• Login
Bacaini.id
Friday, April 10, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Sertu Supriyadi Menemukan Kebahagiaan dari Kicau Kenari

ditulis oleh Redaksi
7 January 2026 20:04
Durasi baca: 2 menit
Sersan Satu Supriyadi dan burung Kenari di rumahnya. Foto: bacaini/AK Jatmiko

Sersan Satu Supriyadi dan burung Kenari di rumahnya. Foto: bacaini/AK Jatmiko

Bacaini.ID, KEDIRI – Anggota TNI Kodim 0809/Kediri ini bukan hanya prajurit yang setiap hari menjaga keamanan wilayah. Di sela kesibukan sebagai Babinsa Koramil 02 Pesantren, ia merawat kehidupan kecil yang berkicau riang, kenari merah lokal atau Merlok.

Ia adalah Sersan Satu Supriyadi. Sudah lama ia menekuni hobi merawat burung. Apa yang awalnya sekadar pelepas penat, kini berkembang menjadi usaha ternak yang menjanjikan.

Di rumahnya, Perumahan Doko Sragi, Kelurahan Doko Ngasem, belasan sangkar berisi kenari berderet rapi. Ada 12 pasang indukan berkualitas dan 15 ekor anakan yang setiap hari ia rawat dengan penuh ketelatenan.

“Merawat burung ini hiburan tersendiri. Setelah lelah bertugas, saya bisa mendengar kicauannya. Rasanya seperti ada energi baru,” katanya kepada Bacaini.ID, Rabu, 7 Januari 2026.

Ia mengatakan, mengelola peternakan burung di tengah kesibukan sebagai tentara bukan perkara mudah. Namun bagi Supriyadi, kunci keberhasilan ada pada disiplin. Setiap pagi, sebelum berangkat dinas, ia memberi pakan kenari dengan menu khusus berupa bayam segar dan telur puyuh. Dua bahan sederhana itu dipercaya menjaga kesehatan sekaligus mempercantik warna bulu.

“Burung kenari harus dijemur setiap pagi, sekitar 30 sampai 60 menit. Kalau tidak, mereka bisa lesu. Jadi meski sibuk, saya selalu sempatkan waktu,” katanya.

Dari Hobi Menjadi Rezeki

Kini, hobi itu bukan hanya memberi kebahagiaan, tetapi juga menambah penghasilan keluarga. Supriyadi memanfaatkan media sosial dan komunitas pecinta burung untuk menjual hasil ternaknya. Harga anakan kenari berkisar Rp250 ribu hingga Rp650 ribu, sementara pejantan bisa mencapai Rp1 juta hingga Rp1,25 juta.

Dalam sebulan, ia rata-rata melepas 10 hingga 15 ekor anakan, dengan pendapatan tambahan sekitar Rp3 juta hingga Rp3,5 juta. Angka yang cukup berarti bagi seorang prajurit yang tetap setia menjalankan tugas negara.

Meski cuaca tak menentu sering menjadi tantangan, Supriyadi tetap sabar. Baginya, merawat kenari bukan sekadar bisnis, melainkan bentuk cinta. Cinta pada kehidupan, cinta pada keseimbangan antara tugas negara dan kebahagiaan pribadi.

Di tengah hiruk pikuk tugas menjaga keamanan, suara kenari di rumahnya menjadi pengingat sederhana, bahwa seorang prajurit juga manusia biasa, yang berhak menemukan kebahagiaan dari hal-hal kecil.

Penulis: AK Jatmiko
Editor: Hari Tri Wasono

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: babinsaburung kenariKodim 0809 KediriTNITNI AD
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

pekerja industri kayu terdampak PHK

Bisnis Ekspor Impor di Jombang Terimbas Perang Iran, Perusahaan Mulai PHK dan Cari Pasar Baru

Ilustrasi Pilkades serentak di Tulungagung 2027

Pilkades Serentak 243 Desa di Tulungagung Butuh Anggaran Rp50 Miliar

Halal Bihalal Dengan PGRI Kota Kediri, Gus Qowim Harap Perkuat Persaudaraan dan Tingkatkan Kualitas Pendidikan

  • Ilustrasi sekda. Foto: bacaini.id

    Pj. Sekda Kota Kediri Segera Diganti, Ditunjuk dari Pemkot Kediri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemblokiran TPA Klotok Picu Krisis Sampah di Kota Kediri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ada Apa dengan Wawali Blitar Elim Tyu Samba? Absen di Hari Jadi ke-120 Kota Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepemilikan tanah dengan Letter C, Petuk D, dan Girik mulai tahun 2026 tidak berlaku. Mulai urus sekarang juga !

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In