Bacaini.ID, JAKARTA – Serangan terbaru Iran yang menjadi bagian dari operasi “True Promise 4” kembali menghantam sejumlah wilayah Israel pada Rabu pagi, 11 Maret 2026. Serangan ini menyebabkan kerusakan besar pada fasilitas militer strategis dan infrastruktur sipil, dan disebut sebagai yang paling merusak sejak berdirinya negara Israel.
Serangan gelombang ke‑33 ini menargetkan Pusat Komunikasi Satelit Ha’ela di Sdot Micha, kawasan selatan Tel Aviv. Infrastruktur ini hancur total akibat kombinasi rudal balistik dan drone bunuh diri.
Dampaknya, jaringan kendali jet tempur Israel sempat lumpuh, mengingat loksai ini menjadi pusat utama koordinasi operasi udara antara pangkalan dan pesawat tempur. Kerusakan pada fasilitas ini dinilai sebagai pukulan signifikan terhadap kemampuan militer Israel dalam merespons ancaman udara.
Tel Aviv Alami Kerusakan Luas
Sejumlah kawasan penting di Tel Aviv ikut menjadi sasaran.
- 40 gedung tinggi rusak akibat ledakan dan serpihan.
- 40% wilayah kota mengalami pemadaman listrik.
- Gangguan pasokan air terjadi di beberapa distrik.
- 200.000 warga dievakuasi dari zona yang dianggap tidak aman.
Beberapa gedung apartemen dilaporkan runtuh dan area bisnis pusat kota mengalami kebakaran besar.
Iran juga menargetkan kilang minyak dan gas Haifa menggunakan drone peledak. Serangan dinyatakan berhasil mengenai fasilitas vital, memicu ancaman gangguan pasokan energi di wilayah utara Israel.
Korban di Beberapa Kota
Beit Shemesh
- 9 orang tewas
- 27 luka-luka
- Sejumlah bangunan rusak akibat hantaman rudal.
Tel Aviv
- 1 tewas akibat serpihan
- Ratusan luka-luka
- Situasi diperburuk oleh kebakaran dan kerusakan struktur bangunan.
Operasi “True Promise 4” yang diluncurkan Iran sejak akhir Februari terus berlanjut. Total rudal ditembakkan sekitar 300 rudal sejak 28 Februari 2026, terdiri atas rudal balistik berat dan drone bunuh diri. Iran menyasar fasilitas militer dan infrastruktur sipil, sebagai balasan atas serangan gabungan AS–Israel ke wilayah Iran sebelumnya.
Pertahanan Israel Kewalahan
Sistem pertahanan udara Iron Dome dikerahkan secara penuh di Tel Aviv dan wilayah utara.
Meski banyak rudal berhasil dicegat, sebagian menembus pertahanan, menyebabkan kerusakan besar.
Dampak terhadap layanan publik di Iran atas serangan ini sangat signifikan. Transportasi terganggu karena pemadaman listrik. Komunikasi militer tidak stabil, dan aktivitas bisnis di Tel Aviv terhenti sementara.
Konflik Regional Meningkat
Konflik memasuki hari ke‑10 lebih dan melibatkan banyak pihak:
- Iran berhadapan dengan Israel dan Amerika Serikat.
- UAE dan Qatar turut menjadi target serangan Iran.
- Pangkalan AS di kawasan Timur Tengah juga diserang rudal dan drone.
- Israel memperluas operasi militernya ke wilayah Hizbullah di Lebanon.
Serangan hari ini menandai salah satu momen paling kritis dalam eskalasi konflik regional, dengan kerusakan infrastruktur yang digambarkan sebagai yang paling parah dalam sejarah Israel modern.
Penulis: Danny Wibisono
Editor: Hari Tri Wasono





