Bacaini.ID, BLITAR – Sepasang pelajar SMK di Kabupaten Blitar Jawa Timur menangis saat mengaku sebagai pelaku pembuang bayi di Desa Ringinanom Kecamatan Udanawu.
Kedua pelajar berinisial MAZ (16) dan VM (16) juga mengaku sebagai orang tua bayi berjenis kelamin perempuan yang dibuang itu.
MAZ diketahui warga Kecamatan Udanawu dan bersekolah di Srengat. Sedangkan VM, pacarnya warga Kecamatan Wonodadi yang bersekolah di Ponggok.
“Mereka meneteskan air mata saat bercerita. Menangis menyesal,” ujar Kapolsek Udanawu AKP Achmat Rochan saat memberi keterangan di sebuah stasiun radio Jumat (5/12/2025).
Baca Juga:
- Tangis Bayi yang Dibuang di Blitar Dikira Suara Kucing Liar
- Remaja Putri 17 Tahun Terungkap Buang Bayi yang Dilahirkan
- Mengaku Temukan Bayi di Jalan, Ternyata Anaknya Sendiri
Pengungkapan kasus pembuangan bayi itu berawal dari pengakuan salah seorang warga Desa Ringinanom kalau orang tua bayi itu adalah anggota keluarganya.
Di depan petugas kepolisian, MAZ dan VM mengakui perbuatannya. Mengaku sebagai orang tua bayi dan telah membuangnya. Terungkap bayi dilahirkan di rumah VM di Wonodadi.
VM diketahui tinggal bersama ayahnya yang sehari-hari bekerja sebagai kuli bangunan. Sedangkan ibunya bekerja sebagai buruh migran.
Dalam keterangannya VM mengaku melahirkan di dalam kamar. Saat proses persalinan di malam hari itu ia memutar musik kencang-kencang.
“Diputar musik untuk mengelabui suara bayi,” kata Kapolsek Ahmat Rochan.
VM kemudian menghubungi MAZ dengan telepon selular. Memberi tahu kalau baru saja melahirkan dan meminta ketemu.
Bayi yang baru lahir itu dibawa ke luar rumah oleh VM dengan mengendarai sepeda motor. Ia bertemu MAZ yang juga mengendarai sepeda motor. “Keduanya naik motor sendiri-sendiri,” ungkap Ahmat Rochan.
Awalnya, kedua pelajar itu berniat membawa bayi ke panti asuhan. Namun diurungkan karena bingung tidak tahu panti asuhan yang akan didatangi.
MAZ dan VM sempat mondar mandir dengan sepeda motor di sekitar wilayah Kecamatan Udanawu. Kemudian karena lelah dan merasa masih lemas usai melahirkan, VM memutuskan pulang.
Bayi diserahkan kepada MAZ yang melanjutkan mencari tempat. Saat melintasi rumah Sentot Edi Prayitno (38) warga Desa Ringinanom Kecamatan Udanawu, MAZ memutuskan meninggalkan bayinya di sana.
Ia beralasan melihat penghuni rumah belum tidur. Lampu ruangan masih menyala dan pintu depan terbuka. Terlihat penghuni rumah sedang asyik makan.
Bayi yang diselimuti kain daster warna merah itu kemudian diletakkan tidak jauh dari teras rumah. Ditempatkan dalam paperbag.
Bayi perempuan dengan bobot 2,2 kilogram dan panjang 46 cm itu kondisinya sehat. Saat ini berada di RSUD Srengat.
Menurut Kapolsek Ahmat Rochan, kedua pelajar orang tua bayi itu mengaku menyesali perbuatannya. Saat bercerita tidak berhenti meneteskan air mata.
AMZ dan VM juga mengaku merasa tidak tenang setelah kasus pembuangan bayi itu viral di media sosial.
Sementara terkait penanganan kasus pembuangan bayi itu, telah dilimpahkan kepada Polres Blitar Kota. Karena statusnya masih pelajar kasus ditangani unit PPA.
“Hari ini keduanya dimintai keterangan Polres Blitar Kota dengan didampingi orang tua masing-masing,” pungkasnya.
Seperti diketahui peristiwa pembuangan bayi di Desa Ringinanom Kecamatan Udanawu berlangsung pada Minggu malam 30 November 2025. Tangis bayi yang ditemukan di teras rumah sempat dikira suara kucing liar.
Penulis: Solichan Arif





