• Login
Bacaini.id
Tuesday, March 17, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Hoodie yang Kamu Pakai ke Mana-mana, Ini Sejarah Panjangnya dari Pakaian Buruh

Dari seragam buruh gudang di Amerika hingga menjadi ikon streetwear dunia, hoodie mengalami perjalanan panjang dalam sejarah fashion dan budaya populer

ditulis oleh Editor
15 March 2026 15:24
Durasi baca: 4 menit
sejarah hoodie di dunia

Hoodie yang kini identik dengan gaya kasual ternyata awalnya diciptakan untuk pekerja gudang bersuhu dingin di Amerika Serikat pada 1930-an (foto AI/Bacaini)

Bacaini.ID, KEDIRI — Hoodie kini menjadi salah satu item fashion paling populer di dunia. Pakaian bertudung ini identik dengan gaya santai, streetwear, hingga busana sehari-hari yang nyaman dipakai berbagai kalangan.

Namun tidak banyak yang mengetahui bahwa hoodie awalnya bukan diciptakan untuk gaya. Pakaian ini justru lahir dari kebutuhan praktis para pekerja yang harus menghadapi suhu sangat dingin saat bekerja.

Seiring waktu, hoodie mengalami perjalanan panjang: dari pakaian kerja sederhana hingga menjadi bagian penting dari industri fashion global.

Baca Juga:

  • Sensasi Bunda Harum Viral! Gaya Glamor Istri Rudy Mas’ud Disebut Bak Noni Belanda
  • Gaya Ngortis ala CORTIS: Berantakan, Rebel, tapi Jadi Tren Fashion 2026

Dari Pakaian Kerja ke Seragam Atlet

Konsep pakaian dengan tudung sebenarnya sudah ada sejak lama. Pada masa Abad Pertengahan di Eropa, para biarawan dan pekerja sering mengenakan jubah bertudung untuk melindungi kepala dari hujan dan udara dingin.

Namun hoodie modern baru muncul pada tahun 1930-an di Amerika Serikat. Perusahaan pakaian Knickerbocker Knitting Company, yang kemudian dikenal dengan nama Champion, mengembangkan pakaian ‘hooded sweatshirt’ untuk para pekerja gudang penyimpanan dingin (cold storage) di New York.

Baca Juga:

  • Model Gamis Rompi Lepas Jadi Tren Baju Lebaran 2026

Para buruh yang bekerja di lingkungan bersuhu rendah membutuhkan pakaian yang dapat menjaga tubuh tetap hangat. Tudung pada hoodie dibuat untuk melindungi kepala dan telinga dari udara dingin tanpa perlu memakai topi tambahan yang mudah lepas.

Dalam perkembangannya, hoodie kemudian dipakai oleh atlet kampus di Amerika Serikat. Banyak tim olahraga universitas mengenakan hoodie saat latihan atau pemanasan di luar ruangan. Pada masa ini hoodie juga sering dihiasi dengan logo universitas atau tim olahraga.

Dari Budaya Jalanan hingga Industri Fashion Global

Perubahan besar terjadi pada 1970-an hingga 1980-an ketika hoodie mulai menjadi bagian dari budaya jalanan di kota New York.

Komunitas hip-hop, seniman grafiti, hingga skateboarder menjadikan hoodie sebagai bagian dari identitas mereka. Selain nyaman dipakai, tudung pada hoodie juga memberi kesan anonim yang cocok dengan budaya urban saat itu.

Popularitas hoodie semakin meningkat setelah muncul dalam film Rocky (1976) yang dibintangi Sylvester Stallone. Adegan Rocky berlari dan berlatih mengenakan hoodie abu-abu menjadi simbol kerja keras dan perjuangan.

Memasuki era 1990-an hingga sekarang, hoodie menjadi bagian penting dari perkembangan streetwear. Berbagai merek seperti Stüssy, Supreme, hingga brand high fashion seperti Balenciaga ikut mengangkat hoodie ke panggung mode dunia.

Data dari perusahaan riset pasar Grand View Research menunjukkan bahwa pasar global untuk pakaian sweatshirt dan hoodie bernilai puluhan miliar dolar dan terus tumbuh seiring meningkatnya tren pakaian kasual di berbagai negara.

Perkembangan ini menunjukkan bahwa hoodie tidak lagi sekadar pakaian fungsional, namun juga bagian dari gaya hidup modern.

Hoodie, Identitas, dan Simbol Budaya Populer

Hoodie tidak hanya berkembang di dunia fashion, tetapi juga menjadi bagian dari identitas budaya populer.

Beberapa tokoh publik bahkan dikenal identik dengan pakaian ini. Pendiri Facebook Mark Zuckerberg, misalnya, sering tampil mengenakan hoodie abu-abu dalam berbagai kesempatan publik. Pilihan busana tersebut mencerminkan gaya kasual khas dunia teknologi Silicon Valley.

Hoodie juga pernah menjadi simbol solidaritas dalam gerakan sosial. Setelah kasus kematian Trayvon Martin, remaja Afro-Amerika yang ditembak oleh petugas keamanan lingkungan di Amerika Serikat pada 2012, banyak orang mengenakan hoodie dalam aksi protes sebagai bentuk dukungan dan kritik terhadap stereotip rasial.

Uniknya, pada 1990-an hoodie sempat memiliki citra kontroversial karena sering diasosiasikan dengan kriminalitas. Beberapa pusat perbelanjaan di Amerika bahkan pernah melarang penggunaan hoodie untuk mencegah orang menyembunyikan identitasnya.

Namun seiring waktu, persepsi tersebut berubah. Hoodie kini justru menjadi salah satu item fashion paling universal yang dipakai oleh berbagai kalangan, mulai dari atlet, musisi, hingga tokoh bisnis dan politik.

Perjalanan hoodie menunjukkan bagaimana sebuah pakaian sederhana dapat mengalami transformasi besar: dari seragam buruh gudang yang bekerja di suhu dingin hingga menjadi ikon budaya populer yang dikenakan di seluruh dunia.

Penulis: Bromo Liem

Editor: Solichan Arif

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Sumber: sejarah hoodie
Via: hoodie
Tags: budaya populerfashion duniafashion kasualhoodiesejarah hoodiestreetwear
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Cek Gudang Bulog hingga Pangkalan LPG, Mbak Wali Pastikan Stok Aman

Ilustrasi perbedaan sikap friendly dan flirty dalam komunikasi sosial

Friendly atau Flirty? Ini Perbedaan Sikap Ramah dan Menggoda yang Sering Disalahartikan

Mbak Wali Apresiasi Guru TK, PAUD, dan Petugas Kebersihan Untuk Kemajuan Kota

  • SPPG Blitar tidak memenuhi syarat sanitasi

    Daftar SPPG Nakal di Blitar yang Dihentikan BGN, 46 Lokasi di Kota dan Kabupaten

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepemilikan tanah dengan Letter C, Petuk D, dan Girik mulai tahun 2026 tidak berlaku. Mulai urus sekarang juga !

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pamer Hummer Listrik 4,5 M, “Rahasia” Ketenaran Gus Iqdam Dibongkar Netizen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemerintah Gelar Sidang Isbat 19 Maret 2026, Lebaran Berpotensi Beda dengan Muhammadiyah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In