Bacaini.id, KEDIRI – Kebijakan larangan mudik lebaran tahun 2021 berdampak pada sepinya penumpang bus di Terminal Tamanan Kediri. Selain pembatasan jalur, bus yang berjalan harus memiliki stiker khusus dari Kementerian Perhubungan.
Kepala Terminal Tamanan Kediri Bambang Supriyatna mengatakan, sejak H-1 larangan mudik ditetakan pada tanggal 6 sampai 17 Mei 2021, penumpang sudah terlihat sepi. Namun demikian Terminal Tamanan tetap buka seperti biasa.
“Terminal tetap beroperasi seperti biasa selama 24 jam. Kalau sepi sudah pasti, tapi kami tetap melayani bus yang melintas, dan tetap kami cek kelengkapannya,” kata Bambang kepada Bacaini.id , Jumat, 7 Mei 2021.
Salah satu syarat operasional bus adalah memiliki stiker resmi dari Dinas Perhubungan tingkat satu sebagai bukti ijin untuk tetap jalan selama masa larangan mudik. Stiker resmi ini disediakan dengan jumlah terbatas untuk membatasi lalu lintas pemudik.
Pada hari pertama larangan mudik, hanya ada dua bus yang melintas di terminal tamanan. Satu diantaranya tak dilengkapi stiker.
“Hari pertama hanya ada dua armada dan dua penumpang, satu bus terpaksa saya pulangkan karena tidak memiliki stiker sesuai ketentuan. Setelah kami tanya, ternyata pengemudi tidak paham dengan aturan operasional bus selama larangan mudik,” ungkap Bambang.
Karena berdalih tidak paham dengan aturan tersebut, pengemudi bus hanya diberi teguran. Setelahnya pengemudi diminta kembali ke asal pemberangkatan di Terminal Nganjuk.
Selama masa larangan mudik, operasional beberapa armada bus dengan trayek Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) yang dikategorikan dalam satu rayon masih diijinkan dengan syarat.
“Sepi sekali ini, yang melintas hanya satu dua bus saja. Kalau bus AKAP ada dari Jakarta tujuan Blitar, tapi tetap kami cek. Kalau aman bisa lanjut,” kata Bambang.
Ketatnya peraturan ini menambah lesunya bisnis perusahaan transportasi. Jika selama pandemi jumlah bus yang beroperasi di Terminal Tamanan hanya 50 – 60 persen, kini terus ditekan menjadi 20 persen saja.
Penulis: Novira Kharisma
Editor: HTW
Tonton video: