• Login
Bacaini.id
Saturday, March 14, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Selama Pandemi Ratusan Siswa di Tulungagung Putus Sekolah, Kebanyakan Perempuan

ditulis oleh Editor
28 January 2022 14:06
Durasi baca: 2 menit
Siswa SD yang mengikuti kegiatan PTM terbatas di salah satu SD di Tulungagung. Foto: Bacaini/Setiawan

Siswa SD yang mengikuti kegiatan PTM terbatas di salah satu SD di Tulungagung. Foto: Bacaini/Setiawan

Bacaini.id, TULUNGAGUNG – Pandemi Covid 19 menjadi penyebab angka putus sekolah di Tulungagung meningkat dalam kurun waktu dua tahun terakhir. Tercatat pelajar putus sekolah pada tahun ajaran 2020/2021 mencapai 351 siswa SD/MI dan SMP/MTS.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dispendikpora) Tulungagung melalui Sekretaris Dispendikpora Tulungagung, Syaifudin Juhri mengungkapkan, berdasarkan data tahun ajaran 2020/2021 setidaknya ada 244 pelajar SD/MI dan 107 pelajar SMP/MTS di Tulungagung putus sekolah. Dari jumlah tersebut pelajar yang putus sekolah didominasi siswa perempuan.

“Persentasenya siswa SD/MI yang putus sekolah mencapai 0,34 persen dan untuk siswa SMP/MTS mencapai 1,61 persen,” kata Udin kepada Bacaini.id, Jumat, 28 Januari 2022.

Menurutnya, jumlah tersebut mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan dua tahun lalu sebelum adanya pandemi Covid 19. Pasalnya, sejak masa pandemi pelaksanaan pembelajaran daring yang tidak mendapatkan pendampingan orang tua membuat anak malas sekolah sehingga menyebabkan putus sekolah.

Selain itu, selama masa pandemi banyak orang tua yang terpaksa kehilangan pekerjaan, dan menjadi orang miskin baru. Sehingga tidak mampu membiayai anaknya untuk melanjutkan sekolah.

“Tidak hanya itu, banyak orang tua yang masih memiliki pola pikir pendidikan tidak terlalu penting bagi anaknya. Utamanya untuk anak perempuan,” imbuhnya.

Udin menjelaskan, yang tidak kalah penting menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi siswa putus sekolah adalah sulitnya medan yang harus ditempuh anak-anak untuk pergi ke sekolah. Faktor ini seringkali ditemukan pada siswa yang tinggal di daerah pegunungan.

“Siswa yang mengalami kesulitan akses menuju sekolah rata-rata berada di wilayah pegunungan. Seperti Kecamatan Sedang, Pagerwojo, Tanggunggunung dan Pucanglaban,” sebutnya.

Meningkatnya angka putus sekolah di Tulungagung membuat Dispendikpora Tulungagung harus berpikir keras. Oleh karena itu, pihaknya akan berupaya mempercepat pemulihan pendidikan dengan berbagai program.

Seperti Program Indonesia Pintar (PIP), pemberian beasiswa, bantuan sekolah gratis bagi siswa yang tidak mampu dan pembentukan Satgas Penanganan Putus Sekolah yang melibatkan pihak lintas sektoral.

“Kami berencana membuat satgas, tetapi masih terkendala anggaran yang direfokusing untuk penanganan Covid 19. Jika ada satgas maka siswa yang tidak bersekolah akan dicukupi kebutuhanya agar mereka bisa kembali sekolah,” pungkasnya.

Penulis: Setiawan
Editor: Novira

Tonton video:

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: Tulungagung
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Andrie Yunus aktivis KontraS korban penyiraman air keras

Siapa Penyiram Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus?

Polisi olah TKP ledakan mercon yang melukai lima remaja

Petasan Meledak di Jombang, 5 Remaja Terbakar Saat Diduga Merakit Mercon

Ilustrasi anak bermain internet. Foto:unsplash

Ini Alasan Komdigi Batasi Akses Medsos bagi Anak

  • SPPG Blitar tidak memenuhi syarat sanitasi

    Daftar SPPG Nakal di Blitar yang Dihentikan BGN, 46 Lokasi di Kota dan Kabupaten

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepemilikan tanah dengan Letter C, Petuk D, dan Girik mulai tahun 2026 tidak berlaku. Mulai urus sekarang juga !

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keterlaluan, Pemkab Sidoarjo Membuat Acara Bukber Mewah Tema Bollywood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pamer Hummer Listrik 4,5 M, “Rahasia” Ketenaran Gus Iqdam Dibongkar Netizen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In