Bacaini.ID, JEMBER-Setelah sembilan hari perhelatan, Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXI Jawa Timur 2025 di Kabupaten Jember akan mencapai puncaknya malam ini. Panitia memastikan seremoni penutupan di Stadion Jember Sport Garden (JSG) bakal berlangsung spektakuler dengan rangkaian pertunjukan kolosal yang memukau.
Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Jember, Regar Jeane Dealen Nangka, mengatakan, acara penutupan ini dirancang tak kalah megah dari pembukaan.
Salah satu atraksi utama adalah tari kolosal bertajuk “Kejhung Si’iran” yang melibatkan 400 penari, ditambah pesta kembang api, dan iringan musik orkestra bernuansa religi.
“Kalau di pembukaan kemarin masyarakat disuguhkan pertunjukan drone show, malam ini kita tampilkan tarian khas Jember yang akan memukau penonton,” ujar Regar, Kamis (18/9/2025) malam.
Selain atraksi seni, acara juga akan dihadiri Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, jajaran pejabat provinsi, serta seluruh kafilah dari 38 kabupaten/kota. Kehadiran para tamu penting ini diharapkan makin menambah semarak malam penutupan.
Regar menuturkan, MTQ XXXI bukan hanya menjadi ajang kompetisi keagamaan, melainkan juga sarana syiar dan penguatan nilai-nilai Qur’ani di masyarakat. Karena itu, penutupan kali ini dirancang menjadi momen kebersamaan sekaligus refleksi spiritual bagi seluruh peserta.
“Mari kita jadikan penutupan MTQ ini sebagai ungkapan rasa syukur dan cinta kepada Al-Qur’an. Ini bagian dari cita-cita besar menjadikan Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara,” imbuhnya.
Sebelumnya, pembukaan MTQ XXXI yang digelar Sabtu (13/9/2025) lalu sukses memikat ribuan penonton lewat pertunjukan drone light show dan tarian “Taksu Ilahi”. Ketua Umum LPTQ Jatim, Adhy Karyono, bahkan menilai kemeriahan itu melampaui standar MTQ tingkat nasional.
Dengan konsep yang tak kalah megah, penutupan malam ini diharapkan menjadi penanda suksesnya Jember sebagai tuan rumah sekaligus momentum lahirnya para juara yang siap membawa nama Jawa Timur di tingkat nasional.
Penulis : Mega





