• Login
Bacaini.id
Wednesday, February 11, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Tim Vulkanologi Selidiki Rekahan di Gunung Wilis

ditulis oleh
7 November 2020 14:17
Durasi baca: 2 menit

KEDIRI – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri bekerjasama dengan Tim Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Bandung, melakukan kajian potensi tanah longsor di lokasi rekahan tanah yang ada di lereng Gunung Wilis tepatnya di Dukuh Badut, Dusun Besuki, Desa Jugo Kecamatan Mojo Kabupaten Kediri.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala BPBD Kabupaten Kediri, Slamet Turmudzi mengatakan, kajian potensi bencana dilakukan karena terdapat rekahan tanah yang menjalar hingga ke empat rumah warga di desa setempat, dan sebagai landasan untuk merelokasi warga.

“Potensi longsornya seperti apa, warga harus bagaimana, itu yang kita tindak lanjuti, dari hasil diskusi daerah tersebut yang memang berpotesi longsor,” kata Slamet saat dihubungi Bacaini.id, Sabtu, 07 Nopember 2020.

Slamet menyebut, jika surat rekomendasi sudah dikeluarkan dan tidak memungkinkan untuk ditinggali maka pemerintah desa setempat akan melakukan relokasi untuk tujuh KK yang berada di lokasi tersebut.

Sampai saat ini sudah ada tujuh Kepala Keluarga (KK) yang telah diungsikan ke hunian sementara yang tidak jauh dari pemukiman sebelumnya. Pengungsi juga terus diberikan sosialisasi kebencanaan, agar dapat waspada jika sewaktu-waktu terjadi hal- yang tidak diinginkan.

Selain itu, disana Tim Siaga Bencana Desa (TSBD), juga terus memantau kondisi lokasi, dan disiagakan ketika hujan deras melanda daerah setempat. “Mereka juga kami wajibkan untuk melapor ke BPBD setiap waktu,” katanya.

Slamet menambahkan, hingga saat ini rumah warga yang terdampak langsung retakan tanah ada sebanyak lima rumah terdiri dari empat rumah warga yang terdampak langsung dan satu rumah warga yang juga kemungkinan tertutup akses jalannya.

Sementara itu Kepala Sub bidang Mitigasi dan Gerakan Tanah Wilayah Barat Badan Geologi, Sumaryono mengatakan, dari hasil peninjauan, diketahui pergerakan longsor mengarah timur laut.

“Dari pengukuran retakan tanah di lokasi kami menyimpulkan potensi terjadi longsor akan berdampak ke arah 4 rumah warga. Kemudian berdasarkan peta kerawanan longsor yang ada pada data PVMBG, daerah ini memang berpotensi tinggi terjadi longsor,” tutupnya.

Untuk diketahui, kasus rekahan tanah tersebut terjadi sejak tahun 2019, beberapa kali warga juga sempat menutup rekahan dengan cor, namun upaya tersebut tidak berhasil, dan ketika musim hujan datang, rekahan semakin terlihat. (Karebet)

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Tanaman hias gantung menghiasi teras rumah sebagai tradisi mempercantik rumah jelang Ramadhan

Tradisi Percantik Rumah Jelang Ramadhan, Ini 4 Tanaman Gantung Paling Digemari

Sidang vonis kasus penganiayaan guru oleh suami anggota DPRD Trenggalek di Pengadilan Negeri Trenggalek

Suami DPRD Arogan Penganiaya Guru di Trenggalek Divonis 6 Bulan Penjara 

Puluhan siswa SD di Tulungagung dirawat akibat keracunan massal menu MBG

‘Tumbal’ MBG Kembali Berjatuhan, 24 Siswa SD di Tulungagung Keracunan Massal

  • Ilustrasi gerai Koperasi Desa Merah Putih yang diusulkan menggunakan gedung sekolah dasar

    Pembangunan Koperasi Merah Putih di Trenggalek Diusulkan di Kawasan Hutan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Peluang Atlet Indonesia di Olimpiade Musim Dingin 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ramalan Shio Hari Ini 5 Februari 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepemilikan tanah dengan Letter C, Petuk D, dan Girik mulai tahun 2026 tidak berlaku. Mulai urus sekarang juga !

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In