• Login
Bacaini.id
Friday, January 23, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

TP PKK dan DP3AP2KB Kota Kediri Gencarkan Penanggulangan Stunting di Bulan Ramadan

ditulis oleh Redaksi
13 March 2025 09:23
Durasi baca: 2 menit
TP PKK dan DP3AP2KB Kota Kediri Gencarkan Penanggulangan Stunting di Bulan Ramadan. Foto : Dok. Pemkot Kediri

TP PKK dan DP3AP2KB Kota Kediri Gencarkan Penanggulangan Stunting di Bulan Ramadan. Foto : Dok. Pemkot Kediri

Bacaini.ID, KEDIRI – Pemerintah Kota Kediri terus menunjukkan komitmennya dalam menekan angka stunting di wilayahnya. Berbagai upaya dilakukan, termasuk di bulan Ramadan. Salah satunya melalui kegiatan edukasi dan santunan yang diselenggarakan di Mushola Al Khotimah, Lingkungan Pagut, Kelurahan Blabak, Rabu (12/3).

Dalam kegiatan ini, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Kediri, Faiqoh Azizah Muhammad, memberikan edukasi langsung kepada para orang tua anak berisiko stunting. Kegiatan tersebut dikemas dalam acara buka bersama dan santunan bagi anak yatim, dhuafa, serta balita yang berisiko mengalami stunting.

Menurut Faiqoh, istilah balita stunting kini menjadi perhatian serius di masyarakat. Namun, di sisi lain, istilah ini juga kerap menimbulkan kekhawatiran yang berlebihan.

“Istilah balita stunting sebenarnya cukup sering dibicarakan dan menjadi perhatian utama. Sayangnya, terkadang istilah ini menimbulkan kekhawatiran besar di masyarakat. Di era digital seperti sekarang, perkembangan teknologi memiliki pengaruh besar terhadap tumbuh kembang anak di usia balita,” jelas Faiqoh.

Ia juga menegaskan pentingnya perhatian terhadap tumbuh kembang anak sebagai generasi penerus bangsa.

“Anak-anak kita hari ini adalah generasi yang 20 tahun ke depan akan menggantikan kita. Jika tidak ada penanganan yang serius, maka generasi peneruslah yang akan menanggung akibatnya,” tandasnya.

Faiqoh mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berkolaborasi dalam menanggulangi stunting.

“Mari kita bergandengan tangan dan berkolaborasi dengan Posyandu, Puskesmas, serta berbagai pihak terkait untuk bersama-sama menanggulangi permasalahan balita stunting di Kota Kediri,” ajaknya.

Senada dengan Faiqoh, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Kediri, Arief Cholisudin, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk sinergi pemerintah dengan masyarakat dalam menghadirkan Ramadan yang ramah anak sekaligus menekan angka stunting.

“Kami ingin menyampaikan kepada masyarakat bahwa stunting berawal dari pola asuh yang kurang tepat. Oleh karena itu, sebagai orang tua, kita memiliki kewajiban untuk terus meng-upgrade diri, menyesuaikan pola asuh dengan kondisi saat ini,” jelas Arief.

Ia juga memaparkan bahwa upaya kolaboratif yang dilakukan Pemerintah Kota Kediri menunjukkan hasil positif dalam penurunan angka prevalensi stunting.

“Tahun lalu, kami berhasil menurunkan angka prevalensi stunting sebesar 2%, dari sebelumnya 6% menjadi 4%. Capaian ini merupakan hasil kerja sama yang solid antara seluruh OPD di Kota Kediri, masyarakat, dan para kader yang terus bergerak bersama,” tambahnya.

Sebagai bagian dari upaya nyata, kegiatan ini juga diisi dengan pemberian santunan kepada 30 anak yatim, dhuafa, dan balita berisiko stunting. Masing-masing anak menerima bantuan berupa uang saku dan paket sembako. Acara kemudian dilanjutkan dengan buka bersama dan salat Magrib berjamaah. (ADV)

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Siswa SMK Sore Tulungagung mendapat perawatan di puskesmas usai diduga keracunan menu MBG

MBG Kembali Makan Korban, 9 Siswa SMK Sore Tulungagung Diduga Keracunan

Polisi Polres Jombang menunjukkan barang bukti 680 botol minuman keras ilegal hasil penggerebekan rumah residivis miras di Jogoroto

Tak Kapok! Residivis Miras Jombang Kembali Diciduk, 680 Botol Disita Polisi

Ilustrasi pertikaian Keraton Solo. Foto: bacaini/AI

Dosa Warisan, Skandal dan Kisruh Keraton Solo Dalam Dua Dekade Terakhir

  • Ilustrasi sengketa Keraton Solo. foto: bacaini/AI

    Dibalik Kisruh Keraton Solo, Ada Hibah Besar dari Pemda, Pemprov dan APBN Diperebutkan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tol Kediri–Tulungagung Disetop, Proyek Bandara Dhoho Jadi Biang Kerok

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepemilikan tanah dengan Letter C, Petuk D, dan Girik mulai tahun 2026 tidak berlaku. Mulai urus sekarang juga !

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pamer Hummer Listrik 4,5 M, “Rahasia” Ketenaran Gus Iqdam Dibongkar Netizen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In