• Login
Bacaini.id
Saturday, June 27, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Serangan Fajar, Kisah Temon Yang Menjadi Amplop Paslon

ditulis oleh Redaksi
26 November 2024 20:43
Durasi baca: 2 menit
Ilustrasi politik uang. Foto: freepik

Ilustrasi politik uang. Foto: freepik

Bacaini.ID, KEDIRI – Menjelang detik-detik pemungutan suara, masyarakat mulai ramai membicarakan ‘serangan fajar’. Hari ini hingga besok pagi sebelum pemungutan suara, diyakini sebagai hilal atas munculnya serangan fajar.

Serangan fajar jamak dimaknai sebagai aksi bagi-bagi amplop oleh tim sukses pemenangan calon kepala daerah. Masyarakat kota hingga pedesaan bisa dipastikan faham dengan istilah ini, terutama menjelang pemilihan suara.

Pembagian amplop biasanya dilakukan pada masa tenang setelah kampanye hingga pemungutan suara. Di saat para kandidat berhenti melakukan aktivitas kampanye, di sinilah para tim sukses bergerak dengan senyap membagikan amplop.

Masa tenang dinilai efektif untuk membagikan amplop atau benda lainnya (biasanya sembako) kepada calon pemilih, karena mendekati hari pelaksanaan pilkada. Menurut pengakuan salah satu tim sukses, pemberian amlop mendekati coblosan agar mudah diingat oleh masyarakat. “Biasanya siapa paling terakhir memberi, dia yang akan diingat,” kata tim sukses atau biasa disebut kader kepada Bacaini.ID.

Selain pemilihan waktu, nilai amplop juga ikut menentukan pilihan masyarakat. Di tengah perilaku pemilih yang transaksional, hukum pasar berlaku di dunia politik. Harga membawa rupa.

Pelaku penyebaran uang kerap memilih waktu operasi di malam hari atau dini hari. Alasannya jelas, biar tidak ketahuan petugas pengawas ataupun rival politik. Hal inilah yang memantik munculnya istilah serangan fajar.

Film Perjuangan

Dalam konteks berbeda, serangan fajar sudah lebih dulu dikenal masyarakat Indonesia berupa film sejarah kemerdekaan RI. Film dengan judul ‘Serangan Fajar’ ini dirilis pada tahun 1982 dan memiliki durasi 210 menit. Film ini disutradarai oleh Arifin C. Noer dan dibintangi Charlie Sahetapy dan Jajang C. Noer.

Mengambil latar belakang peristiwa peperangan di daerah Yogyakarta pada tahun 1945-1947, film Serangan Fajar menghadirkan kisah fiktif seorang anak bernama Temon. Anak laki-laki yang masih lugu ini muncul di sela-sela perang bersama neneknya. Temon selalu menunggu kepulangan ayahnya yang telah gugur di medan perang.

Salah satu scene yang paling diingat adalah penyerbuan lapangan terbang Maguwo dan serangan beruntun di waktu fajar ke daerah sekitar Salatiga, Semarang.

Sulit Dibuktikan

Ketua Badan Pengawas Pemilu atau Bawaslu RI, Rahmat Bagja, mengatakan petugas pengawas pemilu kerap kesulitan menangani pelanggaran politik uang karena masalah pembuktian. Padahal, dalam kasus politik, aktor utamanya bisa tertangkap. “Karena yang perlu dicari adalah aktor utamanya (pelaku politik uang). Biasanya yang ditangkap itu aktor paling bawahnya,” katanya di Jakarta, 17 Oktober 2024.

Khusus dalam pemilihan kepala daerah (pilkada), Bagja menilai penanganan pelanggaran politik uang jauh lebih sulit. Alasannya, dalam Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada, penerima politik uang juga akan turut dipidana. “Hal ini membuat masyarakat akan lebih takut melaporkan praktik kecurangan tersebut ke Bawaslu,” terangnya.

Penulis: Hari Tri Wasono

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: Pilkada 2024politik uangserangan fajar
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

bunga bougenville berwarna ungu dan bunga kenikir hias kuning yang diseduh menjadi teh herbal

Manfaat Teh Bougenville dan Kenikir Hias untuk Kesehatan, Lengkap Efek Sampingnya

Ilustrasi seseorang menikmati waktu menyendiri sambil membaca buku sebagai gambaran hubungan kecerdasan dan interaksi sosial

Benarkah Orang Cerdas Lebih Suka Menyendiri dan Tak Butuh Teman? Ini Faktanya

konten kreator membuat konten media sosial dengan ikon Nomor Induk Berusaha (NIB) sebagai syarat legalitas usaha digital mulai 2026

Konten Kreator Kini Wajib Punya NIB, Ini Untungnya

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In