Bacaini.id, KEDIRI – Perjuangan Ani Kasanah menjadi laki-laki memasuki babak baru. Warga Dusun Tunggul, Desa Selopanggung, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri ini mengajukan permohonan pergantian jenis kelamin ke pengadilan setempat.
Didampingi orang tua dan pengacaranya, Ani Kasanah mendatangi kantor Pengadilan Negeri Kabupaten Kediri di Jalan Pamenang, Katang, Selasa 15 Juni 2021. Mereka meminta pengadilan menetapkan perubahan jenis kelamin Ani Kasanah dari perempuan menjadi laki-laki.
Danan Prabandaru, pengacara Ani Kasanah menjelaskan kliennya terlahir dengan kondisi alat kelamin yang tidak sempurna. Sejak kecil dia diperlakukan sebagai anak perempuan dan diberi nama wanita.
Seiring perkembangan usia, Ani merasakan hal berbeda dengan tubuhnya. Dia merasa lebih nyaman menjadi laki-laki. Hal ini didukung dengan pertumbuhan fisiknya yang tak menyerupai perempuan, seperti tidak mengalami menstruasi dan berdada rata.
Dibantu guru sekolahnya, Ani memeriksaan diri ke Puskesmas dan dirujuk ke RSUD Gambiran Kota Kediri. Ani kemudian dirujuk ke RSUD dr Soetomo Surabaya untuk menjalani pemeriksaan kromosom dan dinyatakan sebagai laki-laki tulen. Surat itulah yang menjadi dasar Ani Kasanah menjalani operasi perbaikan kelamin di Rumah Sakit Kabupaten Kediri (RSKK).
“Untuk itu kami ajukan permohonan sidang di Pengadilan Negeri untuk alih status gender,” kata Danan Prabandaru kepada Bacaini.id di Pengadilan Negeri Kabupaten Kediri.
Danan menjelaskan, ada dua hal yang dimohonkan kepada pengadilan Kediri. Pertama, perubahan status sosial dari perempuan menjadi laki-laki; kedua, perubahan nama dari Ani Kasanah menjadi Anang Sutomo.
Secara medis, Ani Kasanah diagnosa mengalami Hipospadia Perineal, Atrophy Testis. Sehingga pada bulan Februari 2021 lalu dilakukan penanganan kelainan tersebut melalui operasi penyempurnaan alat kelamin.
Dalam sidang perdana tersebut, kuasa hukum menghadirkan kedua orang tua Ani sebagai saksi. Kepada majelis hakim, mereka memaparkan bahwa sejak lahir alat kelamin Ani tampak seperti perempuan.
“Sidang kedua nanti kami akan berupaya menghadirkan dokter yang melakukan operasi untuk memperjelas kondisi sebelum dan setelah operasi,” tutup Danang.
Korban Perundungan
Kondisi Ani Kasanah yang terstigma perempuan sejak lahir menyulitkan kehidupan kanak-kanaknya. Dia mengaku sering diejek teman-temannya karena lebih menyukai bermain dengan laki-laki.
“Saya diejek teman-teman cewek karena tidak mau main sama mereka, dan lebih senang main sama anak cowok. Tapi setelah operasi sudah tidak pernah diejek lagi,” kata Ani.
Operasi itu sekaligus mengukuhkan identitasnya sebagai laki-laki di masyarakat. Mereka juga tak lagi memanggilnya dengan nama Ani, melainkan Anang. Kini Anang yang berusia 21 tahun telah bekerja di bengkel sepeda motor. “Saya ingin sidangnya berhasil, biar status saya sebagai laki-laki semakin jelas,” katanya.
Penulis: Novira Kharisma
Editor: HTW
Tonton video: