• Login
Bacaini.id
Sunday, February 1, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Sejarah Gelap Blitar, Bupati Pernah Dibantai Amuk Massa Prahara 1965

ditulis oleh Editor
17 September 2024 14:11
Durasi baca: 3 menit
Sejarah Gelap Blitar, Bupati Pernha Dibantai Amuk Massa Prahara 1965. (foto/ist)

Sejarah Gelap Blitar, Bupati Pernha Dibantai Amuk Massa Prahara 1965. (foto/ist)

Bacaini.ID, BLITAR – Blitar Raya dulunya merupakan basis para pengikut dan simpatisan Partai Komunis Indonesia (PKI). Begitu juga dengan wilayah Kediri Raya.

Pada pemilu 1955, masyarakat Blitar dan Kediri menyumbang perolehan suara besar untuk PKI, baik di provinsi Jawa Timur maupun secara nasional.

Ideologi komunis di Blitar Raya diketahui tumbuh subur mulai kawasan perkebunan (pedesaan) hingga menyebar luas ke wilayah perkotaan.

Desa sebagai sumber makanan, sumber prajurit revolusioner, tempat mundur apabila terpukul di kota-kota dan pangkalan untuk melakukan serangan dan merebut kembali kota, jadi landasan baku konsep Ganyang 7 Setan Desa.

Sebagai partai kader sekaligus partai massa yang memiliki disiplin organisasi yang tinggi, PKI sukses mengampanyekan program-programnya yang memihak rakyat.

Dikutip dari buku Pemilihan Umum 1955 di Indonesia, perolehan suara PKI di wilayah eks Karsidenan Kediri (termasuk Blitar Raya) mencapai 457.000 suara, mengalahkan PNI, NU dan Masyumi.

Secara historis, mayoritas warna sosial politik masyarakat Blitar Raya adalah merah, abang. Tidak heran, pada masa itu Bupati Blitar Sumarsono berasal dari kader tulen PKI.

Namun arah angin sejarah nyatanya telah berubah. Pasca meletusnya peristiwa G30SPKI di Jakarta, posisi PKI yang sebelumnya di atas angin, terjepit.

Di Blitar sekitar 10.000 orang Ansor Banser NU menggelar Apel Akbar di alun-alun Kota Blitar.

Massa dengan senjata tajam membuat macet jalan-jalan. Show of force NU Blitar menyikapi peristiwa G30SPKI membuat para kader dan simpatisan PKI Blitar ketakutan.

Sumarsono yang melihat situasi sudah di luar kendali memutuskan kabur, meninggalkan pendopo, bersembunyi.

Sumarsono sebelumnya diketahui berada di belakang sejumlah aksi sepihak yang dilancarkan BTI, Pemuda Rakyat dan Gerwani. Aksi yang jauh hari menimbulkan konflik horizontal.

Upaya orang-orang PKI merebut tanah dengan dalih menegakkan landreform membuat mereka berbenturan dengan orang-orang NU dan PNI.

Sebab banyak kiai dan pengurus NU serta para priyayi yang secara politik berafiliasi kepada PNI menjadi pemilik tanah yang luas itu.

“Sumarsono Bupati Blitar dari PKI yang dikenal sangat kejam dan mendalangi berbagai aksi sepihak dan penghinaan terhadap agama itu melarikan diri ke luar kota,” demikian dikutip dari buku Benturan NU-PKI 1948-1965.  

Diawali Apel Akbar, massa Ansor Banser NU Blitar bergerak melakukan pembersihan para tokoh PKI. Massa menggeledah rumah-rumah para pimpinan PKI.

Dalam penggeledahan ditemukan setumpuk dokumen yang salah satunya terkait rencana penangkapan dan pembunuhan atas sejumlah tokoh NU.

Temuan itu mendorong Ansor dan Banser NU semakin bersemangat bergerak. Terciptalah situasi di mana orang-orang yang berposisi diametral berfikir: membunuh atau dibunuh.

Bupati Blitar Sumarsono berhasil kabur ke luar kota, namun hal itu tidak berlangsung lama, karena ia kemudian tertangkap dan dibantai oleh massa.

“Begitu juga Ketua DPRD (Blitar) yang gembong PKI ditangkap oleh ABRI”.

Situasi serupa berlangsung di wilayah Kabupaten Trenggalek. Ansor dan Banser NU bersama aparat keamanan dan anggota DPRGR non PKI, memberhentikan Bupati Trenggalek Sutomo Bk.

Bupati Trenggalek Sutomo Bk diketahui kader PKI dan posisinya digantikan pegawai pemkab bernama H Hardjito.

Begitulah pasang surut perjalanan Partai Komunis Indonesia. Pada 12 Maret 1966, Pemerintah resmi membubarkan PKI sekaligus menyatakan sebagai partai terlarang.

Penulis: Solichan Arif

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: Blitar Selatanbupati blitarG30SPKIPKIprahara 1965
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Kendaraan mengantre pengisian BBM non-subsidi di SPBU Pertamina usai update harga BBM terbaru Februari 2026

Update Harga BBM Terbaru: Pertamax, Pertamax Turbo, hingga Dexlite Turun Harga

Wisata susur Sungai Maron Pacitan

Wisata Pacitan Selain Pantai, Cocok untuk Keluarga dan Pencari Ketenangan

Doding Rahmadi resmi menjabat Ketua KONI Trenggalek periode 2026–2028

Rangkap Jabatan Tak Jadi Soal, Doding Rahmadi Sah Jadi Ketua KONI Trenggalek

  • Infografik daftar event Jawa Timur yang masuk Karisma Event Nusantara (KEN) 2026

    KEN 2026 Jawa Timur: Kediri, Blitar, Tulungagung Gugur, Trenggalek Melaju

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Banjir dan Longsor Terjang Watulimo Trenggalek, Jalan Raya Bandung–Prigi Putus Total

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • JLS Rempi Kediri Bangkitkan Ekonomi Lokal, 115 UMKM Ramaikan Ruang Publik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepemilikan tanah dengan Letter C, Petuk D, dan Girik mulai tahun 2026 tidak berlaku. Mulai urus sekarang juga !

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In