• Login
Bacaini.id
Monday, June 1, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Terjepit Jalan Rahim Saat Persalinan, Kepala Bayi ‘Dipisah’

ditulis oleh Editor
1 August 2022 18:11
Durasi baca: 3 menit
Ilustrasi bayi lahir. Foto: unsplash

Ilustrasi bayi lahir. Foto: unsplash

Bacaini.id, JOMBANG – Insiden memilukan terjadi dalam proses persalinan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jombang. Tim medis terpaksa memisah kepala bayi setelah tersangkut di jalan rahim ibunya.

Kasus ini terkuak setelah keluarga pasien mengunggah peristiwa itu di media sosial. Melalui akun Twitter @mindesiyaa, dia menceritakan kronologis yang dialami saudaranya saat melahirkan di RSUD Jombang.

Dalam cuitannya yang diunggah Minggu, 31 Juli 2022, pemilik akun mengatakan jika awalnya proses persalinan tersebut dilakukan di puskesmas. Namun karena tidak mampu menangani, dia dirujuk ke RSUD Jombang untuk dilakukan persalinan secara normal.

“Hingga akhirnya bayi meninggal karena mengalami distosia bahu atau kemacetan persalinan. Bayi akhirnya meninggal, sedangkan sang ibu selamat. Leher bayi terjepit pada bagian bahu. Tidak bisa untuk dikeluarkan,” tulis akun tersebut.

Dikonfirmasi Bacaini.id, tentang cuitan tersebut, Yopi Widianto, 26 tahun, ayah bayi yang juga suami Rohma Roudlotul Janah, 29 tahun, membenarkan peristiwa tersebut. Menurut Yopi, saat itu istrinya yang sedang hamil mengalami kontraksi dan dilarikan ke Puskesmas Sumobito pada Minggu, 31 Juli 2022 sekitar pukul 08.00 WIB.

Petugas Puskesmas kemudian merujuk ke RSUD Jombang karena tak mampu menangani. Sesampainya di rumah sakit, Rohma mendapatkan penanganan pukul 10.30 WIB. Saat itu Yopi melihat dengan jelas adanya tanda-tanda kelahiran secara normal.

“Sampai di rumah sakit itu sudah bukaan lima, lalu sekitar pukul 15.30 WIB sudah bukaan tujuh. Sekitar satu jam kemudian air ketuban pecah, proses hampir sempurna. Saat itu istri saya tanya mengapa tidak dilakukan operasi caesar. Kata dokternya masih diupayakan,” cerita Yopi kepada Bacaini.id, Senin, 1 Agustus 2022 di rumahnya Dusun Slombok, Desa Plemahan, Kecamatan Sumobito.

Dokter kemudian melakukan proses persalinan normal pada pukul 18.30 WIB, di mana saat itu kepala bayi sudah terlihat keluar. Namun selanjutnya proses persalinan mengalami kemacetan atau distosia (bahu karena terjepit pangkal pinggul atau jalan rahim). Setelah 10 menit berlalu, bayi tersebut akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

“Untuk mengeluarkannya dilakukan pemotongan leher. Anak saya meninggal. Padahal saya sudah meminta dokter untuk melakukan operasi caesar, tapi tidak dituruti. Itu yang saya sesalkan,” ungkap Yopi sedih.

Saat ini bayi perempuan yang diberi nama Cahaya Purnama itu sudah dimakamkan. Sedangkan ibunya masih menjalani pemulihan setelah menjalani operasi caesar untuk mengeluarkan badan bayi dari dalam perut.

Kepala Bidang Pelayanan Medis dan Keperawatan RSUD Jombang, dr Vidya Buana membenarkan terjadinya insiden itu. Namun dia bersikukuh jika petugas medis sudah melakukan tindakan penanganan sesuai prosedur. Dia mengklaim pihak rumah sakit sudah menurunkan tiga dokter spesialis kandungan untuk membantu persalinan tersebut.

“Karena persalinan macet, kita lakukan dekapitasi atau pemisahan anggota badan. Itu kita lakukan saat bayi sudah meninggal. Kalau tidak, justru membahayakan ibunya,” jelas dokter Vidya.

Soal tidak dilakukannya operasi caesar seperti permintaan pasien, menurut Vidya hal itu dilakukan karena kondisi pasien saat tiba di rumah sakit sudah bukaan penuh. Sehingga kepala bayi bisa keluar. Hanya saja proses tersebut mengalami kendala hingga bayi terjepit dan tertahan di dalam perut sampai akhirnya meninggal dunia.

“Setelah bayinya meninggal, kita harus ambil tindakan untuk menyelamatkan ibunya dengan melakukan pemisahan tubuh bayi. Kita sudah menjalankan proses sesuai SOP,” pungkasnya

Penulis: Syailendra
Editor: Novira

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: bayi meninggalrsud JombangViral Jombang
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melaksanakan pernyataan pers bersama Presiden Republik Prancis Emmanuel Macron dalam rangkaian kunjungan kenegaraan di Istana Élysée, pada Kamis, 28 Mei 2026. Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev

Presiden Prabowo Sebut Hubungan Indonesia-Prancis Fase Terbaik

Ratusan pohon pepaya milik petani Perhutanan Sosial di Desa Jingglong Blitar dirusak orang tak dikenal

Perusakan Tanaman Petani Perhutanan Sosial di Blitar, Pelakunya OTK

Mantan Pejabat Senior CIA Diduga Curi 303 Emas Batangan Senilai Rp714 Miliar

  • Pengembangan fasilitas Stasiun Madiun oleh KAI Daop 7 Madiun dengan pembangunan peron tinggi dan perluasan area parkir

    KAI Daop 7 Madiun Kembangkan Stasiun Madiun, Parkir Diperluas hingga Bangun Peron Tinggi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 Orang Terkatung di Perairan Trenggalek Usai KM Natasya 01 Tabrak Karang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Terseret Sungai Brantas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemerintah Gelar Sidang Isbat 19 Maret 2026, Lebaran Berpotensi Beda dengan Muhammadiyah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pamer Hummer Listrik 4,5 M, “Rahasia” Ketenaran Gus Iqdam Dibongkar Netizen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melaksanakan pernyataan pers bersama Presiden Republik Prancis Emmanuel Macron dalam rangkaian kunjungan kenegaraan di Istana Élysée, pada Kamis, 28 Mei 2026. Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev
Internasional

Presiden Prabowo Sebut Hubungan Indonesia-Prancis Fase Terbaik

Ratusan pohon pepaya milik petani Perhutanan Sosial di Desa Jingglong Blitar dirusak orang tak dikenal
Baca

Perusakan Tanaman Petani Perhutanan Sosial di Blitar, Pelakunya OTK

Internasional

Mantan Pejabat Senior CIA Diduga Curi 303 Emas Batangan Senilai Rp714 Miliar

Ilustrasi seseorang mengalami sakit kepala karena tidak minum kopi akibat gejala putus kafein
BacaGaya

Kenapa Kepala Pusing Saat Tak Minum Kopi? Studi Terbaru Temukan Penyebabnya

Elang Jawa di habitat hutan alami Pulau Jawa yang menjadi inspirasi lambang Garuda Pancasila
Baca

Hari Lahir Pancasila 2026: Elang Jawa, Inspirasi Garuda Pancasila yang Terancam Punah

Petis khas Jawa Timur dalam wadah tradisional yang menjadi bumbu legendaris sejak era Majapahit
Historia

Sejarah Petis Jawa Timur, Bumbu Warisan Majapahit Sejak Abad ke-10

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In