Bacaini.ID, TULUNGAGUNG – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menelan korban. Sebanyak 24 siswa sekolah dasar di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, menjadi ‘tumbal’ MBG setelah mengalami keracunan massal usai menyantap menu sekolah.
Sebanyak 24 siswa itu merupakan siswa SDN 3 Bungur Kecamatan Karangrejo. Mereka mengeluh mual, muntah, pusing dan lemas usai menyantap menu MBG Selasa (10/2/2026).
Menu MBG yang diduga telah meracuni puluhan siswa itu berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bungur 004.
Baca Juga:
- Puluhan Siswa SMPN 1 Boyolangu Tulungagung Keracunan MBG
- MBG Kembali Makan Korban, 9 Siswa SMK Sore Tulungagung Diduga Keracunan
- Diduga Keracunan MBG, Ratusan Siswa dan Guru SMKN 3 Boyolangu Tulungagung Diare Massal
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Tulungagung, Aris Setiawan mengatakan seluruh siswa dilarikan ke Puskesmas Karangrejo.
“Yang tercatat di fasilitas pelayanan kesehatan ada 24 anak. Tidak semuanya membutuhkan penanganan spesifik, sebagian hanya diobservasi dan kondisinya mulai membaik,” ujar Aris Setiawan Selasa (10/2/2026).
“Beberapa sudah diperbolehkan pulang, tinggal 3 orang yang masih mendapatkan penanganan medis di Puskesmas,” tambahnya.
Aris menduga peristiwa keracunan massal yang menimpa siswa akibat mengonsumsi menu MBG. Adapun menu yang disantap terdiri dari nasi putih, ayam suwir, tahu, oseng kacang, dan kurma.
Dari hasil pemeriksaan awal secara organoleptik, ayam suwir diduga jadi penyebab keracunan massal. Akibat insiden yang terjadi pendistribusian MBG langsung dihentikan.
Sejumlah makanan yang terlanjur didistribusikan ditarik atas permintaan kepala SPPG. Aris juga mengungkapkan kalau kepala SPPG sudah curiga sejak awal.
“Kepala SPPG sebenarnya sudah curiga dan meminta agar menu yang terdistribusi ditarik. Namun karena waktu tidak bersamaan, ada makanan yang terlanjur dimakan oleh siswa,” jelasnya.
SPPG Bungur 004 diketahui melayani 2.200 porsi MBG untuk sekolah dasar dan posyandu. Dalam kasus dugaa keracunan massal ini semua sampel makanan, termasuk muntahan siswa telah diamankan.
Dinas kesehatan dan Tim Inafis Polres Tulungagung segera melakukan uji laboratorium. Peristiwa yang terjadi juga dilaporkan ke Satgas MBG Tulungagung dan Koordinator Wilayah (Korwil) untuk diteruskan ke Badan Gizi Nasional (BGN).
“Hasil uji laboratorium nanti menjadi dasar penentuan penyebab,” pungkas Aris.
Seperti diketahui, kasus keracunan massal akibat menu MBG di Tulungagung Jawa Timur bukan pertama kali terjadi. Belum lama ratusan siswa juga mengalami gejala keracunan massal.
Penulis: Fikri
Editor: Solichan Arif





