• Login
Bacaini.id
Monday, February 2, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Sejarah Martabak Telur dan Manis Nyawiji dalam Satu Gerobak

ditulis oleh Editor
10 August 2025 12:14
Durasi baca: 2 menit
martabak telur dan manis dijajakan satu gerobak di Blitar

Martabak telur dan manis nyawiji atau bersatu dalam satu gerobak jualan (foto ilustrasi/Bacaini)

Bacaini.ID, KEDIRI – Martabak telur dan martabak manis. Dua jenis kudapan berbeda genre ini hampir pasti bisa ditemukan dalam satu gerobak penjual martabak.

Martabak telur juga biasa disebut sebagai martabak asin. Makanan ini dalam sejarahnya dibawa oleh imigran India.

Sementara martabak manis atau terang bulan adalah makanan asli Tiongkok. Bagaimana dua martabak beda genre bisa nyawiji (Bersatu) dalam satu gerobak?

Sejarah Martabak Telur

Berawal dari seorang pemuda dari Lebaksiu, Tegal, Jawa tengah yang bernama Ahmad bin Abdul Karim berkelana ke kota besar, yaitu Semarang untuk berdagang pada tahun 1930.

Ahmad kemudian bertemu seorang warga India bernama Abdullah bin Hasan al-Malibary yang pandai memasak dan menjadi sahabat.

Persahabatan mereka semakin erat setelah Abdullah menikahi saudara perempuan Ahmad.

Abdullah yang punya keahlian memasak menciptakan jenis masakan khas daerahnya, martabak, yang sudah disesuaikan dengan lidah lokal.

Akhirnya martabak telur atau asin ini berkembang menjadi kudapan favorit masyarakat setempat setelah Ahmad dan istrinya memroduksi untuk dijual.

Sejarah Martabak Manis

Dikenal juga sebagai ‘terang bulan’, merupakan kudapan yang awalnya berkembang di Bangka Belitung.

Diciptakan oleh warga keturunan Tionghoa dari suku Hakka atau Khek. Nama aslinya adalah Hok Lo Pan, yang berarti ‘kue orang Hok Lo’. 

Ada juga versi lain yang mengartikannya sebagai ‘kue hoki’, keberuntungan.

Perkembangan martabak manis tidak lepas dari peran perantau Bangka, seperti Hioe Kui Sem, yang memperkenalkan martabak manis ke Bandung pada tahun 1950-an.

Sejarah ‘Bersatunya’ Martabak

Dua jenis kudapan tersebut awalnya memiliki penjualnya sendiri. Di Pulau Jawa, martabak telur lebih dulu berkembang.

Hingga di tahun 1950-an ketika martabak manis atau terang bulan mulai mendapatkan kepopulerannya di tangan Hioe Kui Sem.

Hioe Kui Sem yang berjualan di Pasar Malam Jalan Cikapundung Barat, lapaknya bersebelahan dengan lapak martabak telur yang telah lebih dulu hadir dan laris.

Kedua pedagang ini akhirnya merger untuk memudahkan pemasarannya.

Keduanya, bersepakat menamai dagangan mereka Martabak (versi) Asin dan lainnya Martabak (versi) Manis.

Hasilnya, bisa ditemui hingga kini. Penjual martabak selalu menghadirkan dua versi martabak di lapak mereka. 

Penulis: Bromo Liem

Editor: Solichan Arif

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: martabakmartabak-telurnyawijiSEJARAHsejarah martabakterang bulan
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Kendaraan mengantre pengisian BBM non-subsidi di SPBU Pertamina usai update harga BBM terbaru Februari 2026

Update Harga BBM Terbaru: Pertamax, Pertamax Turbo, hingga Dexlite Turun Harga

Wisata susur Sungai Maron Pacitan

Wisata Pacitan Selain Pantai, Cocok untuk Keluarga dan Pencari Ketenangan

Doding Rahmadi resmi menjabat Ketua KONI Trenggalek periode 2026–2028

Rangkap Jabatan Tak Jadi Soal, Doding Rahmadi Sah Jadi Ketua KONI Trenggalek

  • Infografik daftar event Jawa Timur yang masuk Karisma Event Nusantara (KEN) 2026

    KEN 2026 Jawa Timur: Kediri, Blitar, Tulungagung Gugur, Trenggalek Melaju

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pra‑Musim MotoGP 2026 Resmi Dimulai, Semua Gaspol Mulai Februari!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepemilikan tanah dengan Letter C, Petuk D, dan Girik mulai tahun 2026 tidak berlaku. Mulai urus sekarang juga !

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • JLS Rempi Kediri Bangkitkan Ekonomi Lokal, 115 UMKM Ramaikan Ruang Publik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In