Bacaini.ID, KEDIRI – Seruan Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak agar penyelenggara perjalanan ibadah umrah untuk sementara menghindari transit di Malaysia dan Singapura layak mendapat perhatian. Ada gagasan besar dari pemerintah agar jutaan perjalanan ibadah masyarakat Indonesia dapat ikut memperkuat industri penerbangan dan perekonomian nasional.
Selama ini, perjalanan umrah tidak hanya menjadi urusan ibadah, tetapi juga membentuk pasar ekonomi yang besar. Ada biaya penerbangan, hotel, transportasi, konsumsi, hingga berbagai layanan pendukung yang nilainya mencapai triliunan rupiah setiap tahun. Sebagian besar pengeluaran itu memang tidak mungkin seluruhnya dinikmati pelaku usaha dalam negeri, tetapi pilihan rute penerbangan dapat menentukan ke mana sebagian uang masyarakat mengalir.
baca ini: Gas Natuna, Oligarki Migas, dan Ironi Keadilan Energi
Dahnil menyebut sekitar 70 ribu jemaah umrah menggunakan penerbangan transit melalui Malaysia dan Singapura. Ia mendorong agar penyelenggara perjalanan ibadah umrah mengutamakan penerbangan langsung ke Arab Saudi menggunakan maskapai nasional, terutama Garuda Indonesia dan Lion Air.
Seruan ini patut diapresiasi sebagai upaya membuka ruang yang lebih besar bagi perusahaan penerbangan Indonesia untuk bersaing di pasar perjalanan umrah. Jika sebagian pasar yang selama ini dilayani melalui rute transit dapat beralih ke penerbangan langsung dari Indonesia, peluang bisnis bagi maskapai nasional akan semakin terbuka. Dampaknya berpotensi menjalar ke sektor lain, mulai dari tenaga kerja penerbangan, layanan bandara, hingga industri pariwisata dan jasa pendukung.
Tentu, gagasan tersebut bukan berarti penerbangan melalui Malaysia atau Singapura harus dipandang sebagai sesuatu yang keliru. Kedua negara itu memiliki posisi penting dalam jaringan penerbangan regional, termasuk sebagai titik transit menuju Timur Tengah. Namun, ketika maskapai nasional memiliki kapasitas untuk melayani perjalanan langsung, tidak ada salahnya pemerintah mendorong masyarakat dan pelaku usaha mempertimbangkan pilihan yang sekaligus memberikan manfaat lebih besar bagi perekonomian Indonesia.(htw/edt)




