• Login
Bacaini.id
Thursday, February 12, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Serangan Fajar, Kisah Temon Yang Menjadi Amplop Paslon

ditulis oleh Redaksi
26 November 2024 20:43
Durasi baca: 2 menit
Ilustrasi politik uang. Foto: freepik

Ilustrasi politik uang. Foto: freepik

Bacaini.ID, KEDIRI – Menjelang detik-detik pemungutan suara, masyarakat mulai ramai membicarakan ‘serangan fajar’. Hari ini hingga besok pagi sebelum pemungutan suara, diyakini sebagai hilal atas munculnya serangan fajar.

Serangan fajar jamak dimaknai sebagai aksi bagi-bagi amplop oleh tim sukses pemenangan calon kepala daerah. Masyarakat kota hingga pedesaan bisa dipastikan faham dengan istilah ini, terutama menjelang pemilihan suara.

Pembagian amplop biasanya dilakukan pada masa tenang setelah kampanye hingga pemungutan suara. Di saat para kandidat berhenti melakukan aktivitas kampanye, di sinilah para tim sukses bergerak dengan senyap membagikan amplop.

Masa tenang dinilai efektif untuk membagikan amplop atau benda lainnya (biasanya sembako) kepada calon pemilih, karena mendekati hari pelaksanaan pilkada. Menurut pengakuan salah satu tim sukses, pemberian amlop mendekati coblosan agar mudah diingat oleh masyarakat. “Biasanya siapa paling terakhir memberi, dia yang akan diingat,” kata tim sukses atau biasa disebut kader kepada Bacaini.ID.

Selain pemilihan waktu, nilai amplop juga ikut menentukan pilihan masyarakat. Di tengah perilaku pemilih yang transaksional, hukum pasar berlaku di dunia politik. Harga membawa rupa.

Pelaku penyebaran uang kerap memilih waktu operasi di malam hari atau dini hari. Alasannya jelas, biar tidak ketahuan petugas pengawas ataupun rival politik. Hal inilah yang memantik munculnya istilah serangan fajar.

Film Perjuangan

Dalam konteks berbeda, serangan fajar sudah lebih dulu dikenal masyarakat Indonesia berupa film sejarah kemerdekaan RI. Film dengan judul ‘Serangan Fajar’ ini dirilis pada tahun 1982 dan memiliki durasi 210 menit. Film ini disutradarai oleh Arifin C. Noer dan dibintangi Charlie Sahetapy dan Jajang C. Noer.

Mengambil latar belakang peristiwa peperangan di daerah Yogyakarta pada tahun 1945-1947, film Serangan Fajar menghadirkan kisah fiktif seorang anak bernama Temon. Anak laki-laki yang masih lugu ini muncul di sela-sela perang bersama neneknya. Temon selalu menunggu kepulangan ayahnya yang telah gugur di medan perang.

Salah satu scene yang paling diingat adalah penyerbuan lapangan terbang Maguwo dan serangan beruntun di waktu fajar ke daerah sekitar Salatiga, Semarang.

Sulit Dibuktikan

Ketua Badan Pengawas Pemilu atau Bawaslu RI, Rahmat Bagja, mengatakan petugas pengawas pemilu kerap kesulitan menangani pelanggaran politik uang karena masalah pembuktian. Padahal, dalam kasus politik, aktor utamanya bisa tertangkap. “Karena yang perlu dicari adalah aktor utamanya (pelaku politik uang). Biasanya yang ditangkap itu aktor paling bawahnya,” katanya di Jakarta, 17 Oktober 2024.

Khusus dalam pemilihan kepala daerah (pilkada), Bagja menilai penanganan pelanggaran politik uang jauh lebih sulit. Alasannya, dalam Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada, penerima politik uang juga akan turut dipidana. “Hal ini membuat masyarakat akan lebih takut melaporkan praktik kecurangan tersebut ke Bawaslu,” terangnya.

Penulis: Hari Tri Wasono

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: Pilkada 2024politik uangserangan fajar
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Kurt Cobain. Foto: istimewa

Investigasi Baru Misteri Bunuh Diri Kurt Cobain

Ilustrasi agen KGB dan GRU beroperasi di Indonesia era Orde Baru dengan latar gedung pemerintahan dan militer

Sepak Terjang Agen Soviet di Orde Baru: KGB Menyusup ke Militer hingga MPR

Presiden Prabowo Subianto menerima permohonan audiensi dari lima pengusaha nasional di kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, pada Selasa malam, 10 Februari 2026. Foto: BPMI Setpres/Istimewa

Momen 5 Naga Menghadap Prabowo dan Berjanji Dukung Program Pemerintah

  • Suasana sidang di Pengadilan Negeri Sleman saat majelis hakim membacakan vonis 8–10 tahun penjara kepada tujuh terdakwa kasus pengeroyokan terduga klitih

    Sleman Viral Lagi! Lawan Klitih Berujung Penjara 10 Tahun dan Denda 1 Miliar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari Desa ke Korea, 9 Pemuda Trenggalek Belajar Pertahanan dan AI Tanpa Biaya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pembangunan Koperasi Merah Putih di Trenggalek Diusulkan di Kawasan Hutan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Peluang Atlet Indonesia di Olimpiade Musim Dingin 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In