Hari Jadi Blitar

    2893 shares
    Share 1157 Tweet 723
  • Huru-hara Aksi Massa di Blitar Ambyar Dilawan Warga

    657 shares
    Share 263 Tweet 164
  • Kronologi Diduga Mobil Wabup Blitar Tanpa Nopol Lepas Kendali

    725 shares
    Share 290 Tweet 181
  • Kepemilikan tanah dengan Letter C, Petuk D, dan Girik mulai tahun 2026 tidak berlaku. Mulai urus sekarang juga !

    15527 shares
    Share 6211 Tweet 3882
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    16613 shares
    Share 6645 Tweet 4153

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

© 2020 - 2025 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL

© 2025 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist