• Login
Bacaini.id
Thursday, October 8, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Somatic Healing: Cara Memahami Hubungan Pikiran, Emosi dan Tubuh

Somatic healing menjadi pendekatan yang memperhatikan hubungan antara pikiran, emosi dan sensasi tubuh, terutama ketika seseorang mengalami stres

ditulis oleh Solichan Arif
8 October 2026 16:37
Durasi baca: 4 menit
Somatic healing untuk memahami hubungan pikiran emosi dan tubuh

Somatic healing membantu seseorang lebih sadar terhadap hubungan antara kondisi emosional dan sensasi tubuh (foto ilustrasi)

Reporter: Bromo Liem | Editor: Solichan Arif

Poin Penting:

  • Somatic healing memperhatikan hubungan antara kondisi psikologis dan respons tubuh, termasuk perubahan napas, detak jantung, ketegangan otot dan pola tidur ketika seseorang mengalami stres.
  • Praktik somatik dapat berupa body awareness, latihan pernapasan, grounding, relaksasi dan gerakan tubuh, tetapi tidak memiliki satu prosedur baku untuk semua pendekatan.
  • Somatic healing bukan pengganti pengobatan atau terapi profesional, sehingga keluhan fisik maupun gangguan mental yang menetap tetap membutuhkan pemeriksaan dan bantuan tenaga kesehatan.

Bacaini.ID, KEDIRI – Somatic healing adalah cara memahami hubungan antara pikiran, emosi dan tubuh yang itu saling berkaitan. Saat mengalami stres, seseorang dapat merasakan bahu dan leher menegang, sakit kepala, jantung berdebar, gangguan tidur hingga tubuh terasa sangat lelah.

Reaksi tersebut menunjukkan bahwa kondisi psikologis dan tubuh tidak selalu berjalan secara terpisah. Ketika seseorang mengalami stres, tubuh juga dapat merespons melalui perubahan pada sistem saraf, detak jantung, pernapasan, ketegangan otot, hingga pola tidur.

Meski begitu somatic healing bukan istilah medis yang menunjuk pada satu metode terapi tunggal, sehingga berbagai praktik yang menggunakan pendekatan somatik perlu dilihat berdasarkan teknik dan bukti ilmiahnya. Ini lebih terkait dengan manfaat somatic healing.

Somatic Healing dan Hubungan Pikiran dengan Tubuh

Kata somatic berasal dari bahasa Yunani ‘soma’ yang berarti tubuh. Dalam dunia kesehatan mental, pendekatan somatik memberi perhatian pada bagaimana pengalaman psikologis berkaitan dengan apa yang dirasakan tubuh.

Ketika seseorang menghadapi stres, misalnya, sistem saraf dapat mengaktifkan respons tubuh untuk menghadapi ancaman. Hormon seperti adrenalin dan kortisol terlibat dalam respons tersebut. Detak jantung dapat meningkat, otot menegang, napas berubah, dan tubuh menjadi lebih waspada.

Jika stres berlangsung lama, respons tersebut dapat memengaruhi kesejahteraan seseorang. American Psychological Association menjelaskan bahwa stres kronis dapat berkaitan dengan berbagai masalah kesehatan, termasuk gangguan tidur, sakit kepala, masalah pencernaan, serta peningkatan risiko sejumlah kondisi kesehatan.

Karena itu, memperhatikan sensasi tubuh dapat menjadi salah satu cara mengenali bahwa seseorang sedang mengalami tekanan. Misalnya, seseorang mungkin menyadari bahwa rahangnya selalu mengatup ketika menghadapi pekerjaan yang menumpuk. Orang lain mungkin merasakan dada sesak atau napas menjadi cepat ketika menghadapi situasi tertentu.

Somatic healing pada dasarnya mengajak seseorang menyadari pengalaman tubuh tersebut, bukan sekadar mengabaikannya.

Apa yang Dilakukan dalam Somatic Healing?

Tidak ada satu prosedur baku yang berlaku untuk semua praktik somatik. Bentuknya dapat berbeda tergantung pendekatan yang digunakan.

Beberapa latihan yang sering dikaitkan dengan pendekatan somatik antara lain body awareness, yaitu memperhatikan sensasi tubuh tanpa langsung menghakimi atau berusaha menghilangkannya. Seseorang dapat duduk tenang dan memperhatikan apakah tubuh terasa tegang, hangat, dingin, berat atau ringan.

Ada pula latihan pernapasan, grounding, relaksasi otot dan gerakan tubuh secara perlahan. Tujuannya dapat membantu seseorang mengenali kondisi tubuh dan mengatur respons terhadap stres.

Contoh sederhana adalah berhenti sejenak ketika merasa sangat tegang, kemudian memperhatikan posisi tubuh, menarik napas secara perlahan dan menyadari sensasi kaki yang menyentuh lantai. Aktivitas seperti ini dapat menjadi bentuk self-regulation sederhana.

Penting membedakan latihan relaksasi mandiri dengan terapi somatik yang dilakukan oleh profesional. Beberapa bentuk psikoterapi memang memasukkan pengalaman tubuh ke dalam proses terapi, terutama dalam penanganan trauma. Pelaksanaannya membutuhkan pengetahuan dan keterampilan profesional, bukan sekadar mengikuti video latihan di media sosial.

Hal ini juga menjadi alasan mengapa klaim populer seperti “tubuh menyimpan trauma” atau gerakan tertentu pasti dapat “melepaskan trauma” perlu dipahami secara hati-hati. Pengalaman traumatis memang dapat memengaruhi respons tubuh dan sistem saraf, tetapi mekanismenya jauh lebih kompleks daripada satu gerakan atau teknik tertentu.

Somatic Healing Bukan Pengganti Pengobatan atau Terapi

Somatic healing dapat dipahami sebagai cara untuk meningkatkan kesadaran terhadap hubungan antara kondisi emosional dan tubuh. Beberapa praktik seperti latihan pernapasan, relaksasi, mindfulness dan aktivitas fisik juga memiliki penelitian yang menunjukkan manfaat dalam membantu mengelola stres atau meningkatkan kesejahteraan psikologis.

Namun, bukti ilmiah tidak otomatis berlaku sama untuk semua metode yang menggunakan label somatic healing. Efektivitasnya perlu dilihat berdasarkan jenis intervensi, tujuan, kondisi seseorang, dan kualitas penelitian yang tersedia. Karena itu, somatic healing sebaiknya tidak diposisikan sebagai pengganti pengobatan untuk gangguan mental atau kondisi medis tertentu.

Jika seseorang mengalami kecemasan berat, depresi, trauma, serangan panik, gangguan tidur yang menetap, atau keluhan fisik yang mengganggu aktivitas sehari-hari, bantuan tenaga kesehatan tetap diperlukan. Keluhan fisik yang baru muncul atau menetap juga tidak sebaiknya langsung dianggap sebagai akibat trauma atau stres tanpa pemeriksaan medis.

Gagasan utama dari pendekatan somatik cukup sederhana: tubuh juga memberikan informasi mengenai apa yang sedang dialami seseorang. Mengenali napas yang berubah ketika cemas, bahu yang menegang saat stres, atau tubuh yang terasa lelah setelah periode tekanan panjang dapat membantu seseorang lebih peka terhadap kondisinya sendiri.

Kesadaran tersebut bukan berarti semua sensasi tubuh memiliki makna psikologis tertentu. Namun, dengan mengenali perubahan tubuh sekaligus memahami konteks emosionalnya, seseorang dapat lebih cepat menyadari kapan dirinya membutuhkan istirahat, melakukan regulasi stres, atau mencari bantuan profesional. (bl/edt)

Google News Lihat Berita Bacaini.id di Google News
Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Sumber: Bacaini.id
Tags: emosikesehatanpikiranpsikologisomatic healingtubuh
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Bupati Jember, Muhammad Fawait saat mengantar Pasien untuk menaiki Mobil Cinta, layanan pengantaran gratis bagi pasien usai berobat

Gratis Berobat, Tapi Pulang Masih Bayar, Jember Luncurkan Mobil Cinta

Somatic healing untuk memahami hubungan pikiran emosi dan tubuh

Somatic Healing: Cara Memahami Hubungan Pikiran, Emosi dan Tubuh

RPKAD memulai operasi penangkapan di Semarang pada Oktober 1965

Oktober 1965, Bulan “Pembersihan”

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In